#Singapura Gelisah;Kerana Militer Indonesia mulai menggeliat

 

FortunaMedia.com |#Singapura Gelisah;Kerana Militer Indonesia mulai menggeliat,

Jenderal TNI Dr.Moeldoko (lahir di Kediri, Jawa Timur, 8 July 1957; umur 56 tahun) adalah tokoh militer Indonesia. Ia kini menjawat sebagai Panglima TNI sejak 30 Ogos 2013. Ia juga pernah menjawat sebagai Ketua Staf TNI Angkatan Darat sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Ogos 2013

 

Moeldoko merupakan alumni Akabri(1) tahun 1981 dengan predikat terbaik dan berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa(2)

 

 

Photo:Jenderal TNI Dr.Moeldoko

Panglima Tentara Nasional Indonesia atau biasa disebut Panglima TNI adalah pegawai-official-yang menjadi pucuk pimpinan dari Tentara Nasional Indonesia. Sebagai pucuk pimpinan, panglima adalah seseorang yang mempunyai wewenang komando operasional militer untuk menggerakan pasukan atau alat negara.

 

Sengaja saya tampilkan sedikit latar belakang tokoh Panglima TNI, Jenderal Moeldoko datas ,bukan untuk membangga-banggakan ketokohannya ,tetapi hanya sebagai pencitraan wibawa seorang Panglima TNI  yang akan diharapkan mengembalikan kewibawaan kemiliteran dan Angkatan Bersenjata Negara Kesatuan  Republik Indonesia selepas kejatuhan Presiden Soeharto.

 

Seperti kita maklumi akhir-akir ini media-media Singapura kembali hangat sepertinya ada ‘misi terselubung’ dengan pemberitaan negatif yang beruntun  tentang ketokohan Panglima TNI, Jenderal Moeldoko . Setelah sebelumnya ramai memberitakan tentang polemik permintaan maaf sang Jenderal atas penamaan KRI(Kapal Perang RI) Usman  Harun,


Pihak TNI membantah pemberitaan tersebut dengan mengatakan  bahwa Koresponden Channel News Asia salah menafsirkan pernyataannya saat wawancara di  Jakarta beberapa waktu lalu. Bantahan Mabes TNI itu, tentu saja dianggap mempermalukan Kementerian Pertahanan Singapura dan media Singapura juga dapat dianggap berbohong.

Untul lebih jelas Anda baca disini;

Singapura-memanipulasi-kenyataan-Panglima-TNI-Jenderal-Moeldoko/

Dan kali ini media-media Singapura secara keterlaluan memperlekehkan Jenderal Moeldoko dengan pemberitaan  jam tangan mewah yang dikenakannya.

Media Singapura, mothership.sg, mengupas soal koleksi jam tangan mahal milik Jenderal Moeldoko, dikatakan bahwa  harga jam tersebut belasan ribu dollar US. Beberapa jam tangan milik Moeldoko, antara lain IWC Pilot’s Watch Chronograph Top Gun Miramar yang seharga USD$ 12,700. Kemudian, Audemars Piguet Royal Oak Offshore Jarno Trulli Chronograph seharga USD$. 38,300, dan juga Audemars Piguet Millenary seharga USD$ 43.000. Media Singapura itu melihat jam tangan Moeldoko berdasarkan foto-foto pertemuan sang jenderal dengan sejumlah pegawai. Markas Besar TNI kemudian  menepis pemberitaan itu dengan menyebut jam tangan sang jenderal hanya produk China dan harganya tak seberapa(3)



Beberapa pemerhati politik Indonesia menuduh Singapura sengaja memperbesar-besarkan sesuatu isu seperti memanipulasi kalimat ‘maaf’ Jenderal Moeldoko atau soal jamtangan beliau tersebut.  Jangan-jangan memang ada kepentingan politik dibalik pemberitaan tersebut. Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat(DPP) Parti Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP),Maruarar Sirait mengungkapkan  bahwa  nama Jenderal Moeldoko disebut sesuai menjadi calon Timbalan Presiden mendampingi Joko Widodo dalam pertarungan Pilihan Presiden mendatang.

Dan kita juga hairan kenapa media-media Singapura bersungguh-sungguh dengan pencitraan medianya, bahwa Jokowi telah memilih pendampingnya sebagai calon timbalan presiden dalam pemilihan presiden mendatang, yaitu Jenderal Luhut Binsar Panjaitan.seorang yang beragama Kristian

 

JIka ini tujuan media Singapura adalah menjadi musibah luar biasa bagi umat Islam. Di mana belum pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia, sejak merdeka tahun l945, jawatan timbalan presiden dipegang seorang yang beragama Kristian. Jika benar terjadi? Ini sebuah anomali sejarah bagi Republik Indonesia.

Media Singapura melakukan pembunuhan karakter,

Pihak Markas Besar TNI seharus mempertanyakan apa alasan media Singapura dibalik berbagai pemberitaan tersebut, bisa jadi media Singapura kesal dengan sikap Moeldoko yang menolak menghadiri dalam acara Singapore Airshow yang berlangsung 11-16 Februari 2014. Pembatalan itu   gara-gara militer Singapura membatalkan undangan terhadap 100 perwira TNI dalam acara tersebut. Pembatalan undangan 100 perwiranya sebagai bentuk ketidakpuasan Singapura atas pemberian nama kapal tempur TNI Angkatan Laut KRI Usman Harun lalu melakukan tindakan sepihak, untuk tidak menghadirkan 100 orang perwira kesana.

Apalagi disebutkan bahwa electability Moedoko cenderung meningkat. Meski Jenderal Moeldoko masih menjawat sebagai Panglima TNI yang mempunyai tugas dan tanggungjawab terhadap TNI,  tetapi apapun sifatnya jika negara memerlukan seorang prajurit, jiwa militernya pasti terpanggil untuk terjun  ke medan bakti. Pakar komunikasi politik University Indonesia,  Prof . Tjipta Lesmana pun menilai bahwa sosok militer berpeluang untuk mendampingi calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. Menurutnya yang paling berpeluang mendampingi Jokowi adalah Panglima TNI, Jenderal  Moeldoko. Kerana benci dengan Moeldoko, ada kemungkinan media Singapura melakukan pembunuhan karakter terhadap yang bersangkutan  yang akan diajukan sebagai calon timbalan presiden.

 

Blunder media dan respon pemerintah Singapura terhadap Panglima TNI itu perlu kita cermati bukan sekadar dianggap “bagaikan angin lalu” sedari dahulu Singapura memang punya segala perancangan licik dan jahat hingga Almarhum  Bung Karno begitu geram pada Singapura:

 

(Klik;Sebab-Bung-Karno-geram-pada-singapura/

Memang ada pemerhati politik Indonesia sebagian berpendapat tidak perlu kita tanggapi secara berlebihan, cukup saja bilang kalau kita “ngga’ papa”.  Kalimat ini merupakan  sindiran yang artinya  makanya jangan merasa hebat, jaguh mendikte akhirnya malu sendiri.

Singapura itu sepertinya  sedang gelisah pada jati diri dan eksistensinya yang selalu merasa terancam terutama pada dua jirannya Indonesia dan Malaysia.    Kegelisahan Singapura boleh jadi kerana militer Indonesia mulai menggeliat, ekonomi tumbuh pasti, dalam sebutan PDB ekonomi Indonesia menjulang di 15 besar dunia, jauh mengungguli Singapura dan negara ASEAN lainnya. Mereka  membayangkan Indonesia 10 s/d 20 tahun ke depan, militernya jadi macan, ekonominya jadi beruang, rakyatnya makin sejahtera dalam bingkai nasionalis yang kuat.  Tiga indikator ini yang membuat negeri itu galau(kebingungan), meski pun kesejahteraan mereka masih tetap menjulang tak tertandingi di kalangan ASEAN.  Info lainnya adalah  kehadiran Batalyon Marinir di Batam ternyata menambah was-was negeri itu.

 

Kita tidak tahu sebenarnya apakah salah satu permasalahan yang disebutkan diatas atau bahkan seluruhnya yang menyebabkan media Singapura mengarahkan sasaran tembak kepada Panglima TNI.

Namun kita harus akui bahawa dalam geopolitik, kita perlu mempunyai perhubungan yang bertamadun dengan semua negara,

Yang pasti sebagai bangsa yang berdaulat Indonesia berhak menentukan apapun tanpa perlu mempertimbangkan perasan orang lain. Dukungan dan pembelaan terhadap penamaan KRI Usman Harun datang dari berbagai elemen bangsa, jika rakyat Indonesia terus bersatu hati seperti itu, bangsa ini kedepan akan berhasil masuk dalam kelompok negara maju. Rakyat Indonesia mengharapkan hal itu terwujud kelak.InsyaaAllah,

 

Selasa 28 Jamadilakhir 1435 / 29 April 2014
_________________________

Pustaka;

Akabri(1)  :http://id.wikipedia.org/wiki/Akabri
Bintang Adhi Makayasa(2)   :http://id.wikipedia.org/wiki/Adhi_Makayasa

mothership.sg(3) Saskia Yuli *Penulis/ Aktivis Cilincing,Jakarta Utara Indonesia.

Collage source :theglobalreview.com,

Written by Wilhelmina.tumblr.com/

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s