Siapakah’IANFU’Indonesia?Bagaimana Mereka Diperlakukan(Bag;03)

FortunaMedia.com|Siapakah ‘IANFU’ Indonesia? Dan Bagaimana Mereka Diperlakukan!(Bag;03)

Sebagaimana prolog kemarin, tulisan ini juga kelanjutan 2(dua)artikel sebelumnya, antara lain:Mengungkap-kejahatan-Jepun-perang-dunia-iiInspirasi-perjuangan-advocates-ianfu-indonesiabag01/.dan Siapa-bertanggungjawab-perhambaan-seksualIanfubag02/

Kata pengantar ini sekedar mengingatkan agar tak putus dalam merajut topik. Selamat membaca dan tetaplah berfikir merdeka!

Siapa pemberi restu sistem Jugun Ianfu?

 

Kaisar Hirohito merupakan pemberi restu sistem Jugun Ianfu ini diterapkan di seluruh Asia Pasifik. Para pelaksana di lapangan adalah para pegawai-tinggi militer yang memberi komando perang. Maka saat ini pihak yang harus bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan ini adalah pemerintah Jepun.

 

 

Bagaimana Sikap Jepun?

Pemerintah Jepun masa kini tidak mengakui keterlibatannya dalam praktek perhambaan seksual di masa perang Asia Pasifik. Pemerintah Jepun berdalih Jugun Ianfu dikelola dan dioperasikan oleh pihak swasta. Pemerintah Jepun menolak meminta maaf secara resmi kepada para Jugun Ianfu. Kendatipun demikian July 1995 Perdana Menteri Tomiichi Murayama pernah membayangkan permintaan maaf secara pribadi, tetapi tidak mewakili negara Jepun. Tahun 1993 Yohei Kono mewakili sekretaris kabinet Jepun memberikan pernyataan empatinya kepada korban Jugun Ianfu. Namun pada Mac 2007 Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan pernyataan yang kontroversi dengan menyanggah keterlibatan militer Jepun dalam praktek sistem perhambaann seksual.

 

Apa Tuntutan para “Ianfu”?

1. Pemerintah Jepun masa kini harus mengakui secara rasmi dan meminta maaf bahwa perhambaan seksual dilakukan secara sengaja oleh negara Jepun selama perang Asia Pasifik 1931-1945.

2. Para korban diberi santunan sebagai korban perang untuk kehidupan yang sudah dihancurkan oleh militer Jepang.

3. Menuntut dimasukkannya sejarah gelap Jugun Ianfu ke dalam korikulum sekolah di Jepun agar generasi muda Jepun mengetahui kebenaran sejarah Jepun.

Bagaimana Sikap Internasional?

Tahun 1992, untuk pertama kalinya Kim Hak Soon korban asal Korea Selatan membuka suara atas kekejaman militer Jepung terhadap dirinya ke publik. Setelah itu masalah Ianfu terbongkar dan satu persatu korban dari berbagai negara angkat suara. Tahun 2000 Tribunal Tokyo menuntut pertanggung jawaban Kaisar Hirohito dan pihak militer Jepun atas praktek perhambaan seksual Jugun Ianfu. Tahun 2001 final keputusan dikeluarkan di Tribunal The Haque. Tekanan internasional terhadap pemerintah Jepun terus Dilakukan. Oktober 2007 kongres Amerika Syarikat mengeluarkan resolusi tidak mengikat yang menekan pemerintah Jepun memenuhi tanggung jawab politik atas masalah ini tetapi Jepun tetap tidak mengakui kekejian terhadap ratusan ribu perempuan di Asia dan Belanda pada masa perang Asia Pasifik

 

SIAPAKAH ‘IANFU’ INDONESIA?

Sebagian besar  berasal dari pulau Jawa yang dijadikan Jugun Ianfu  dan nama asli mereka diganti dengan nama Jepun

Photo: Alm.Ibu Mardiyem, “ianfu” dari Yogyakarta.(Doc)

Seperti Mardiyem menjadi Momoye (Yogyakarta, Jawatengah), Aminah menjadi Shinju (Sukabumi, Jawa Barat), Suharti menjadi Miki (Kediri, Jawatimur), Emah Kastimah menjadi Miyoko (Kuningan, Jawabarat), Kasinem menjadi Yako (Solo, Jawatengah), Sumirah menjadi Kimiko (Salatiga, Jawatengah), Sutarbini menjadi Miniko (Yogyakarta, Jawa Tengah), Siti Neng Itjuh menjadi Ruriko (Garut, Jawatengah), Omoh Salamah menjadi Midori (Cimahi, Jawabarat), Lantrah menjadi Toyoko (Pekalongan, Jawatengah) dan puluhan ribu orang lainnya.

 

BAGAIMANA ‘IANFU’ DIPERLAKUKAN?

 

Mereka diperkosa dan disiksa secara kejam. Dipaksa melayani kebutuhan seksual tentara JepUn sebanyak 10 hingga 20 orang siang dan malam serta dibiarkan kelaparan. Kemudian di aborsi secara paksa apabila hamil. Banyak perempuan mati dalam Ianjo kerana sakit, bunuh diri atau disiksa sampai mati.

Foto: Doc. “Ianfu” Mardiyem menjelang kematiannya.

 

Bagi yang selamat (penyintas) di masa tuanya penuh derita dengan kerosakan kandungan, pendarahan, sakit jiwa, hidup mengasingkan diri atau dipencilkan masyarakat.
APAKAH ASIAN WOMEN FUND (AWF)?

Bulan July 1995 Asian Women’s Fund (AWF) didirikan oleh organisasi swasta Jepun. Organisasi ini dituduh sebagai agen penyuap untuk meredam protes masyarakat internasional terhadap pemerintah Jepun padahal tidak mewakili pemerintah Jepun secara rasmi. 

Di masa pemerintahan Soeharto Tahun 1997 Menteri Sosial Inten Suweno menerima dana santunan bagi para korban sebesar 380 juta yen yang diangsur selama 10 tahun. 

Namun banyak para korban menyatakan tidak pernah menerima uang santunan tersebut.

 

APAKAH “IANFU” INDONESIA PERNAH MENGGUGAT SECARA HUKUM KE MAHKAMAH JEPUN?

 

“Ianfu” Indonesia tidak pernah menggugat secara hukum perdata ke mahkamah di Jepun seperti yang dilakukan negara Korea Selatan, Taiwan, Filipina, Cina dan Belanda sejak 1991 tetapi Tahun 1997 beberapa penyintas(mangsa ‘ianfu’) dari Yogyakarta pernah membuat surat gugatan hukum kepada Ketua Mahkamah Jakarta Pusat terhadap Departmen Sosial RI atas kerugian materil dan imateril sebesar Rp 5,300.bilion *) 

*) Gugatan Jugun Ianfu kepada Menteri Sosial RI; Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia; Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. (Tidak dipublikasikan).Foto: Yahoo image.

Bersambung,

Khamis 30 Jamadilakhir 1435 /1 Mei 2014
___________________________

Tulisan ini berupa artikel analisis dan akan bersambung diartikel berkelanjutan,

Dan thread ini dipostkan terdiri beberapa bagian yang belum ditentukan,kerana mengikut perkembangan semasa situasi politik dirantau ini.dan juga untuk tidak membosankan Anda untuk membacanya kerana terlalu panjang.Terimakasih kerana telah membacanya,
____________________________

Rujukan Pustaka:

EkaHindra,Penyelidik Independen Ianfu Indonesia.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Comfort_women

ibid,

Written by Wilhelmina.tumblr.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s