#PrayForMH370:Adam Air hilang,tiga hari muncul petunjuk

Team Angkatan Udara Indonesia melakukan persiapan di Medan sebelum diterjunkan ke Selat Malaka.

 

Khamis 11 Jamadilawal 1435 / 13 Mac 2014

FortunaMedia.com|#PrayForMH370:Adam Air hilang,tiga hari muncul petunjuk

Hingga hari keenam setelah pesawat Malaysia Airlines dinyatakan hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing belum ditemukan tanda-tanda lokasi pesawat, sementara ketika Adam Air hilang pada 2007, tiga hari sudah ditemukan potongan-pesawat.

Penyelidik senior Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)Indonesia  Prof. Dr. Mardjono Siswosuwarno, yang mengendalikan  penyelidikan jatuhnya pesawat Adam Air di perairan Majene, Sulawesi Barat pada 1 Januari 2007, mengatakan kunci utama adalah plot radar yang diambil dari empat atau lima titik.

 

Dari titik-titik tersebut kemudian ditentukan lokasi titik kira-kira titik terakhir pesawat terbang yang hilang dalam penerbangan dari Surabaya ke Manado.

“Kemudian ada search (pencarian) kapal laut maupun udara. Yang sangat menguntungkan adalah ditemukannya potongan elevator yang menyangkut dijaring-pukatnya nelayan,” kata Profesor Mardjono, Kamis (13/03).

Penemuan potongan itu terjadi pada hari ketiga setelah pesawat Adam Air dinyatakan hilang dan pada hari kelima muncul meja makan dari pesawat.

Semua kebingungan

Beberapa minggu kemudian Indonesia mendatangkan kapal khusus Amerika Syarikat yang ditempatkan di Filipina. Kapal menggunakan sonar dan hydrophone untuk menangkap ULC- Underwater Locator Beacon atau pinger.

“Alat itu menempel pada black boxes dan memancarkan terus menerus suara ping, ping, ping selama 30 hari. Nah dari itu ditangkap atau dapat dikesan,” jelasnya.

Fokus pencarian ini membuahkan hasil kerana team pencari akhirnya berhasil menemukan lokasi pesawat terbang di kedalaman sekitar 2.000 meter dari permukaan laut.

Dalam kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 dari Kuala Lumpur ke Beijing yang hilang pada Sabtu (08/03), pihak berkuasa  Malaysia semula memusatkan pencarian di wilayah Laut Cina Selatan, tempat kira-kira pesawat melakukan kontak terakhir dengan menara pengawas.

Beberapa hari kemudian, keluasan kawasan  pencarian diperluas dan bahkan dialihkan ke Selat Malaka atas dugaan pesawat berbalik arah menuju Kuala Lumpur.

Namun muncul kebingungan setelah Ketua Angkatan Udara Malaysia  Rodzali Daud membantah pernyataan bahwa pesawat Malaysia Airlines yang hilang terlacak radar militer ke Selat Malaka atau jauh dari route penerbangan ke Beijing.


  Sebagian keluarga penumpang warga negara Cina yang telah tiba di KLIA.

Rodzali Daud mengatakan laporan yang oleh media dikatakan berasal dari dirinya itu tidak benar, meski ada kemungkinan bahwa pesawat sempat balik arah.

 

Hingga hari keenam, jejak pesawat Malaysia Airlines belum ditemukan meskipun dilakukan pencarian skala besar yang melibatkan beberapa belasan negara.

 

Menurut Profesor Mardjono, penyelidik senior KNKT, benda-benda yang diperkirakan muncul ke permukaan bila pesawat jatuh ke laut antara lain kepingan pesawat, tempat duduk dan tempat makan.

Adapun beg-suitcase/holdall, beg tangan dan baju biasanya sudah hancur.
___________________
Written by Rohmatin Bonasir/bbc.co.uk
Editor by Wilhelmina (Malaysia)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s