Sikap Ukhuwah Kita Hanyut Kerana Nafsu Politik Serakah

Polis Mesir tangkapi massa Ikhwanul Muslimin beberapa waktu lalu (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

Isnin 29 Jamadilawal 1435 / 31 Mac 2014.

FortunaMedia.com |Sikap Ukhuwah Kita Hanyut Kerana Nafsu Politik Serakah

Mesir kembali mencatat sejarah hitam kemanusiaan. Setelah lebih dari 2000-an demonstran dibantai pasca pemakzulan Mursi, kini regim Al-Sisi yang haus darah itu memvonis mati 529 pengikut Ikhwanul Muslimin (IM). Dalam sidang yang berlangsung di Almenia, 283 km selatan Kaherah, pada Isnin (24/3/14) itu, mereka dituduh bersalah telah menyiksa seorang polis hingga maut. Padahal, berkas perkara baru masuk pada Sabtu (22/3/14).

Hakim Said Yusuf yang menjatuhkan vonis mati terhadap 529 ini, adalah hakim yang juga telah memberikan vonis bebas kepada Ketua Polis  Bani Suwaif dan beberapa perwira polis lainnya yang didakwa terlibat dalam pembunuhan sejumlah demonstran. Keputusan untuk menghilangkan nyawa ratusan orang itu dilakukan dalam sebuah sidang yang berlangsung kurang dari 2 minit!

Rekod  vonis mati berjamaah dalam waktu sedemikian singkat ini pantas menghebohkan dunia. Andai saja para panel hakim yang menvonis Datuk Seri Anwar Ibrahim bersalah dalam kes liwat baru-baru ini bersikap peduli dan jeli, Hakim Said Yusuf layak mendapat “penghargaan” sebagai hakim paling heboh, kejam sekaligus mengarut. Betapa tidak, vonis mati yang seharusnya melalui prosedur hukum yang panjang dan berliku itu dapat berlangsung dalam waktu demikian singkat tanpa kehadiran kuasa hukum/peguambela  para terdakwa.

Semenjak kudeta berdarah yang memakzulkan Mursi, regim Al-Sisi memang dikenal sebagai bulldozer pencabut nyawa bagi lawan-lawan politiknya, terutama IM. Cop-cop  teroris pun laris digunakan Al-Sisi untuk mendakwa siapapun  yang menentang kudeta, walaupun hanya penentangan itu berwujud demonstrasi damai. Jangan tanya lagi demo yang berujung bentrok(clash). Semut yang menggigit pun dicop bersalah meski ia jengkel kerana sebelumnya diinjak.

Al-Sisi memanglah sisi kemanusiaan paling gelap di Mesir. Yang tak kalah memprihatinkan, reaksi pemerintah/kerajaan dunia Islam ,tak terkecuali Malaysia terhadap keputusan hukum yang brutal terhadap 529 orang yang belum tentu bersalah itu, laksana sebuah jingle sebuah iklan: nyaris tak terdengar! Padahal, sekadar sebuah perbandingan saja, untuk 239 korban pesawat Malaysia MH370 yang naas puluhan negara antar bantuan dan cukup pantas bersikap sekaligus bertindak. Tak terkecuali turut meramaikan prediksi keterlibatan terorisme dalam kemalangan pesawat tersebut.

Sementara itu pemerintah Indonesia,agaknya terlalu sibuk dengan gendang politik menjelang pilihanraya 9 April ini cukup menyita perhatian pemerintah dan politikus sehingga lalai merespon tragedi kemanusiaan yang tak kalah buruk itu. Kerananya, mengharap perhatian pemerintah Indonesia terhadap 529 tervonis mati di Mesir, ibarat pungguk merindukan bulan.

Dan ke- 529 orang anggota Ikhwan itu pun pun harus tambah bersabar ketika suara dingin dan sepi pun menjangkiti para aktivis partai politik yang (konon) sepemikiran dengan mereka. Ribuan massa parti politik itu sanggup bergegap-gempita memutihkan stadium Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Mempunyai energi debat luar biasa besar dan hiruk-pikuk lainnya menjelang perebutan kekuasaan politik di tahun ini.

Adapun ratusan orang yang sedang antre-beratur menunggu eksekusi-hukuman mati, agaknya gemuruh badai politik dan naas pesawat MH370 ini cukup membius perhatian kita dari mereka. Penyebab sesungguhnya mereka divonis mati adalah hanya kerana mereka Muslim dan dituduh ingin menegakkan nilai-nilai Islam di bumi Nabi Musa Alaihissalam itu. Namun, gemuruh ambisi meraih kekuasaan politik duniawi lebih memekakkan telinga dan nurani kita.

_____________________

-Adaptasi dari naskah asal oleh Editorial Kiblat 30 Mac 2014
– Editor and Shared by Wilhelmina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s