WONG FEI HONG@FAISAL HUSSEIN WONG-TOKOH MUSLIM SPEKTAKULER

FortunaMedia.com|WONG FEI HONG@FAISAL HUSSEIN WONG-TOKOH MUSLIM SPEKTAKULER

WONG FEI HONG @ FAISAL HUSSEIN WONG
WONG FEI HONG @ FAISAL HUSSEIN WONG

 


Pada era 70an hingga 90an, panggung wayang dan bioskop rantau ini meriah dengan tayangan filem aksi-seni bela diri seperti kungfu dan sejenisnya.

Salah satu filem yang dapat menarik ramai penonton kepanggung wayang zaman itu adalah filem Once Upon a Time in China dan Once Upon a Time in China II.

Once Upon a Time in China  adalah sebuah film aksi-seni bela diri asal Hong Kong dibuat tahun 1991 dan disutradarai oleh Tsui Hark dengan naskah tulisan Leung Yiu Ming, Tang Pik Yin, dan Yun Kai Chi. Filem ini adalah produksi pertama di siri Once Upon a Time in China dan dikeluarkan oleh Golden Harvest.

 

Once Upon a Time in China dikenal untuk pelakon-pelakonnya yang merupakan aktor-aktor bintang China: Jet Li, Yuen Biao, Jacky Cheung, Rosamund Kwan, dan Kent Cheng.

Once Upon a Time in China II, Filem ini adalah produksi kedua diterbitkan tahun 1992 oleh Golden Harvest  dan masih disutradarai oleh Tsui Hark.



Once Upon a Time in China/Image by id.wikipedia.org
Once Upon a Time in China/Image by id.wikipedia.org

 

Dalam filem “Once Upon A Time in China” mengisahkan karakter Wong Fei Hung yang dilakonkan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li, sebagai jagoan Kung fu lagenda.

 

Namun kenalkah Anda siapakah sebenarnya Wong Fei Hung yang dijaguhkan itu ? Wong Fei Hung @ FAISAL HUSSEIN WONG sejatinya adalah seorang Ulama Muslim, Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legenda yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah Republik Rakyat China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Biografi;

Wong Fei-Hung dicatat lahir pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais.Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib pakar ilmu penrubatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional China (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong).

(!) Harus di ingat gelaran fei ini juga merujuk kepada orang-orang China muslim di negara kita Malaysia seketika dahulu,ie, kumpulan Hai San di Perak.

Once Upon a Time in China II/Image by id.wikipedia.org
Once Upon a Time in China II/Image by id.wikipedia.org

 

Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi.
Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan (Harimau)Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati keluarga Wong.

 

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah memilih bulu dalam membantu, tanpa mempedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih. Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang rasuah dan penindas.

 

Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarga dan kerabatnya banyak yang memeluk agama Islam.Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda.

 

Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang dikenali sebagai Korea).

 

Penjajah pemerintah Ch’in dalam penaklukannya hampir menuju kekalahan.Disebabkan ketangguhan perjuangan pahlawan-pahlawan yang dipimpin oleh Hung Hei-Kwun.Akhirnya pemerintah Ch’in meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, British,Jepun).Ketika Hung Hei-Kwun akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

 

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju.

 

Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata.

Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton .

 

Wong Fei-Hung tiga kali menikah kerana isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya meninggal, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri.

Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka.
Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

 

Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

 

(!)Tidak menghairankan sekiranya Manchu sebagai maharaja terakhir China di gambarkan sesegitu rupa bagi menghalalkan kerajaan komunis sedia ada di China.

 

Wong Fei Hung/Image by aprisiswanto.com
Wong Fei Hung/Image by aprisiswanto.com
PENUTUP,

Inilah bukti jika semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah-suci

Yaitu ia telah mengakui bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Maka saat ada ajaran Tuhan 3 tapi satu
Ini jelas bertentangan dengan hati nurani dan fitrah manusia,

Yang telah berjanji dengan PenciptaNya saat dia masih didalam kandungan perut ibunya.


Dengan sebab itulah orang yang baru memeluk Islam
Maka ia bukan berpindah agama, tapi kembali pada fitrah Islam
Menyembah hanya pada Allah Yang Maha Esa saja.!
Semoga ini menjadi renungan bagi “saudara-saudara” sekitar kita yang murtad hanya kerana sekeping perak & seuntai cinta dunia fana.
Sementara justru orang berada, intelektual, publik figur dan para pemimpin serta pemuka agama lain baik di barat maupun di timur malah berduyun-duyun masuk Islam dengan Ikhlas dan sadar bahwa hanya Islam satu-satunya agama yang benar.

Ironis! saudara-saudara kita yang miskin, mereka didatangi missionaries kristian dengan menawarkan sekeping harta agar saudara kita murtad, mari kita tengok dan perhatikan saudara sekitar kita.

(!) 2,5% harta zakat kita berikan pada fakir miskin secara langsung.Ini akan lebih meresap dihati kerana setiap ibadah adalah untuk menyucikan jiwa. Zakat ialah syariat, tapi hakikatnya ia menyucikan jiwa dengan menghilangkan kebakhilan,tamak-haloba,rakus, menumbuhkan rasa sayang sesama, ikhlas, menolong dan lainnya.
Ma’rifatnya ialah mari kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberi begitu banyaknya nikmat berupa rezki dan lainnya yang tak terhingga.

(!) Firman Allah SWT pada AlQuran;3 surah Ali Imraan;85. ‘Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi’.

Wallahu’alam.

________________

Thank’s to id.wikipedia.org
Collage Source ;Drs.Khalil Idham Lim.
Author by Wilhelmina.tumblr.com/

 

Jika anda fikir artikel ini berguna,share dengan rakan dan keluarga anda dengan mengklik pautan di bawah. Terima kasih!


Hendak dulang diberi dulang,Dulang berisi sagu mentah; Hendak pulang kuberi pulang,Tinggalkan jejak barang sepatah
.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s