#PrayForMH370:Kargo Bateri Mudah Terbakar di Pesawat MAS yang Hilang


Team dari 26 negara membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370.(Reuters)

Sabtu 20 Jamadilawal 1435 / 22 Mac 2014

FortunaMedia.com |#PrayForMH370:Kargo Bateri Mudah Terbakar di Pesawat MAS yang Hilang

Satu lagi fakta terungkap terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines berkod penerbangan #MH370 yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014). Fakta baru ini adalah muatan kargo pesawat. Malaysia Airlines, Juma’at (21/3/2014), mengakui penerbangan itu mengangkut bateri lithium yang mudah terbakar.

Laman harian Daily Mail mengatakan, CEO Malaysia Airlines Ahmad Jauhari mengakui soal muatan bateri lithium tersebut, Juma’at, hanya empat hari setelah dia menyangkalnya. Muatan ini menguatkan dugaan pesawat meletup  dan bateri tersebut menjadi kemungkinan pencetusnya.

Jauhari mengatakan, pihak berkuasa saat ini sedang menyelidiki muatan kargo pesawat. Namun, ujar dia, mereka mengatakan, muatan bateri itu tidak berbahaya, meskipun regulasi menggolongkan bateri sebagai muatan berbahaya. Alasan Jauhari, bateri tersebut sudah dikemas sesuai peraturan penerbangan.

Pengungkapan ini menguatkan dugaan kebakaran pesawat dan isi kabin menghirup asap beracun darinya. Bateri lithium-ion adalah peranti yang dipakai di laptop dan telefon genggam. Sejumlah kejadian terkait kebakaran di dalam pesawat memiliki kaitan dengan bateri sejenis itu dalam beberapa tahun terakhir.

Empat hari sebelumnya, Isnin (17/3/2014), Jauhari menyangkal soal muatan bateri. Dia justru mengatakan pesawat yang hilang itu membawa buah manggis. “Dalam jumlah besar, sekitar tiga sampai empat tan manggis,” ujar dia yang saat itu mengundang tawa dari para wartawan yang meliput sidang media.

Dalam pernyataannya, Juma’at, Jauhari mengatakan, “Kami membawa beberapa bateri lithium-ion (berukuran) kecil, bukan bateri besar, dan pada dasarnya (muatan itu) disetujui ICAO (organisasi penerbangan awam internasional) sebagai barang-barang berbahaya.”

Data dari federasi penerbangan Amerika Syarikat (FAA), bateri berbahan lithium-ion dalam kargo telah bertanggung jawab atas lebih dari 140 insiden penerbangan dalam kurun Mac 1991 hingga 17 Februari 2014, sebagaimana dikutip oleh Malaysiakini.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, pesawat hancur setelah terbakar, bermula dari perangkat bateri itu sekalipun alat tersebut sudah dikemas sesuai aturan dan masuk ke dalam kargo. Setidaknya ada dua kejadian.

Satu kes insiden  dicetuskan bateri adalah kecelakaan penerbangan UPS Airlines 6 yang jatuh saat mencoba mendarat darurat pada September 2010. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Dubai menuju Cologne, Jerman.

Penerbangan MH370 milik Malaysia Airlines hilang kontak dan belum ditemukan sampai sekarang sejak 8 Mac 2014. Kontak terakhir antara kokpit dan menara kontrol lalu lintas udara terjadi tak lebih dari dua jam sejak pesawat melintasi landasan pacu (the runway)..

Minggu ini, harapan baru titik terang keberadaan pesawat datang dari Australia. Perdana Menteri Australia Tony Abbot, Khamis (20/3/2014), mengatakan citra satelit komersil mendapatkan gambar dua puing di kawasan selatan Samudra Hindi yang diperkirakan berhubungan dengan pesawat yang hilang.

Namun, upaya pencarian hingga hari kedua masih mendapatkan hasil nihil. Pesawat pencari canggih yang diterbangkan ke koordinat sebagaimana citra satelit tertanggal 16 Mac 2014 tersebut belum mendapatkan satu pun tanda keberadaan puing. Pencarian juga terkendala jauhnya lokasi itu, yang perlu empat jam penerbangan untuk mencapainya menggunakan pesawat sekelas P3-Orion.

Billie Vincent, mantan ketua keamanan FAA, mengatakan, pengungkapan kargo bateri tersebut semakin meyakinkannya bahwa ada api di pesawat bermula dari “bagasi”. Api inilah yang diduga menghancurkan peralatan komunikasi pesawat, sekaligus “mengirimkan” asap beracun ke kabin.

Meski demikian, sebagaimana dikutip Daily Mail, Vincent berpendapat asap tersebut memang dapat melumpuhkan penumpang, tetapi seharusnya pilot masih punya kesempatan melakukan pendaratan darurat. Dia pun mengatakan berdasarkan semua informasi yang sudah muncul sejauh ini, kemungkinan besar pesawat mengalami masalah dan pencetusnya adalah bahan-bahan berbahaya.


Sementara itu, Presiden ketiga Indonesia yang juga dikenal luas di kalangan internasional sebagai pakar rancang bina pesawat, BJ Habibie, menduga pesawat meletup di ketinggian 10 kilometer alias 35.000 kaki. Dia menolak menyebutkan dugaan penyebab ledakan, tetapi menyinggung pula kemungkinan permasalahan dengan masih penuhnya bahan bakar ketika pesawat hilang kontak.

Baca juga artikel ini;

https://helmysyamza.wordpress.com/2014/03/22/prayformh370last-talkstranscript-mh370-missing-aircraft/
———————-
Sumber;
internasional.kompas.com
Editor by Wilhelmina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s