Malaysia Produksi Vaksin Halal pada 2017.


Illustrasi; Firma Malaysia akan menyediakan vaksin halal.

Sabtu 11 Jamadilakhir 1435 / 12 April 2014

FortunaMedia.com |Malaysia Produksi Vaksin Halal pada 2017.

 

KAHERAH.MESIR – Mengisi kekosongan penting bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia, sebuah syarikat terkemuka Malaysia telah mengumumkan rencana menyediakan vaksinasi halal untuk pertama kalinya pada 2017.

 

“Kami menemukan cara untuk membuat vaksin halal, dan berharap untuk menyelesaikannya secepat mungkin,” kata Jamil Bidin, CEO Halal Industry Development Corporation (HDC), seperti dilaporkan Arab News pada Khamis (10/4/2014).

“Vaksin yang menjadi fokus dari ilmuwan tempatan, internasional dan pakar Syariah dimaksudkan untuk mengobati meningitis, hepatitis dan (penyakit) meningokokus,” katanya kepada wartawan di sela-sela World Halal Week 2014.

Dengan anggaran 100 juta dolar, HDC dan sebuah firma Arab Saudi berjanji untuk menyediakan vaksinasi meningitis, hepatitis dan meningokokus dalam waktu tiga tahun.

Menurut Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Industri Malaysia, Datuk Seri Mustapa Mohamed, “Vaksin halal akan membantu meringankan kekhawatiran dan keraguan di kalangan ummat Islam pada integriti produk.”

Vaksin halal yang terbaru harus diekstrak dari haiwan yang disembelih sesuai dengan syariat Islam.

Para pengeluar  juga berjanji untuk tidak menggunakan komponen apapun dari babi dalam pembuatan vaksin.

Konsep halal-yang berarti diizinkan dalam bahasa Arab-secara tradisional telah diterapkan pada makanan.

Muslim seharusnya hanya memakan daging dari ternak yang dipotong oleh pisau tajam dari leher mereka, dan nama Allah, harus disebutkan.

Ulama Muslim setuju bahwa syariat berarti menerapkan hukum IIlahi yang harus diterapkan pada semua ciptaan Allah, termasuk haiwan.

Sekarang barang dan perkhidmatan  lain juga wajib disertifikasi sebagai produk halal, termasuk kosmetik, pakaian, farmasi dan keuangan.

Malaysia, sebuah negara majoriti  Muslim, yang perlu dicontoh sebagai negara yang diakui secara global telah memiliki kapasiti  sertifikat-sijil halal yang profesional.

Pada tahun 2004, Malaysia meluncurkan majalah dwi bulanan, The Halal Journal, sebagai publikasi perdagangan dan bisnis pertama melayani pasaran Halal Global.

Melayani keperluan jama’ah haji

 

Vaksin halal pertama di dunia untuk meningitis akan menguntungkan ribuan jama’ah haji Muslim yang berada dalam bahaya terinfeksi dengannya.

Vaksin meningitis yang diproduksi di Barat dan di kilang-kilang medis berporos Barat, terbuat dari ekstrak babi, yang tidak sesuai dengan Islam.

“Kami lebih fokus pada vaksin meningitis, yang diperlukan bagi mereka yang melakukan haji, kerana saat ini mengadungi  daging babi,” kata Bidin.

“Vaksin yang bebas dari bahan dasar babi akan mengalami permintaan tinggi, tidak hanya di kalangan muslim tetapi juga non-Muslim.

Orang-orang akan mencari alternatif setelah mereka tahu tentang hal itu. Setelah
mengembangkan tiga vaksin ini, kami akan terus memproduksi vaksin lain,” kata Bidin.

Meningitis adalah infeksi pada lapisan tipis yang meliputi otak dan sumsum tulang belakang.

Hal ini dapat menyebabkan komplikasi termasuk kerosakan otak,pekak dan masalah pembelajaran.

Sekitar 5-10 peratus pasien meninggal akibat penyakit tersebut, menurut Organisasi Kesihatan Dunia (WHO).

Seiring dengan program penawaran vaksinasi halal ini, HDC juga bertujuan untuk membakukan sijil halal untuk semua negara Muslim.

“Malaysia bekerjasama dengan Turki untuk mengatasi perbedaan dalam sijil halal dan untuk kriteria standart baru yang akan diterapkan di semua negara OIC,” Bidin mengungkapkan. Alhamdulillah.
____________
sumber; arrahmah.com
Editor by Wilhelmina.tumblr.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s