Indonesia Tolak Referendum Crimea, Bagaimana dengan Timor Timur?

Menteri Luar Negeri Indonesia-Marty Natalegawa

 

Sabtu 20 Jamadilawal 1435 / 23 Mac 2014
Editor by Wilhelmina

 

FortunaMedia.com |Indonesia Tolak Referendum Crimea, Bagaimana dengan Timor Timur?

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negri dengan tegas menolak hasil referendum rakyat Crimea yang memilih bergabung dengan Rusia.

Tindakan yang dilakukan pemerintahan Vladimir Putin atas Crimea merupakan pelanggaran kedaulatan dan keutuhan wilayah Ukraine, demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa.

“Kita selalu menjunjung tinggi prinsip kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh kerana itu, tentu ini juga berlaku di Ukraine. Kita tidak bisa menerima langkah apapun juga yang melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah dari Ukraine,” tegas Marty Natalegawa di Pejabat Presiden, Jakarta pada Rabu, 19/03/14.

Menurut Marty, Indonesia selalu mengedepankan prinsip kedaulatan negara. Indonesia juga mengedepankan prinsip penghormatan dan demokrasi serta kepatuhan terhadap konstitusi.

“Kita senantiasa tidak ingin melihat perubahan sebuah pemerintahan yang sebenarnya terpilih secara sah melalui pilihanraya digulingkan melalui aksi demonstrasi yang tidak konstitusional.”

 

“Crimea dan Ukraine itu kan secara sepihak, unilateral, satu kelompok manusia, itu tidak bisa kita terima,” ujarnya.

Nampaknya Menteri Marty lupa ketika Timor Timur masih menjadi bagian Republik Indonesia melalui referendum memilih untuk menjadi negara merdeka. Dengan logika yang sama, seharusnya hingga saat ini Timor Timur masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI), kerana referendum Timor Timur waktu itu bertentangan dengan hukum internasional dan mencederai negara berdaulat Republik Indonesia?.

 

Bukankah Kesatuan Eropah dan Amerika Syarikat telah melakukan kudeta secara efektif terhadap sebuah negara berdaulat di Ukraine yang dipilih secara sah oleh rakyatnya sebelum referendum?.

Bukankah Amerika Syarikat telah melanggar perjanjian Ukraine sebelum terjadi referendum di Crimea dengan menggulingkan presiden sah yang dipilih secara demokratik?

Bukankah penggulingan Presiden Ukraine, Viktor Yanukovych adalah kudeta? Dan AS beserta sekutunya membiayai kudeta itu, persis saat AS membiayai dan membidani pemisahan Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia?

————————————-
sumber:
theglobalreview.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s