#Freeport ada kerana Indonesia,Freeport di Papua tidak ada artinya![02]

Sekiranya penguasa NKRI tidak korapsi dalam hal royalty hasil tambang emas Freeport. Tidak akan ada pemberontakan OPM dan teriakan demo Mama Yosepha Alomang
Sekiranya penguasa NKRI tidak korapsi dalam hal royalty hasil tambang emas Freeport. Tidak akan ada pemberontakan OPM dan teriakan demo Mama Yosepha Alomang/PHOTO;PT.Freeport-Reuters

 

FortunaMedia.com|#Freeport ada kerana Indonesia,Freeport di Papua tidak ada artinya![02]

Sebagaimana yang saya janjikan sebelum ini ,tulisan ini  kelanjutan artikel sebelumnya,yaitu ;Mama-Yosepha-AlomangPerang-melawan-FreeportEmas-ditukar-nasi-bungkus/

Prolog ini sekadar mengingatkan agar tak putus dalam merajut topik. Selamat membaca dan tetaplah berfikiran merdeka!

Bagi seorang wanita tangguh dan tegas bernama Mama Yosepha Alomang, menantang PT Freeport merupakan bagian dalam sejarah hidupnya. Sampai bila pun jika belum mendapatkan keadilan, dia akan terus melawan lantaran sudah menyengsarakan banyak anak-bangsa Papua khususnya.

Dia bukan berjuang untuk memerdekakan Papua Barat seperti yang dilakukan aktivis separatis Organisasi Papua Merdeka-OPM yang hanya akan menguntungkan pihak penjajah asing seperti yang dilakukan Australia dan sekutunya dengan dalih tipu daya HAM terhadap Timor Timur kini dinamakan negara Timor Leste-rakyat dan para elit pemimpinnya tetap hidup susah lebih miskin dari semasa dijajah Portugis.

Berita terbaru tentang penderitaan para aktivis POM yang minta suaka politik di Australia ,Anda dapat baca disini;

Klik; /Politik-AussieUjung-tombakKolonialisme-di-Papua-Barat/

PT.Freeport biang kemusnahan alam dan peradaban manusia di Papua.

Sejak 1974 Mama Yosepha teriak lantang soal kerosakan alam oleh Freeport . Tempat kelahirannya kini nyaris hilang ditelan keganasan mesin beko. Bahkan Suku Amungme dilanda kelaparan. Letak desa tempat suku itu bermukim tidak jauh dari PT Freeport mendulang emas.

Namun kesejahteraan hanya berlaku untuk perusahaan emas terbesar milik negara Uncle Sam itu. Sejak beroperasi mengeruk emas di Papua pada 1967, PT Freeport tak sebanding memberi sumbangsih bagi masyarakat Papua. “Masyarakat sudah tidak di atas. Masyarakat sudah dipindahkan di Timika dan masih bodoh-bodoh,” ujar Mama Yosepha.
Mama Yosepha merupakan tokoh perempuan memperjuangkan hak asasi manusia bagi warga Papua. Perjuangannya kini masih berlanjut. Dia memerangi PT Freeport menuntut keadilan atas hak mereka dirampas.

Dia sungguh yakin kedatangan PT Freeport menambang emas di Papua membawa bencana. Bagaimana tidak, sejak ada perusahaan itu, masyarakat pribumi Papua tidak lagi sejahtera mulai dari pendidikan hingga keperluan makanan.

Bahkan mereka telah merosak budaya penduduk asli. Mereka kini gemar berjudi dan mabuk-mabukkan. “Sekarang wanita di sini suka main judi. Adat kami tidak mengajarkan yang seperti itu,” tutur Mama Yosepha.

Dia mengecam pemerintah Indonesia seolah lepas tangan dengan penderitaan warga Papua. Padahal negara telah banyak mendapatkan hasil-pemasukan dari Papua terkait tambang emas Freeport .

“Freeport ada kerana Indonesia ada. Freeport dan Indonesia di Papua tidak ada artinya.”

Sudah cukuplah rakyat Indonesia menderita dan diperbodoh-bodohkan oleh kolaborasi Asing dan A Seng dengan pemimpin NKRI yang tak berhati perut untuk korupsi hasil kekayaan bumi Indonesia baik di kepulauan lainnya misalnya Pulau Borneo khusus dalam tajuk thread ini Papua Barat di Indonesia Timur.


Coba kita renungkan dengan hati-nurani yang tulus tanpa prejudis.!Bandingkan antara kompeni VOC-Netherland yang dahulu menjajah Nusantara dan didukung oleh pemimpin pribumi, dengan Freeport yang saat kini masih bebas mengeruk tanah Papua dan dibiarkan oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia-NKRI.

Jika dilihat dari sisi ini, jelas tidak ada bedanya antara Freeport dan kompeni VOC! Keduanya adalah perusahaan korporat penjajah yang didukung oleh penguasa pribumi NKRI. Perbedaannya hanya pada masanya, kompeni VOC didukung oleh penguasa pribumi, sedangkan Freeport sekarang didukung dan dilindungi  oleh pemerintah-penguasa NKRI.

Untuk lebih jelasnya isu PT.Freeport Indonesia adalah sebuah emperium penjajah Neo-Kolonialisme ,Anda semak baca kembali disini;

Klik;/PTFreeportIndonesiaEmperium-penjajah-Neo-Kolonialisme/

Sabtu 17 Rejab 1435 / 17 Mei 2014
________________________

Demikianlah siri kedua dari beberapa episod yang akan saya tampilkan,tentang perjuangan seorang tokoh perempuan Papua,Indonesia Timur.

“Kami memang tidak pernah sekolah. Kami ini orang asli gunung,Kami orang tidak tahu hukum tapi kami punya hati.” memetik kata-kata Mama Yosepha Alomang,

Sengaja saya jadikan thread ini beberapa siri agar tak membosankan Anda pengunjung blog ini kerana terlalu panjang.

Terimakasih.

________________

Pustaka;

merdeka.com/pelbagai sumber.
Author by Wilhelmina.tumblr.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s