#MH370: Australia Manfaatkan Momentum Sebagai “Polis Asia Tenggara”

FortunaMedia.com |#MH370: Australia Manfaatkan Momentum Sebagai “Polis Asia Tenggara”


Membaca artikel Mengapa Australia Bersemangat Mencari MH370 Penulis : Marsekal Udara (Bersara) Prayitno Ramelan, Pemerhati Intelijen Indonesia beliau menulis :




Mengapa Australia Bersemangat

 

Disatu sisi, PM Abbott mengatakan di pangkalan AU Pearce, bahwa para team pencari berhutang pada keluarga penumpang pesawat yang berduka untuk melanjutkan perburuan. Ditegaskannya bahwa dari akumulasi bukti, pesawat telah hilang di suatu tempat di Samudera Hindi.

Sementara dilain sisi, Australia merupakan negara yang bersama Malaysia tergabung dalam pakta pertahanan FPDA (Five Power Defence Arrangement), bersama Britain,NewZealand,dan Singapura. Malaysia dan Singapura akan mendapat perlindungan dari anggota FPDA apabila mendapat serangan. Nah di sisi inilah, Australia jelas mempunyai tanggung jawab moril membantu sepenuhnya masalah hilangnya pesawat MAS MH370 yang sangat patut diduga telah dibajak oleh seseorang atau sebuah jaringan teroris.

Kasus MH370 ini menurut Australia lebih menjurus kepada sebuah serangan terhadap kelompok negara-negara Commonwealth British, khususnya Malaysia. Yang membuat Australia lebih fokus mencari pesawat tersebut, kerana ingin mendapatkan bukti faktual apa dibelakang ini semua. Australia jelas gundah kerana pesawat tersebut  melakukan desepsi, dan diterbangkan kearah Australia. Jelas ada pemikiran adanya kemungkinan (alternatif)  pelaku akan melakukan misi bunuh dirinya di Perth misalnya. (“penulis tetap berpendapat pesawat sengaja dijatuhkan di Samudera Hindi untuk menghilangkan bukti dan mengaburkan motif”).

Australia menjadi khawatir dengan ulah teroris kerana di Indonesia warganya majoriti  pernah menjadi korban bom Bali-I (2002) dan pejabat kedubesnya di Jakarta pernah diserang pembom bunuh diri kelompok teroris Jaringan Al Qaeda Malaysia-Indonesia (2004).

Australia pasti berfikir bahwa kalau pembajakan ini merupakan aksi teror khususnya serangan dari jaringan Al Qaeda, wilayah serangan di kawasan Asia Tenggara dan pesawat yang dibajak bergerak menuju kearah negaranya. Kerana itu Australia terlihat lebih sibuk dibandingkan Amerika Syarikat.

 

Australia faham dengan bentuk ancaman ini, serangan teror berupa pembajakan nilainya sangat spektakuler kerana akan terus diberitakan oleh media. Itulah yang diharapkan teroris, sebagai iklan gratis. Kerana itu dengan berbagai upaya, black box yang dianggap sebagai jawaban apa dibelakang kasus harus mereka temukan. Penunjukkan Air Chief Marshal Angus Houston pasti dengan pertimbangan pengalamannya sebagai Chief of Defence Force yang akan mampu menerjemahkan setiap detail informasi dari black box, jelasnya yang terkait dengan keamanan nasional Australia.

Kini bisa dibayangkan serangan “lone wolf” istilah penyerang tunggal dari sebuah jaringan  teroris apabila nantinya mampu dibuktikan, berhasil membuat sibuk dan menimbulkan rasa khawatir dan tertekan demikian banyak negara. Yang lebih parah apabila bukti dan motif mengapa pesawat ditemukan di Samudera Hindi tetap tidak jelas.

 

Australia menjadi salah satu negara yang akan terus tegang dan khawatir akan serangan teroris susulan. Kira-kira itulah jawabannya. Apakah Indonesia tidak akan diserang? Sangat mungkin, kerana teroris bisa saja menggunakan wilayah negara manapun untuk meneror negara yang mereka target. Artinya  kalau kita menyadarinya, ya menjadi ikut tegang. Bukti sudah pernah ada, bom bunuh diri terhadap AS dan Australia di Indonesia.

 

Dan berikutnya saya tampilkan pula ‘Tanggapan pembaca atas artikel diatas’ oleh M Arief Pranoto, Peneliti Senior Global Future Institute Indonesia,

Analisa Marsda (bersara) Prayitno Ramelan, pemerhati intelijen, penulis artikel di diatas. Jika Prayitno Ramelan menyatakan bahwa ‘semangat’ Aussie kerana ada ikatan dan tanggung jawab moril terkait pakta Five Power Defence Arrangement (FPDA) yang anggotanya terdiri atas Britain, New Zealand, Malaysia, Singapura dan Aussie itu sendiri

Siapa menyerang satu anggotanya, identik menyerang FPDA secara organisasi (pakta pertahanan). Itu doktrin yang ditanam. Isue aktual yang dihembuskan memang soal aksi (terorisme) pembajakan.

 

Analisis (nakal) saya, tampilnya Aussie secara total sehingga Tony Abbot pun rela menjadi juru bicara perihal hilangnya pesawat ini, semata-mata selain “politik ausignares” yang melekat dalam watak politik luar negerinya, juga kerana ia tak ingin kehilangan momentum menjadi “Polis Asia Tenggara.”

 

Itu yang pertama.

Yang kedua, dalam asymmetric strategy yang sering dimainkan oleh pihak asing (Barat) pada pola kolonialisme khususnya di Asia Tenggara, bila diibaratkan sebuah pertunjukan (performances), bahwa Aussie dan Singapura cuma sebagai ‘dalang’ semata kerana masih ada si pemilik hajatan yang meremote mereka (dalang) dari kejauhan. Maka membaca episod MH370 ini dari kajian asymmetric (non militer), ibarat layar telah terbuka, gelanggang pertunjukan sudah dihamparkan, tetapi sang pemilik hajatan terlambat memunculkan wayang dan siapa dalangnya.

 

Senario berjalan out of control. Berbeda senario War on Terror (WoT) yang berjalan mulus hingga di tataran skema(The level scheme) Bila WTC/9-11 sebagai “isue” yang dimunculkan pada WoT, maka “tema”-nya ialah invasi militer koalisi Barat pimpinan Amerika ke Afghanistan (2001), sedangkan “skema”-nya adalah lot-lot minyak di daerah sasaran (Afghanistan, dll) meski akhirnya lot-lot tersebut bubar kerana terdapat perlawanan maha dahsyat dari rakyat tempatan.

 

Mencermati performances #MH370 dari kacamata WoT, entah kemana skema kolonial akan ditetapkan, memang terlihat sangat rancu (very ambiguous) Kemarin Iran yang hendak dituduh, kemudian bergeser ke Indonesia, Diego Garcia, Cina, dll. Tetapi yang pasti, momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh Aussie guna mempertebal klaim diri seolah-olah ia sebagai satu-satunya “Polis Asia Tenggara”. Betul tak?

Rabu 15 Jamadilakhir 1435 / 16 April 2014
____________________

Pustaka ;
theglobalreview.com
Editor  by Wilhelmina.tumblr.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s