Mega,Jokowi,PDIP,Khianati Nasionalis Soekarno

                                                Megawati SoekarnoPutri

FortunaMedia.com|Mega,Jokowi,PDIP,Khianati Nasionalis Soekarno,

Sungguh Ironi Mega, Jokowi, dan PDIP bukan lagi menjadi kekuatan nasionalis, kekuatan kebangsaan Indonesia. Mega, Jokowi, dan PDIP sudah meninggalkan ideologi ‘Soekarno’. Ideologi kebangsaan dan kerakyatan. Mega, Jokowi, dan PDIP, tidak akan pernah lagi, berani meneriakkan seperti Soekarno, ketika menghadapi Barat dengan teriakan yang sangat lantang, “GO TO HELL WITH YOUR AID”.

                                           –Jokowi bersama Dubes AS-

Mega, Jokowi, dan PDIP tidak akan pernah berani lagi, menyatakan perang dengan “NEKOLIM” (Neo-kolonialisme dan imperialisme) Soekarno memobilisasi seluruh kekuatan bangsa melawan “NEKOLIM”. Soekarno mendeklarasikan perang kepada”NEKOLIM” Namun  tetap tidak berubah, dan akan terus menjajah menguasai Indonesia, dan dengan model yang lain.

Sikap ideologi Soekarno itu, sekarang sudah dihapus dari prinsip perjuangan PDIP, dan menjadi barang ‘basi’, dan dibuang ke tong sampah. Tidak ada lagi, doktrin ‘agung’ Bung Karno tentang “TRISAKTI”.

 

Kalau selama ini foto-foto Mega selalu disandingkan dengan Bung Karno, itu sejatinya sebuah manipulasi dan menipu rakyat belaka. Kerana, hakikatnya Mega sudah tidak lagi berani meneriakkan, “GO TO HELL WITH YOUR AID”. Justru menjelang pemilihan presiden 2014 ini, Mega, Jokowi, dan PDIP meninggalkan yang dianggap sebagai ‘ideologi’ dasar di gerakan politik, yang selalu dilekatkan dengan nasionalisme. Mega, Jokowi, dan PDIP sudah masuk jebakan Barat dan Yahudi, yang sekarang ingin menguasai dan menjajah Republik ini.

Betapa ironisnya, bahwa Mega, Jokowi, dan PDIP sudah menjadi bagian kepentingan Barat dan Yahudi, dan tidak mampu lagi melindungi kepetingan nasional dan bangsa Indonesia. Mega, Jokowi, Sabam Sirait, bertemu dengan  Duta besar Amerika Syarikat (AS) Robert O.Blake Jr, Dubes Norwegia Stig Traavik, Dubes Vatikan Mgr Antonio Guido Filipazzi, Dubes Myanmar U Min Lwin, Dubes Meksiko Melba, Dubes Peru Roberto Seminario Purtorrero, dan Dubes Britain Mark Canning, mendiskusikan masa depan dan nasib bangsa Indonesia.

Negara yang paling berkepentingan terhadap Indonesia Amerika,Vatikan, Cina, Myanmar, Tukri, dan Meksiko. Amerika paling besar kepentingan terhadap Indonesia. Banyak perusahaan raksasa Amerika beroperasi di Indonesia, seperti Mc.Moran yang mengelola Free Port, dan sejumlah perusahaan minyak di Indonesia.

RRC sama dengan Amerika memiliki kepentingan yang besar terhadap Indonesia. Kerana, Indonesia pen-suplay terbesar gas dan batubara kepada Cina, sejak zamannya Mega. Selain itu, RRC ingin memastikan jaminan keamanan bagi komuniti Cina di Indonesia yang sudah menguasai 80 peratus asset ekonomi Indonesia.

Myanmar, juga ingin mendapatkan jaminan dari Jokowi, terhadap dampak kekejaman kaum Budha di Myanmar agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi Myanmar. Turki mewakili negara Muslim yang ingin melihat bagaimana kebijakan Mega dan Jokowi di masa depan. Jokowi seorang Muslim ‘abangan’, pasti lebih akomodatif kepada kepentingan asing dan barat.

Sementara itu, Vatikan ingin mendapatkan jaminan bagi warga Katolik di Indonsia, tidak seperti terjadi di Malaysia. Di mana kelompok Kristian dilarang menyebarkan agama mereka kepada kelompok Muslim, termasuk larangan kegiatan di telivisyen, dan bahkan di Malaysia orang kristian tidak boleh menggunakan kata ‘Allah’.

 

Jaringan Yahudi “TRILATERAL COMMISSION”,

Mengapa Mega, Jokowi, Sabam Sirait, bertemu dan mendiskusikan hal-hal yang berkait dengan masa depan Indonesia, termasuk siapa yang akan disokong Barat dan Yahudi, yang bakal menjadi timbalan presiden mendampingi Jokowi? Adakah ini sikap sebagai pemimpin parti yang selalu menyatakan sebagai kekuatan politik yang berideologi nasionalis?

Kolaborasi antara Barat, Yahudi, dan Katolik (Kristian), nampak sebagai perantara pertemuan dengan sejumlah wakil negara-negara Barat , yaitu Jacob Soetojo, yang menjadi anggota “TRILATERAL COMMISSION”, kawasan Asia-Pasific. Jacob Soetojo, juga menjadi dewan pendiri lembaga ‘think-thank’ CSIS, sebuah lembaga kolaborasi antara jenderal ‘abangan’ dengan kelompok Katolik “Ordo Jesuit”, dan telah menghancurkan golongan Islam selama Orde Baru, melalu tangan Soeharto.

Untuk lebih jelas Anda baca disini;

jacob-soetoyo-anggota-jaringan-yahudi-trilateral-commission-peralat-megawatijokowipdipbag-1/

 

Menjelang detik yang sangat menentukan, sebuah informasi dari wartawan senior dari akhbar terkemuka Singapura, dan memberikan informasi yang sangat shahih, bahwa Jokowi telah memilih pendampingnya sebagai calon timbalan presiden dalam pemilihan presiden mendatang, yaitu Jenderal Luhut Binsar Panjaitan. Inilah realiti baru politik Indonesia.

Ini sebuah musibah luar biasa bagi umat Islam. Di mana belum pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia, sejak merdeka tahun l945, jawatan timbalan presiden dipegang seorang yang beragama Kristian. Jika benar terjadi? Ini sebuah anomali sejarah bagi Republik ini,

Menurut sumber lainnya, antara Jokowi dan Luhut Panjaitan sudah lama bersahabat. Keduanya bersahabat dan saling komunikasi. Keduanya sama-sama pengusaha. Jokowi pengusaha ‘furniture’, dan menurut sumber informasi itu, Luhut yang mensuplay keperluan bahan ‘funiture’ Jokowi.

Dibagian lain, di dalam ‘biografi’ Jokowi, ketika masih kanak-kanak di Solo,  dia sering berboncengan basikal  dengan temannya yang beragama Kristian/Katolik. Sangat akrab. Jadi tidak pernah ada jarak dengan mereka yang beragama Kristian/Katolik. Inilah latar belakang Jokowi.

Ketika, maju menjadi Datuk Bandar kota Solo, maka Jokowi memilih timbalannya, seorang Katolik, bernama Rudy. Di Jakarta pun, Jokowi jadi Gabenor di dampingi oleh Ahok, yang beragama Kristian. Jadi nampaknya sudah menjadi pilihan Jokowi, yang selalu pendampingnya dari tokoh yang agamanya Kristian.


Indonesia yang luasnya tiga kali daratan Negara Kesatuan Eropah, berpenduduk 250 juta, memiliki kekayaan alam (SDA), sangat melimpah, akhirnya harus jatuh kepada penjajah Barat, Yahudi, dan Cina yang melakukan kolaborasi dengan parti dan pemimpin tempatan,yang bersedia menjadi bagian kepentingan asing untuk menjajah dan menguasai Indonesia.

Sembari menghancurkan nilai-nilai Islam yang menjadi agama majoriti  penduduknya. Sehingga, Islam dan umat Islam tidak lagi menjadi ancaman bagi Barat dan Yahudi. Wallahu’alam

Khamis 16 Jamadilakhir 1435 / 17 April 2014 
__________________

Sumber:
voa-islam.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s