Target Amerika & Sekutu Selanjutnya Adalah;PAPUA Indonesia Timur


The $ 1trillion jackpot: USA menemukan deposit khazanah alam:  emas, besi, tembaga dan lithium di Afghanistan
Photo by dailymail.

FortunaMedia.com|Target Amerika & Sekutu Selanjutnya Adalah;PAPUA Indonesia Timur

Pakar geologi Amerika telah menemukan harta karun tersembunyi dan mineral di Afghanistan yang bisa mengubah nasib negara Amerika dan Sekutunya

Penemuan ini  menjadikan Afghanistan salah satu pusat pertambangan paling penting di dunia.

Deposit  yang belum dimanfaatkan termasuk urat besar emas, besi, tembaga, kobalt dan logam industri penting seperti lithium   bernilai lebih dari £ 820billion.(By David Gardner #dailymail)

 

 

Semasa era perang dingin antara Soviet Union dan Amerika Syarikat -Tiada pemimpin dunia timur yang berani menantang  dasar imperialisme Amerika ketika itu,kecuali Presiden Sukarno -beliau bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia)-Presiden Gamal Abdel Nasser(Mesir) Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru (India)  Kwame Nkrumah dari Ghana. lalu menubuhkan Kesatuan Gerakan Negara-Negara Non Blok(Non-Aligned Movement/NAM)

Gerakan Non-Blok sendiri bermula dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika sebuah konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, pada tahun 1955. Anggotanya  terdiri dari lebih dari 100 negara-negara yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap blok kekuatan besar apapun. Tujuan dari organisasi ini, seperti yang tercantum dalam Deklarasi Havana tahun 1979, adalah untuk menjamin “kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara nonblok” dalam perjuangan mereka menentang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, apartheid, zionisme, rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik.

Anggota-anggota penting di antaranya Yugoslavia, India, Mesir, Indonesia, Pakistan, Cuba, Colombia, Venezuela, Afrika Selatan, Iran, Malaysia, dan untuk suatu masa, Republik Rakyat China.

Gerakan ini sempat kehilangan kredibilitinya pada akhir tahun1960-an ketika anggota-anggotanya mulai terpecah dan bergabung bersama Blok lain, terutama Blok Timur. Gerakan ini kemudian terpecah sepenuhnya pada masa invasi Soviet terhadap Afghanistan tahun 1979.

 

                                                             Soekarno dan Soeharto

Kini kekuatan Negara- Negara Paksi Non Blok sudah lemah dan hancur-Tiada lagi kekuatan saingan untuk mengimbangi kekuatan Imperialis Amerika .Dengan pelbagai cara dan taktik  negara Uncle Sam  menyerang negara anggota Non Blok tersebut-Diantaranya:Afganistan dengan alasan anti terorisme Yugoslavia hancur berpecah diserang guna isu etnik dan demokrasi .Begitu juga Soviet Union kini tinggal nama Russia berpecah dengan taktik Demokrasi ala Amerika.Hanya tinggal negara India dan Indonesia yang masih dikira utuh lagi’.

Namun kenyataannya  Indonesia yang “kaya” dengan melimpah-ruah khazanah  alamnya menjadi “mandul” tak bisa apa-apa, ini semua dimulai dan diawali pada zaman Orde Baru atau New Order atau New World Order! Dimana semua kekayaan alam Indonesia dirompak habis akibat perjanjian-perjanjian yang “tempang” pada zaman Indonesia untuk pertama kalinya menganut sistem kapitalis pada masa itu.

Maka untuk kedepannya siapapun Presidennya, masih tetap terpatri oleh perjanjian-perjanjian masa lalu tersebut. Hingga detik inipun, masih banyak manusia-manusia Indonesia yang perlu “ditampar” kerana masih “tidur” dan takkan pernah menyadari akan hal ini.

Connie Rahakundini Bakrie:Penyelidik  Pertahanan dan Militer dari University Indonesia

 

Kes di Libya dan Syria hampir sama dengan kes Timor Timur, dengan alasan HAM, Demokrasi dan PBB akhirnya Timor Timur Lepas dari Indonesia. Dibawah tekanan Australia, Amerika dan PBB atas nama HAM dan Demokrasi, akhirnya pemerintah BJ Habibie saat itu tidak sanggup lagi menghadapi tekanan politik yang bertubi-tubi dari para penjajah Kapitalis yang mengincar minyak di celah Timor.

Begitu juga dengan Libya dan sejumlah negara di dunia khususnya di Timur Tengah, dengan alasan HAM, AS dan sekutunya menyerang pemerintahan Ghadafi padahal ujung2nya ingin menguasai minyak di Libya.

Menurut penyelidik militer,Connie Rahakundini Bakrie, senario AS menyerang Libya dan Timur Tengah sudah dirancang dari awal.

Kerana semua negara tersebut terdapat sumber minyak bumi yang besar. Bahkan Connie menambahi kalau sasaran AS selanjutnya adalah Papua!! ( pulau Irian Jaya di Indonesia Timur)

 

 

Amerika Intai Papua

Desas-desus khabar Papua menjadi target AS berikutnya sudah beredar di kalangan intelejen.

Klik baca; Worst-Case-Scenario-sudah-siapkah-Indonesia-berperang/

Sebuah sumber di lingkungan Departemen Luar Negeri Indonesia mengungkap adanya usaha intensif dari beberapa anggota kongres dari Parti Demokrat Amerika kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membantu proses ke arah kemerdekaan Papua secara bertahap.



Kerana dengan tampilnya Presiden Barack Obama di tahta kepresidenan Gedung Putih, praktek politik luar negeri Amerika amat diwarnai oleh haluan Parti Demokrat yang memang sangat mengedepankan soal hak-hak asasi manusia.

Kerana itu tidak hairan jika Obama dan beberapa politisi Demokrat yang punya agenda memerdekakan Papua lepas dari Indonesia, sepertinya memang akan diberi angin.

Beberapa fakta lapangan mendukung informasi ini, sumber akurat di Departemen Luar Negeri tersebut.

Betapa tidak, dalam dua bulan terakhir ini, US House of Representatives, telah meng-agendakan agar Dewan Senat Amerika tersebut mengeluarkan rancangan Foreign Relation Authorization Act (FRAA) yang secara spesifik memuat referensi khusus mengenai Papua.

Kalau Rencana Undang-undang  ini lulus, berarti ada beberapa elemen strategik di Washington yang memang berencana mendukung sebuah opsi untuk memerdekakan Papua secara bertahap.

Dan ini berarti, sarana dan perangkat yang akan dimainkan Amerika dalam menggolkan opsi ini adalah, melalui operasi intelijen yang bersifat tertutup dan memanfaatkan jaringan bawah tanah yang sudah dibina CIA maupun intelijen Departemen Luar Negeri Amerika.

Kerana itu, Departemen Luar Negeri Indonesia haruslah siap dari sekarang untuk mengantisipasi senario baru Amerika dalam menciptakan aksi destabilisasi di Papua.

Berarti, Departemen Luar Negeri harus mulai menyadari bahwa Amerika tidak akan lagi sekadar menyerukan berbagai elemen di TNI maupun kepolisian untuk menghentikan adanya pelanggaran-pelanggaran HAM oleh petugas  keamanan Indonesia.

Campur tangan Amerika dengan senarionya berusaha agar Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI)  Amerika tentu punya alasan agar Papua lepas dari Indonesia, Papua adalah mutiara hitam dari timur, sebuah tanahpusaka leluhur kita yang kaya raya, dengan kekayaan alam yang luar biasa banyaknya serta kandungan emas di bukit Freeport yang melimpah membuat para Kapitalis penajajah serakah ngiler-mengidam dibuatnya.

 Tahukah Anda.! pembagian royalty Freeport, Indonesia hanya mendapat 1%, sedangkan pihak asing mendapat 99%. sungguh lucu yah..

“Ironis.! tukang cangkul hasilnya jauh lebih banyak dari sang juragan tanah. Ini semua kerana zaman Orde Baru, New Order, New world Order!

Dimana pada saat itu semua kekayaan alam Indonesia mulai dikuras habis akibat perjanjian-perjanjian yang “tempang” pada zaman Indonesia menganut sistem kapitalis pada masa awal itu.”

Papuan Warrior

Semua ini akibat perjanjian-perjanjian pertambangan pada masa lalu. Perjanjian pertambangan juga tak mungkin hanya berlaku untuk beberapa tahun mendatang, namun bisa berlaku selama puluhan tahun atau bahkan selama seabad kedepan!

Ironis.!Presiden SBY saat hendak meninggalkan jawatan presiden Indonesia kini.dikhabarkan telah menandatangani memperpanjang izin pertambangan untuk syarikat lanun Amerika tersebut merompak terus hasil kekayaan anugerah Allah SWT kepada rakyat Indonesia khusus rakyat Papua.

Lalu, siapakah yang membuat semua perjanjian itu? Jelas Presiden Indonesia. Siapakah presiden Indonesia pada masa lalu tersebut? Andalah yang tahu, kerana anda juga mempelajari sejarah presiden-presiden bangsa ini bukan??

Alasan utama yang menjadi isu pemisahan Papua dari NKRI adalah kemiskinan, pemerintah Indonesia yang tidak mampu menyelesaikan  kemiskinan di Papua menyebabkan isu-isu sparatis berkembang.

Kemiskinan Papua adalah salah satu akibat dari sistem kapitalisme yang diterapkan di Indonesia, emas Papua yang seharusnya mampu memakmurkan rakyat Papua justru dirompak oleh Freeport dan perusahaan asing milik kapitalis penjajah.

Anehnya, padahal penduduk Papua hanya sekitar 2 juta jiwa saja dan dana Anggaran Budget Negara pertahunnya bernilai trillions of dollars! Melebihi kebanyakan propinsi-propinsi lain di Indonesia. Lalu, kemana uang begitu banyaknya pergi? Banyak yang menduga banyak pegawai-pegawai dan pemimpin-pemimpin  di wilayah Papua sendiri yang “mengambilnya”.

Ini terbukti dari minimnya sarana dan prasarana asas yang nyata untuk rakyat Papua disana, seperti pusat kesihatan masyarakat , stok bahan makanan utama, dan sejenisnya yang tetap langka. juga minimnya jembatan penghubung, pengaspalan jalan dan masih banyak lainnya.

Isu-isu HAM dan Demokrasi yang sedang dikembangkan oleh Amerika Syarikat agar Papua bisa lepas dari NKRI, dengan isu ini diharapkan akan terjadi referendum bagi tanah Papua.

Yang selanjutnya, akan mengantarkan Papua ke arah pemisahan diri dari NKRI dan akan dirompak habis-habisan oleh negara-negara dan kaum elite dunia, Raja-Raja Eropah, pengusah multibillon dunia, para kartel minyak, kartel kayu kartel mineral dan semua yang haus darah, haus minyak dan haus harta, kelompok elite dunia, the Bilderberg.

 

The Bilderberg Kelompok Elite dunia

 

Warga Papua yang selama ini dihasut dengan penyebaran  ejen-ejen asing Kristian yang  menunggangi dan bertopengkan  agama
dengan menyamar sebagai misionaris, secara perlahan-lahan tapi pasti dengan menjalankan jarum politik kebencian kepada negaranya sendiri! yaitu Indonesia.

Namun di era Suharto, tanah Papua mulai dieksploitasi secara besar-besaran. Ini berawal dari ditemukannya emas, tembaga dan lainnya.

Pakar geologi AS dan sekutunya pun datang, mereka telah merahasiakan adanya emas di Papua.

Para penyelidik Barat dalam laporannya hanya menemukan tembaga. Padahal tembaga adalah salah satu jenis “emas mentah” yang jika dicari lebih dalam akan adanya emas yang sebenarnya.

Akhirnya, salah satu bandar tempat diadakan penelitian tersebut bernama Tembagapura yang artinya Kota Tembaga.

Emas di Bank Central

Emas di Bank Central.

Penipuan negara-negara asing ini tak tercium pula oleh regim Suharto yang tak pernah mau mengecek ke lapangan dengan para ahli-ahli geologi dan para ahli sains Indonesia.

Akibatnya, maka pihak Indonesia benar-benar mengalami kerugian yang sangat banyak dari hasil tambang tersebut.

Dari pembagian hasil tambang itu, pihak Indonesia diberi tak lebih dari 1% saja. Namun saat Suharto tumbang, pihak Indonesia akhirnya protes, dan pembagian hasil tambang dinaikkan dan itupun tak lebih dari 10%.

Sebenarnya dapat saja perjanjian tentang penemuan tembaga itu direvisi, kerana adanya pembohongan dan penipuan dari hasil yang sekarang diperolehi, emas! Belum lagi dampak lingkungan yang telah dihasilkan oleh tambang-tambang tersebut yang sangat berbahaya untuk lingkungan di pulau Papua.

 

Tambang itu dikuasai oleh perusahaan Freeport Amerika, bernama Tambang Grasberg atau Grasberg Mine adalah tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia.

Tambang ini terletak di provinsi Papua di Indonesia Timur dekat latitude -4,053 dan longitude 137,116, (satelitte view) dan dimiliki oleh Freeport yang berpangkalan di AS (67.3%), Rio Tinto Group (13%), Pemerintah Indonesia hanya (9.3%) dan PT Indocopper Investama Corporation (9%).

Operator tambang ini adalah PT Freeport Indonesia (anak perusahaan dari Freeport McMoran Copper and Gold). Beaya membangun tambang di atas pegunungan Jayawijaya ini sebesar 3 billion dolar $USA.

Pada 2004, tambang ini diperkirakan memiliki cadangan 46 juta ounces of gold.. Pada 2006 produksinya adalah 610.800 tan tembaga; 58.474.392 gram emas; dan 174.458.971 gram perak.

 

Namun ternyata keuntungan sebesar itupun masih kurang untuk manusia-manusia kaptalism-imperalism  berhati busuk, merekapun masih menginginkan semuanya,untuk memiliki pulau Papua!

Melalui rakyat Papua sendiri sebagai bumpernya, AS dan England serta sekutunya mulai mencuci otak dan membuat separatis-separatis di tanah Papua.

Tambang Grasberg Papua Indonesia (tampak dari satelit) (wikipedia)

Cell Teroris Ciptaan AS,

Ini adalah salah satu modus-operandi yang paling dikenal oleh musuh-musuh AS di dunia, kerana AS selalu membuat Cell teroris disuatu wilayah sebelum diperebutkannya. Cell teroris ciptaan AS ini sebagai ujung tombak perjuangan AS sendiri. Mereka menjalankan teror dimana-mana, agar terjadi ketidak-amanan rakyat di daerah itu.

Dan kini juga terjadi di negara Ukraine !

Klik :Pasca-Krisis-UkraineKonfrontasi-AS-Eropah-Nato-vs-Rusia01/#more-3837

Sebagai contoh Osama bin Laden yang menjadi Cell teroris ciptaan AS dalam menjalankan operasi “False Flag” di tanah Irak dan Afghanistan. Juga Dr. Azhari yang menjadi Cell teroris di Indonesia hasil ciptaan Amerika Syarikat. Semua rencana telah diatur. Dan rakyatnyalah yang akan diadu domba.

 

Dan “istilah” yang dipakai oleh media-media barat yang hampir semua adalah collaboratornya menyebar  istilah yang beragam sesuai pihak mana yang pro atau yang kontra terhadap mereka. Mereka mengistilahkan separatis, teroris, perjuang, pemberontak dan lain-lain.

Kerana itu kita meng-himbau kepada warga indonesia, lupakanlah masalah perbedaan suku, agama, ras.. Bersatulah kalian semua!

how do you spell terrorist

Waspadai bersama gerakan NGO-NGO yang menjurus pada anarkis. waspadai NGO-NGO yang berdalih ingin memperjuangkan Papua.

Berhati-hatilah kerana intelejen asing sudah ada di sekitar kita. Mari kita sama-sama jaga kedaulatan RI supaya tidak sampai terpecah belah. Ini bukan negeri dongeng dan artikel-berita ini bukan sekedar omong kosong.

Waspadalah dengan gerakan-gerakan dari luar sana yang menginginkan Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) dan mencanangkan gerakan New World Order diseluruh penjuru bumi.


                      

Killing fields: Petani Afghanistan mengumpulkan tanaman  opium yang akan dibuat menjadi heroin-Photo by dailymail.


Britain is protecting the biggest heroin crop of all time,

They said Osama Bin Laden was killed. War is over. So why are they still in Afghanistan? what they have always protected? THE BIGGEST  HEROIN CROPS IN THE WORLD FOR ALL TIME! DRUG CARTEL!

 

Mereka merompak negara-negara dengan cara membuat senario teroris, salah satunya melalui operasi ‘false flag’. Lalu mereka akan menurunkan kekuatan militer melalui prajurit-prajurit mereka yang tak bersalah. Ribuan maut dari kedua belah pihak.

Setelah semuanya dapat dikuasai oleh kaum elit dunia di negara hasil invasinya, akhirnya mereka dapat mengontrol atau mengambil alih politik, keuangan, kekuatan dan kekuasaan negara tersebut untuk merompak semua kekayaan alamnya, membuat pangkalan post militer, menjalankan operasi mata-mata, mengadu domba rakyatnya dan sejenisnya agar pemerintahan negara itu tumbang dan mengambil alih semuanya, untuk menuju “Dunia Dalam Satu  Komando”, the New World Order.

_________________

Source ;icc.wp.com/Dailymail.uk/berbagai sumber
Author by Wilhelmina.tumblr.com/

3 comments

  1. […] Semuanya berawal dari Regim Otoriter Suharto, Bapak Moyang Dedengkot yang mendirikan “geng” yang bukan parti, tapi “Golongan” ini, Golongan yang kreatif atas “hasil karyanya” dengan mengeruk hasil bumi Indonesia, yaitu Golongan Karya (Golkar), dimana seluruh kekayaan alam Indonesia dijual habis-habisan selama puluhan tahun lamanya akibat dilicinkan jalannya dengan mengesyahkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing atau PMA yang sangat menguntungkan bagi Elite Dunia. (baca: Target-Amerika-sekutu-selanjutnya-adalah-Papua-Indonesia-timur/ […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s