#SaveCeremai; Eksplorasi Harus DiStop atau Dihentikan![02]


                                              (Gunung Ceremai)

Sabtu 27 Jamadilawal 1435 / 29 Mac 2014

 

 

FortunaMedia.com |#SaveCeremai; Eksplorasi harus di stop atau dihentikan!

Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah/eja-tulis -dinamakan “Ciremai”) adalah gunung berapi kerucut yang secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat

Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rasa masam), namun seringkali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan(Jawa  Barat yang menggunakan awalan ‘ci-‘ untuk penamaan tempat[1]

 

 

 

text-align: center;”>(Ilustrasi Pembangkit Elektrik Tenaga Panas Bumi-projek Geothermal)

 

Keanekaragaman hayati-Gunung Ceremai

1) Vegetasi

Hutan-hutan yang masih alami di Gunung Ceremai tinggal lagi di bagian atas. Di sebelah bawah, terutama di wilayah yang pada masa lalu dikelola sebagai kawasan hutan produksi  Jabatan Perhutanan, hutan-hutan ini telah diubah menjadi hutan pinus (Pinus merkusii), atau semak belukar, yang terbentuk akibat kebakaran berulang-ulang dan penggembalaan. Kini, sebagian besar hutan-hutan di bawah ketinggian … m dpl. dikelola dalam bentuk wanatani (agroforest) oleh masyarakat setempat.

Sebagaimana lazimnya di pegunungan di Jawa, semakin seseorang mendaki ke atas di Gunung Ceremai ini dijumpai berturut-turut type-type hutan pegunungan bawah (submontane forest), hutan pegunungan atas (montane forest) dan hutan subalpin (subalpine forest), dan kemudian wilayah-wilayah terbuka tak berpohon di sekitar puncak dan kawah

2) Margasatwa

Keanekaragaman satwa di Ceremai cukup tinggi. Penelitian kumpulan pecinta alam Lawalata IPB-Institut Pertanian Bogor di bulan April 2005 mendapatkan 12 spesies amfibia (kodok dan katak), berbagai jenis reptilia seperti bunglon, cecak, kadal dan ular, lebih dari 95 spesies burung, dan lebih dari 20 spesies mamalia.

Beberapa jenis satwa itu, di antaranya:

Dibalik kekayaan khazanah alam dan margasatwa di Gunung Ceremai yang penulis bentangkan diatas.Apakah Anda dan para pencinta alam serta khazanahnya tak akan merasa bimbang.?!  Akan di-eksplorasinya kawasan pergunungan Ceremai dengan penuh kerakusan oleh  para pemodal asing bermazhab neo-liberalism yang hanya mementingkan semata keuntungan tanpa peduli kemusnahan dan kerosakan alam dipersekitarannya.

Sementara itu penelitian penulis. Isu soal rencana eksplorasi pengembangan panas bumi di wilayah Gunung Ciremai dinilai masyarakat sangat tertutup, dan tidak ada keterbukaan informasi. Selama ini baru dilakukan dua kali sosialisasi yang dilakukan oleh PT. Chevron Geothermal Indonesia sebagai pemenang tender projek pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) sejak tahun 2012.

“Banyak hal ganjil terjadi dan masyarakat sekitar Gunung Ceremai. Masyarakat sudah capek dengan kebohongan yang dilahirkan dari perselingkuhan pemerintah dengan perusahaan asing, sehingga masyarakat dan alam sekitar menjadi tumbal keserakahan,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Politik (LKP) Moestopo, Didik Triana Hadi kepada MediaOkezone, Khamis (6/3/2014).


Walaupun PT. Chevron Geothermal Indonesia sudah ditetapkan sebagai pemegang tender sejak tahun 2012, lanjutnya, tapi hingga kini tidak ada yang namanya Free Prior Informed consent (FPIC) atau Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA). “Sebagai syarat yang penting bertujuan untuk mengakomodir- accommodatehak warga adat atau masyarakat setempat dan memberikan manfaat bagi mereka,” imbuhnya.

Sejak tahun 2004 ketika kawasan Gunung Ceremai alih fungsi dari hutan lindung menjadi kawasan taman nasional/negara  melalui SK menhut (mentri perhutanan) RI No.424/menhut-II/2004 tanggal 19 oktober 2004. “Masyarakat saja sudah tergusur dari tanahnya sendiri dimana masyarakat tidak dapat lagi menempati dan mengelola di kawasan Gunung Ceremai tersebut yang tata pengelolaannya sudah sangat baik,” katanya.

Eksplorasi di lokasi tersebut yang sudah pasti akan memberikan efek bagi masyarakat dan ekosistem lingkungan harus segera diselesaikan dengan mekanisme dan prosedur yang harus dilakukan salah satunya pelaksanaan FPIC yang harus melibatkan warga sekitar seandainya itu tak dilakukan maka Eksplorasi harus di stop atau dihentikan.!!![2]

 

“Warga masyarakat sekitar mencium ada aroma yang tidak sehat yang terjadi didaerahnya mulai dari tahun 2004 yang merobah fungsi hutan, pada tahun 2006 terjadi usulan/cadangan dari Pemerintah Daerah  Jawa Barat ada tujuh wilayah yang diupayakan untuk energi panas bumi, dan yang terakhir pada tahun 2012 saat ditetapkannya pemenang tender projek pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP),” tutupnya.

SESUNGGUHNYA isu penjualan Gunung Ceremai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ke syarikat minyak asal Amerika, Chevron Corporation, menimbulkan protes keras masyarakat. Bahkan rencana tersebut, mengancam penggusuran masal-besar- besaran terhadap sembilan daerah perkampungan  di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat

 

Artikel berkaitan sebelumnya:

https://helmysyamza.wordpress.com/2014/03/29/saveceremai-benarkah-indonesia-jual-gunung-
ceremai-kepada-chevron01/

*****

Relakah Anda Ceremai digadai seharga 60.Trilion IDR?
Indonesia Bak Tetamu di Negeri Sendiri,
Mengunggah Senyum Walau Sebenarnya Geram,
Kaku Saat Tanah Emas Papua dikuras Freeport,
Kelu saat Blok Cepu di Ratah Exon.
Dan Sekarang Chevron Siap Membuat CACAT Ceremai. #SaveCeremai.

_____________

 

Pustaka;
[1] wikipedia.org/wiki/Gunung_Ceremai
[2] mediaokezone.com

Written and Shared by Wilhelmina

———————————-

Artikel tentang isu Gunung Ceremai ini akan berlanjutan terus ke artikel berikut hingga muncul kesahihan fakta dan datanya bukan hanya sekadar berita hoax .InsyaAllah

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s