Di Indonesia ada GOLPUT ada Quick Count Apa Itu?

Khamis 9 Jamadilakhir 1435 / 10 April 2014

FortunaMedia.com |Di Indonesia ada GOLPUT ada Quick Count Apa Itu?

Setiap diadakan pilihanraya (pemilu-pemilihan umum) di Indonesia ada saja muncul di publik atau media istilah-istilah bahasa berupa kata-singkatan contohnya GOLPUT maknanya ‘golongan putih’ yaitu golongan atau kumpulan yang tak mau ikut mengundi (mereka kata; coblos tak coblos sama aja)  dalam istilah Indonesia mengundi adalah”mencoblos” sebab pemilu disana bukan ‘memangkah’ kertas undi,tapi ‘mencucuk’ kertas undi dengan ‘paku’ yang sudah disediakan ditempat mengundi

Dan pada hari mengundi kemaren (9.April) muncul pula di media-media Indonesia sebuah istilah QUICK Count Apa itu quick count?

QUICK count sudah bisa dikatakan menjadi kelengkapan dari setiap hari membuang undi di Indonesia .

Quick count atau maknanya “hitung cepat”-perkiraan kertas undi secara pantas- adalah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Dengan metode ini, parti dan pasangan capres-cawapres (calon presiden dan timbalan) terpilih sudah bisa diprediksi hanya beberapa jam setelah tempat pemungutan suara (TPS) atau waktu mengundi ditutup. Hasilnya pun hampir tidak pernah meleset.

Hasil quick count memang nyaris presisi (ketepatan) kerana sampelnya merupakan jumlah suara faktual(fakta) di TPS. Hal ini berbeda dengan survei sebelum pemungutan suara, yang sampelnya adalah pengundi yang sangat mungkin mengubah pilihan pada saat pencoblosan.

Meski lebih presisi ketimbang survei pra-pemungutan suara, hasil quick count setiap lembaga juga berbeda-beda. Biasanya, paling besar selisihnya 1 persen. Hal ini wajar mengingat quick count hanya mengambil sampel suara di TPS untuk memprojeksi hasil perolehan suara sebenarnya. Di sinilah timbul kesalahan (error).

Batas kesalahan (margin of error) bisa ditetapkan oleh masing-masing peneliti/lembaga, tergantung dari seberapa banyak sampel TPS yang akan diambil. Semakin banyak sampel TPS yang diambil, semakin kecil margin of error sebuah hasil quick count.

Semakin banyak sampel TPS tentu baik untuk meminimal kesalahan. Namun semakin banyak sampel juga akan memakan banyak biaya. Bayangkan, untuk Pemilu 2014 ini saja terdapat 585.218 TPS. Sampel 10 persen saja sudah 58.521 TPS. Soal metode penarikan sampel, lembaga biasa menggunakan stratified random sampling atau multistage random sampling.

_______________
sumber;islampos/merdeka.com
Shared and Editor by Romy Mahakam

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s