Pasca Krisis Ukraine:Konfrontasi AS Eropah NATO vs Rusia[01]

Sabtu 4 Jamadilakhir 1435 / 5 April 2014.

 

FortunaMedia.com|Pasca Krisis Ukraine:Konfrontasi AS dan Eropah-NATO vs Rusia,Siapa Akan Menang?[1]

Catatan Redaksi:

Artikel ini disajikan dengan mengolah dan menyusun kembali dari beberapa thread  menarik sebelumnya di blog ini  seperti   “Krisis Ukraine;Awal Perang Dunia Ketiga? dan #Krisis Politik Ukraine:Gagalnya Senario Revolusi Warna AS di Ukraine serta
“Neo Nazi dan Tangan-Tangan Israel di Ukraine yang ditulis oleh   Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI).
Dengan mengkonstruksi kembali poin-poin penting dari rangkuman tulisan tersebut , terungkap beberapa fakta dan penyebab akan berlaku konflik
konfrontasi militer di wilayah Ukraine
antara  Rusia vs AS/Eropah-Nato Dan juga “tangan-tangan ghaib’ kaum Zionis Israel menunggangi isu Nazi/Fasis di Ukraine untuk kepentingannya sendiri.

 

Pasukan Rusia dan AS siap-siaga konfrontasi militer!

Russia Today dalam laporannya, Jum’at (04/04/2014) menyebut, Pemerintah Rusia langsung mewaspadakan dan bersiap-siap untuk kekuatan militer penuh menyusul langkah Amerika Syarikat (AS) dan NATO yang terus memperbanyak pasukan di Eropah Timur, ketegangan makin memanas kerana kapal perang lain AS dikirim menuju Laut Hitam dan makin mencetus meningkatnya ketegangan.

Pentagon berdalih kapal perang baru itu untuk menggantikan kapal perosak pemandu rudal, USS Truxtun dalam partisipasi militer dengan Angkatan Laut Bulgaria dan Rumania.

Sementara itu, USS Donald Coogoogk and USS Ramage kini ditempatkan di Mediteranian Timur. Dua kapal perosak Amerika itu berpartisipasi dalam latihan militer dengan Greek Navy dan Israel.


(Kedua kubu mulai menyiapkan pasukan dan peralatan perang)

 

Akhirnya, Rusia pilih check out dari kerjasama NATO.

Pemerintah Rusia secara rasmi keluar dan menarik Valery Yevnevich, ketua perwakilan militernya di NATO menyusul sikap AS dan Barat yang terus menebarkan permusuhan kepada pemerintah  Moskow.

 

“Kami tidak melihat kesempatan untuk melanjutkan kerjasama militer dengan NATO, mereka terus menebarkan kebencian,” ujar Timbalan Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov, Jumat (04/04/2014), diberitakan Ria Novosti.

 

Penarikan Valery Yevnevich mengikuti menyusul keputusan NATO minggu ini yang menangguhkan kerjasama dengan Rusia setelah wilayah Crimea menyatakan kemerdekaannya dari Ukraine.

Langkah keluar Rusia itu memeranjatkan Amerika Syarikat. Dengan keluarnya NATO, maka Rusia sudah tidak lagi menilai NATO sebagai alliance partners(rakan perikatan), melainkan sebagai musuh.

 

Putin permalukan Obama, telefon 3 kali ditolak terus.

Presiden Amerika Syarikat (AS) Barack Obama kena batunya. Kerana tak percaya Rusia keluar dari kerjasama NATO, Obama menelefon Presiden Vladimir Putin. Namun, Putin tak mau menerima panggilan Obama, meski penguasa Gedung Putih itu berusaha menghubunginya sebanyak 3 kali.

 

Dilaporkan New York Daily, Jum’at (04/04/2014), kejadian itu diungkapkan staf kepresiden di Grand Kremlin, yang menyebut telefon Obama hanya dijawab oleh staf Putin.


 

Presiden Vladimir Putin janjikan “Kiamat Ekonomi” untuk Amerika

Rusia dan Amerika Syarikat (AS) kini sudah rasmi berperang. Meski kontak senjata belum diletuskan, namun perang ekonomi sudah dimulai.

AS memulainya dengan ultimatum  sanksi ekonomi bagi firma-firma dan perbankan Rusia dan kini sanksi itu dibalas Rusia dengan menaikkan harga suplay gas dan boikot penggunaan mata uang dollar AS dalam berbagai transaksi

Presiden Rusia, Vladimir Putin diberitakan Russia Today, Sabtu (05/04/2014) menyatakan, Rusia memiliki kemampuan memukul balik sanksi yang dijatuhkan AS.

 

“Mereka sepertinya lupa bahwa kami adalah sebuah kekuatan energi besar yang mampu menolak dollar AS untuk melunasi hutang kami dan untuk cadangan energinya. Jika kalian tetap dengan sikap bermusuhan kalian, Rusia akan membuat ekonomi kalian kiamat,” tegas Putin.

Kebijakan terbaru Rusia itu menyusul makin meningkatnya ketegangan eskalasi di krisis Ukraine pasca Crimea bergabung ke Rusia. Eric Draitser, seorang analisos Wall Street, dilaporkan Financial, menyebut bahwa kini Rusia men-suplay lebih dari 1/3 gas untuk Eropah.

Negara-negara Eropah sangat bergantung pada gas Rusia, sekalipun dalam beberapa tahun terakhir mereka mampu mengurangi kebergantungan ini. Saat ini keperluan gas Eropah 30 persatusnya masih berasal dari Rusia.

Tingkat keperluan  negara-negara Eropah akan gas Rusia berbeda-beda. Sebagian negara seperti Finland, Sweden, Republik Chek dan Bulgaria semua keperluan  gasnya berasal dari Rusia. Sementara Poland dan Greek memerlukan 70 peratus gas Rusia dan Austria dan Hongary 60 %, Jerman 40 %, Italy 20 %, dan Perancis 18%,  keperluan  gasnya berasal dari Rusia.

 

“Jika Amerika dan Eropah berupaya melakukan eskalasi situasi terus-menerus dan Rusia juga melakukan aksinya maka akan terjadi depresiasi Euro dan Dollar yang pada gilirannya akan mencetus kerusuhan dalam pasaran global,” ujar Eric Draitser.

Menurut Draitser, Rusia sangat mudah membuat Eropah kesulitan dalam mengakses keperluan gas.

“Saya fikir semua orang sangat ingin menghindari perang, saling tembak, terutama dengan senjata nuklir dimana Rusia jelas-jelas memilikinya. AS memilih menekan Rusia melalui  perang ekonomi, tapi Rusia punya senjata utama, yakni kekuatan suplay gas”.

 

Rusia segera naikkan harga gas 80 peratus, Kesatuan Eropah menjerit!

Janji Rusia untuk membuat negara-negara Barat-Eropah menyesal kerana mengikuti langkah Amerika Syarikat (AS), akhirnya dibuktikan. Terhitung sejak Sabtu (05/04/2014) hari ini, pemerintah Rusia menaikkan tarif kenaikan harga suplay gas ke Eropah dan Ukraine sebesar 80 peratus.

 

Aksi ini diduga sebagai jawaban atas sanksi yang diberikan AS dan Eropah kepada Rusia atas krisis di Ukraine.

 

 Kementerian Energi Rusia,Sabtu (05/04/2014) dalam pernyataan rasminya menyatakan, jika ada negara di Eropah  yang tidak sanggup dengan tarif baru itu, maka Moskow akan menghentikan suplay gas pada negara itu.

Berita dinaikkanya harga gas oleh Rusia itu langsung memantik kericuhan di kalangan pemimpin Eropah. Namun sejauh ini, belum ada pemimpin Eropah yang mengomentari kebijakan Rusia itu.

Pemerintah AS langsung bereaksi keras dengan langkah terbaru Rusia ini. Timbalan Presiden AS Joe Biden berjanji akan bekerja dengan Ukraine dan sekutu lainnya untuk mencegah negara-negara seperti Rusia menggunakan energi sebagai senjata.


“Kita akan bekerjasama dan tidak akan membiarkan Rusia menggunakan energi sebagai senjata. Kita akan bersama-sama memenuhi keperluan paling mendesak itu,” tegas Biden.

___________________

Sources: icc.wp.com/theglobalreview.com/ berbagai sumber
Shared and Editor  by Wilhelmina

ARTIKEL INI DARI BERITA YANG MASIH BERLANGSUNG

UNTUK INFO BERITA TERKINI SELANJUTNYA.

AKAN BERSAMBUNG PADA TULISAN BERIKUTNYA

TERIMAKASIH.
FortunaMedia.com

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s