Ironis! Menelusuri Sejarah May Day di Indonesia (01)


Illustrasi;Presiden Indonesia SBY

 

 

Isnin 29 Jamadilawal 1435 / 31 Mac 2014

FortunaMedia.com |Ironis! Menelusuri Sejarah May Day di Indonesia (01)

Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tarikh 1 May, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari cuti (di beberapa negara) tahunan termasuk Malaysia yang berawal dari usaha gerakan persatuan pekerja dan syarikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

Sejarah Hari Buruh

 

May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastik ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropah Barat dan Amerika Syarikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik/kilang, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Mogok pertama kelas pekerja Amerika Syarikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya ( pengurangan) jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Syarikat.

 

 (Peristiwa Haymarket, Polis menembaki para demonstran disusul dengan perlawanan dari kaum buruh)

 

Peristiwa Haymarket

Pada tarikh 1 May tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Syarikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 May.

Pada tanggal 4 May 1886. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, Polis Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang maut dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagai martir@. Sebelum peristiwa 1 May itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-mogok buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.

Hari buruh di Indonesia

Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 May ini.

Ibarruri Aidit (putri sulung D.N. Aidit-tokoh Parti Komunis Indonesia-PKI)) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Sovyet Union, sesudah dewasa menghadiri pula peringatan Hari Buruh Internasional 1 May 1970 di Lapangan Tian An Men Rspublik Rakyat Cina (RRC) pada peringatan tersebut menurut dia hadir juga Mao Zedong (Mao Tse Tong), Pangeran Sihanouk dengan istrinya Ratu Monique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Parti Komunis Tiongkok) dan pemimpin Parti Komunis Burma Thaksin B Tan Tein.

Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru-era Soeharto- hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu,tarikh 1May bukan lagi merupakan hari cuti kebangsaan Indonesia untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan kerana persatuan/gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan fahaman  komunis yang sejak kejadian peristiwa Gerakan 30September (dibaca;G30S) pada 1965 ditabukan di Indonesia.

Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktiviti subversif, kerana May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, kerana majoriti  negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tarikh 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari cuti kebangsaan.

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh para buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.

 

Kekhawatiran bahwa gerakan massa/organisasi buruh yang dimobilisasi setiap tarikh 1 May membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban awam”. Yang terjadi malahan tindakan represif para penguasa serta pihak keamanan terhadap kaum buruh, kerana mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.

 

Tahun 2006

Aksi May Day 2006 terjadi di berbagai kota di Indonesia, seperti di Jakarta, Lampung Sumatra Selatan, Makassar Sulawesi Selatan , Malang, Surabaya Jawa Timur, Medan Sumatra Utara, Denpasar Bali, Bandung Jawa Barat, Semarang Jawa Tengah, Samarinda Kalimantan Barat, ManadoSulawesi Utara, dan Batam Kepulauan Riau

Tahun 2007

Pawai Hari Buruh 1 May 2007 di Jakarta

Di Jakarta, ribuan buruh, mahasiswa, NGO/organisasi kepemudaan, dan masyarakat turun ke jalan. Berbagai titik di Jakarta dipenuhi para pengunjuk rasa, seperti Kawasan Istana Merdeka, Gedung MPR-DPR-DPD, Gedung Balai Kota dan DPRD DKI, Gedung Depnaker(Dept Tenaga Kerja) dan Disnaker(Distributor Tenaga Kerja) DKI-(Daerah Khusus Ibukota), serta Bundaran Hotel Indonesia.


   (Pawai Hari Buruh 1 May 2007 di Jakarta)

Tahun 2008

Sekitar 20 ribu buruh melakukan aksi longmarch menuju Istana Negara pada peringatan May Day 2008 di Jakarta. Mereka berkumpul sejak pukul 10 pagi di Bundaran Hotel Indonesia.

Sementara itu 187 aktivis Jaringan Anti Otoritarian dihadang dan ditangkap dengan tindakan represif oleh personel Polis Jakarta Selatan seusai demonstrasi di depan Wisma Bakrie, saat hendak bergabung menuju bundaran Hotel Indonesia

Tahun 2009

Belasan ribu buruh, aktivis dan mahasiswa dari berbagai elemen dan organisasi memperingati Hari Buruh Sedunia dengan melakukan aksi longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Negara, Jakarta. Aksi ini tergabung dalam dua organisasi payung, Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Aliansi Buruh Menggugat (ABM). Ribuan buruh yang tergabung dalam ABM, tertahan dan dihadang oleh ratusan pihak kemanan kepolisan sekitar 500 meter dari Istana Negara.

Tahun 2010

Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, ribuan pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Dari Bundaran HI, mereka kemudian bergerak ke depan Istana Negara.. Mereka menuntut akan jaminan sosial bagi buruh. Kalangan buruh menganggap penerapan jaminan sosial saat ini masih diskriminatif, terbatas, dan berorientasi keuntungan.

Tahun 2011

Ribuan buruh Indonesia merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day, Minggu (01/05) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Mereka menyerukan adanya kepastian jaminan sosial bagi para buruh di Indonesia sambil meneriakkan yel-yel perjuangan seperti “Hidup Buruh” dan “Berikan Hak-Hak Buruh,” serta mereka berpawai menuju Istana Negara.

Tahun 2012

Ketua Polis Daerah (Kapolda)Metro Jaya, Irjen Polis DR. Untung S.Rajab, Khamis 3 May 2012 menerima sejumlah tokoh persatuan syarikat buruh yang terlibat langsung pengerakan aksi demo besar-besaran di ibukota Jakarta menyambut May Day 2012 atau Hari Buruh Internasional. Tokoh buruh yang menemui Kapolda, diantaranya ketua aksi dan koordinator Lapangan. Kemudian mereka bersama Kapolda memberi keterangan media.

Bari Silitonga selaku ketua aksi pada peringatan Hari Buruh Internasioanl itu kepada wartawan mengatakan, kedatangan mereka menemui Kapolda Metro Jaya untuk memberi apresiasi positif kepada Polda Metro Jaya dan jajarannya yang telah mengawal aksi demo buruh pada Selasa 1 May 2012, sehingga aksi buruh dapat berjalan lancar, tertib dan aman, tanpa mendapat gangguan sampai selesai.

Meskipun tuntutan persatuan/syarikat buruh hanya sebagaian kecil mendapat tanggapan positif dari Pemerintah, Mengenai tuntutan buruh yang belum tercapai, itu akan terus diperjuangkan buruh dan tidak akan pernah berhenti, kata Bari Silitonga.

 

“Aksi buruh 1 May kemarin merupakan bukti, bahwa aksi demo tidak identik dengan kerusuhan. Saya selaku pimpinan Polda Metro Jaya pada berterima kasih dan member apresiasi kepada buruh. Saya juga berterima kasih dan member apresiasi kepada mahasiswa yang pada hari buruh internasional kemarin ikut melakukan aksi demo, tapi tetap tertib”, kata Kapolda Metro PesuruhJaya Polis DR. Untung S.Rajab

Lebih lanjut Kapolda Metro Jaya mengatakan, bahwa buruh yang tergabung diberbagai syarikat buruh adalah aset negara. Mereka patut dihargai dan berhak mendapat pelayanan yang baik dari pemerintah, termasuk dari para polis. Oleh kerana itu, jajaran kepolisan pada peringatan hari buruh kemarin mengawal aksi demo buruh agar tidak mendapat gangguan dari pihak luar, dan kerjasama buruh dengan Polri pada May Day 2012 cukup baik. Apa yang telah diperlihatan buruh melalui aksi demonya, patut dicontoh, kerana aksi demo tidak identik dengan kekerasan atau kerusuhan

 

Tahun 2013

Pemerintah Indonesia akan menjadikan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 May sebagai hari cuti kebangsaan. Menurut rencana, hal itu akan dimulai pada 2014

Bersambung,
________________

Kamus bahasa;
martir@ maknanya;
Martir (bahasa Inggris: martyr) adalah sebuah kata yang berasal dari Bahasa Yunani, yaitu μαρτυρ, artinya “saksi” atau “orang yang memberikan kesaksian”. Kata ini umumnya dipakai untuk orang-orang yang berkorban, seringkali sampai mati, demi kepercayaannya.  Dalam agama Islam digunakan kata bahasa Arab, syahid, untuk merujuk kepada makna yang sama.

_________________
Pustaka;

wikipedia.org/pelbagai sumber
Editor and Shared by Wilhelmina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s