POLRI Tangkap Sindiket Pembobol ATM asal Malaysia


Enam orang warga Malaysia yang tergabung ke dalam sindiket pencurian data dan pembobol ATM ditangkap Bareskrim Polri, Isnin (3/3/2014). Keenam orang tersebut ditangkap saat akan menyeberang dari Medan, Sumatera Utara ke Johor Baru, Malaysia via Singapura melalui Pelabuhan Batam Center, Batam-Foto by kompas.com

Isnin 1 Jamadilawal 1435 / 3 Mac 2014

FortunaMedia.com |Uang Ratusan Juta Disita dari Sindiket Pembobol ATM asal Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polis Republik Indonesia (POLRI) menangkap enam sindiket asal Malaysia yang membobol anjungan tunai mandiri (automatic teller machines-ATM) di Indonesia. Dalam penangkapan tersebut, polis juga menyita uang sebanyak IDR 726 milion.


Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto mengatakan, uang tersebut disita saat para tersangka hendak menyeberang dari Pelabuhan Batam Center ke Johor Baru, Malaysia, Jumat (28/2/2014). Uang yang disita petugas itu dalam bentuk pecahan mata uang asing, seperti dollar Amerika, dollar Singapura, dan bath Thailand.

“Uang yang disita dalam bentuk Rp 26 juta, 63.000 dollar Singapura, 6.000 uang dollar AS, dan 600 bath Thailand sehingga kalau dikurskan ke mata uang rupiah jumlahnya mencapai IDR 726 milion ,” kata Arief di MarkasBesar POLRI, Isnin (3/3/2014).

Selain uang, polis  juga menyita sejumlah barang bukti lain, yakni 11 unit telepon genggam, 14 sim card berbagai provider, sebuah iPad, sebuah laptop, 24 kad ATM, enam buah pasport, dan enam kad tanda pengenal (I/C)

Pihak Polis Indonesia  memperoleh adanya informasi dari Bank BCA mengenai kegiatan transaksi haram terhadap 112 ATM milik pelanggannya pada 25 Februari 2014. Akibat perbuatan pelaku, BCA mengalami kerugian hingga IDR 1,2 bilion.

Dari hasil penyelidikan yang terhadap rakaman kamera CCTV, diketahui bahwa pelaku berjumlah 21 orang yang terdiri dari 18 orang lelaki, dua wanita, dan seorang kanak-kanak. Polis kemudian berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk mencegah pelaku tidak melarikan diri

Pada 28 Februari 2014, Pejabat  Imigrasi Batam di Pelabuhan Batam Center mendeteksi keberadaan enam orang sesuai informasi yang telah disebar. “Kemudian, team Bareskrim pergi ke Batam, langsung bergabung teman-teman Direktorat Jeneral  Imigrasi di sana dan mengamankan enam orang tersebut,” kata Arief.

Akibat perbuatannya, para pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka itu dapat disabitkan dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian, Pasal 48 jo Pasal 32 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s