Predator Seks asal AS pernah 10 tahun mengajar di JIS

Predator kekerasan seksual kanak-kanak William James Vahey pernah mengajar di Jakarta Internasional School (JIS) laporan FBI. Foto kiri diambil tahun 2013 dan foto kanan pada 1986. (sumber: CNN)

FortunaMedia.com |Predator Seks asal AS pernah 10 tahun mengajar di JIS

JAKARTA – Predator seks asal Amerika Syarikat, William James Vahey, yang menjadi buruan Biro Investigasi Federal (FBI) selama bertahun-tahun, ternyata pernah mengajar di Jakarta International School (JIS) selama 10 tahun periode 1992-2002. Seperti dilaporkan CNN, Rabu (23/4/2014) dini hari.

Setelah di Indonesia, Vahey kemudian menjadi guru Nikaragua,United Kingdom , dan Venezuela. Sebelum di Jakarta, ia juga mengajar di Arab Saudi, Greece, Iran, Sepanyol, dan Lebanon. Diduga dalam aktiviti mengajarnya, selalu ada korban pelajar yang mendapat kekerasan seksual dari Vahey.

William James Vahey bunuh diri di Luverne, Minnesota, bulan lalu, dua hari setelah seorang hakim federal di Houston memerintahkan penangkapan untuk Vahey. Perintah itu keluar setelah terungkapnya bukti-bukti foto korban kekerasan seksual terhadap kanak-kanak.

Setidaknya, ada gambar 90 korban Vahey dari tahun 2008,. FBI juga meminta korban-korban lainnya untuk memberikan keterangan. Korban Vahey diperkirakan anak di usia 12 hingga 14 tahun. Pelecehan seksual terhadap pelajar itu dilakukan Vahey saat mereka tertidur atau dibuat tidak sadarkan diri.

Gambar-gambar itu memiliki keterangan dan tanggal serta referensi tempat-tempat yang Vahey kunjungi saat bepergian bersama para siswanya. Demikian laporan FBI.

“Ini adalah salah satu dari dugaan predator yang paling produktif yang pernah kami lihat,” ujar Agen Khusus FBI di Houston Shauna Dunlap.

FBI menyebutkan, Vahey mulai mengajar di sekolah swasta pada tahun 1972. Terakhir, dia mengajar di Nikaragua dari Ogos 2013 sampai dengan 11 Mac 2014, dua hari sebelum ia bunuh diri.

Sekolah-sekolah yang pernah disinggahi Vahey:

– American Nicaraguan School in Managua, Nicaragua (2013-2014)

– Southbank International School in London, United Kingdom (2009-2013)

– Escuela Campo Alegre in Caracas, Venezuela (2002-2009)

– Jakarta International School in Jakarta, Indonesia (1992-2002)

– Saudi Aramco Schools in Dhahran, Arab Saudi (1980-1992)

– American Community School in Athens, Greece (1978-1980)

– Passargad School in Ahwaz, Iran (1976-1978)

– American School of Madrid in Spain (1975-1976)

– American Community School of Beirut in Lebanon (1973-1975)

– Tehran American School in Iran (1972-1973)

Seminggu  terakhir ini Jakarta Internasional School (JIS) sedang disorot oleh penegak hukum, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, KPAI, dan media masa tentunya, selepas terungkapnya seorang siswa Tadika JIS yang menjadi korban kekerasan seksual di sekolah tersebut. Diperkirakan  korban kejahatan seksual ini akan bertambah.

Sekolah bertarif mahal ini juga dituntut secara Hukum pidana dan perdata atas beberapa hal. Pertama, Tadika-JIS tidak berlesen alias ilegal.Dalam Pasal 71 Undang-Undang Indonesia tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan,penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan tanpa izin pemerintah atau pemerintah daerah disabitkan dengan penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak IDR 1 billion.
Kedua
, peguam korban menggugat JIS atas kelalaian atau pembiaran sehingga terjadi kekerasan dan kejahatan seksual ini.

Sementara Ketua Presidium IPW(Indonesia Police Watch), Neta S Pane mengatakan Polis Daerah (POLDA) Metro Jaya Jakarta  berkewajiban untuk mengawasi orang asing yang bekerja di JIS melalui unit Pengawas Orang Asing (POA)-nya. Terutama dalam sisi perlesenan  dan perilakunya selama berada di Indonesia. JIS( Jakarta International School) jangan dibiarkan menjadi negara dalam negara yang tidak tersentuh hukum dan Polis Indonesia.

Dengan adanya kasus pelecehan seksual yang telah menimbulkan kontroversi  ini, Polri harus memberi info-data kepada pemerintah agar segera menutup JIS. Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Indonesia Police Watch-IPW- juga mengingatkan Polda Metro Jaya Jakarta tidak perlu takut pada JIS. Jika pendidikan ilegal yang dikelola orang asing ini tidak ditangani dengan cepat, citra Polri akan semakin terpuruk. Publik akan menilai Polri takut pada JIS. Padahal orang-orang asing di JIS sudah melanggar Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasiona Indonesia,

Rabu 22 Jamadilakhir 1435 / 23 April 2014.
____________________
Sumber; arrahmah.com
Shared by Wilhelmina.tumblr.com/

4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s