Krisis Ukraine;Awal Perang Dunia Ketiga?

Isnin 1 Jamadilawal 1435 / 3 Mac 2014

Editor by Wilhelmina

FortunaMedia.com |Krisis Ukraine;Awal Perang Dunia Ketiga?

Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut dan memenangkan persetujuan parlimen negaranya pada hari Sabtu (1/3/2014) untuk menginvasi( menceroboh)Ukraine. Sementara itu, pemerintahan baru Ukraine memperingatkan kemungkinan perang dan menempatkan pasukannya dalam siap-siaga tinggi serta meminta bantuan NATO.

Vladimir Putin Leaders & Revolutionaries
Image by time.com

Pernyataan terbuka Putin tentang hak untuk mengirim pasukan ke negara berpenduduk 46 juta di Eropah Tengah itu menciptakan konfrontasi terbesar antara Rusia dan Barat sejak Perang Dingin.

Perdana Menteri Ukraine, Arseny Yatseniuk, yang memimpin pemerintahan setelah mengambil alih kekuasaan dari sekutu Moskow, Viktor Yanukovich, yang melarikan diri minggu lalu, mengatakan, tindakan militer Rusia itu “akan menjadi awal perang dan akhir dari setiap hubungan Ukraine dan Rusia”.

                           –Prime Minister  Arseniy Yatsenyuk | Photo credit: MarcoResidori,Foter.com-

Pemangku  Presiden Ukraina, Oleksander Turchinov, memerintahkan pasukan untuk ditempatkan pada siaga tempur tinggi.

Menteri Luar Negeri Andriy Deshchytsya mengatakan, ia telah bertemu dengan para pegawai Eropah dan AS, serta mengirim permintaan kepada NATO untuk “mengkaji segala kemungkinan untuk melindungi integriti teritorial dan kedaulatan Ukraine”.

Langkah Putin itu merupakan penolakan langsung terhadap para pemimpin Barat yang berulang kali mendesak Rusia untuk tidak melakukan intervensi.

Termasuk Presiden AS Barack Obama, yang sehari sebelumnya menyampaikan pidato di televisyen  guna memperingatkan Moskow soal “kos” jika Rusia beraksi.

Pasukan tanpa lencana di seragam mereka, tetapi diyakini tentara Rusia,  menggunakan beberapa   kendaraan dengan nombor plat Rusia, telah menyerbu Crimea, sebuah semenanjung terpencil di Laut Hitam di Armada Laut Hitam Rusia bermarkas. Pihak berwenang baru di Kiev tidak berdaya untuk menghentikan mereka

                             -Tentara bersenjata berdiri di luar sebuah pos penjaga perbatasan Ukraine di kota Balaclava, Crimea


                                     -Lokasi Krimea (hijau gelap) sehubungan dengan Ukraine (warna hijau) di peta Eropah. (wikimedia.org).

Crimea atau Krimea (/kraɪˈmiːə/), atau Republik Otonom Krimea (Автономная Республика Крым, Avtonomnaya Respublika Krym), merupakan sebuah republik di Ukraine yang memiliki luas wilayah 26.200 km² dan populasi 1.994.300 jiwa (2005). Ibu kotanya ialah Simferopol.

Pada akhir tahun 1917 di Krimea, setelah selama bertahun-tahun bergolak Perang Saudara Rusia, akhirnya tercapai kemerdekaan Republik Rakyat Krimea.

Tetapi negara ini berumur pendek kerana pada Januari 1918, republik ini diduduki oleh Bolshevik, yang merupakan kelompok radikal dari Parti Buruh Sosial-Demokrat Rusia pimpinan Vladimir Lenin yang menghendaki cara-cara perubahan secara revolusioner dengan pimpinan pusat yang ketat. Kelompok ini mendirikan Parti Komunis Rusia pada tahun 1912.

Pada tahun 1917, kelompok Bolshevik bersama kaum buruh dan serdadu merah mengambil alih kekuasaan di Rusia yang saat itu dibawah otokrasi Tsar Nikolai II. Peristiwa ini dikenal sebagai Revolusi Bolshevik atau Revolusi Rusia.

Antara 1921 dan 1945 wilayah ini berada di Daerah Otonomi Krimea Republik Sosialis Soviet, yang termasuk bagian dari SFSR (Rossiiskaya Sovetskaya Federativnaya Sotsialisticheskaya Respublika) atau Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia(
Soviet Union)

Dari 1945, status otonomi dicabut dan republik berubah ke Oblast Krims. Pada tahun 1954, Krimea secara keseluruhan selama pemerintahan Nikita Khrushchev wilayah ini ditransfer dari Rusia ke Ukraine.

Pada bulan Januari 1991 majoriti penduduk melalui referendum menyerukan untuk pembentukan Republik Otonomi Krimea di dalam  Soviet Union .

Dengan runtuhnya Soviet Union pada tahun 1991, Krimea menjadi bagian dari negara merdeka baru Ukraine, kerana sebagian besar etnik  di Krimea didominasi etnik Rusia setelah program transmigrasi (resettlement/perpindahan tempat tinggal) dari Rusia hal ini menyebabkan beberapa ketegangan antara Ukraine  dan Rusia.

Pada tarikh 6 Mei 1992 parlimen di Simferopol mengambil konstitusi terpisah untuk Republik yang baru terbentuk dari Crimea.

Hal itu juga disepakati bahwa Republik Krimea sebagai sebuah republik otonomi  dalam Ukraine  akan terus berlanjut.

Sejak itu Republik Krimea atau Republik Otonomi Qirim memiliki senjata dan bendera sendiri.

Presiden Barack Obama telah menyampaikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Rusia telah melanggar hukum internasional dengan mengirimkan pasukan ke Ukraine.

Dalam sebuah pembicaraan telepon selama 90 minit pada Sabtu, White House mengatakan, “Obama menyatakan keprihatinan yang mendalam terkait pelanggaran nyata Rusia terhadap kedaulatan dan integriti  teritorial Ukraine itu.”

White House mengatakan, AS menangguhkan persiapan bagi sebuah pertemuan negara-negara industri di Rusia pada Jun  mendatang.


-Presiden AS Barack Obama terlihat menundukkan kepala saat Presiden Vladimir Putin berjalan di depannya setelah sebelumnya ia berbincang sebentar dengan Barack Obama. Aksi perang dingin itu disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat pertemuan G20 di St. Petersburg, Russia. (AFP)

“AS menyerukan kepada Rusia untuk meredakan ketegangan dengan menarik kembali pasukannya ke pangkalan di Crimea dan menahan diri dari campur tangan di wilayah lain di Ukraine,” tegas pernyataan White House.

Obama memperingatkan bahwa pelanggaran kedaulatan Ukraine “akan berdampak negatif pada posisi Rusia dalam komuniti  internasional,” dan bahwa Amerika “akan menangguhkan partisipasi dalam pertemuan untuk G-8 mendatang,” kata pernyataan itu.

Rusia raih kontrol

Pasukan Rusia memperkuat kontrol mereka atas Crimea dan demo-rusuhan menyebar ke wilayah lain Ukraine, Sabtu. Para demonstran pro-Rusia bertembung  dengan para penyokong pemerintah baru Ukraine dan mengibarkan bendera Rusia di atas gedung-gedung pemerintah di beberapa bandar.

“Ini mungkin situasi yang paling berbahaya di Eropah sejak Soviet menginvasi Cekoslowakia tahun 1968,” kata seorang pegawai Barat yang tidak mau disebut namanya.

“Secara realistik, kita harus  menganggap Crimea berada di tangan Rusia. Tantangannya sekarang adalah untuk mencegah Rusia mengambil alih wilayah berbahasa Rusia di Ukraine Timur,” lanjutnya.

Putin meminta parlimen untuk menyetujui penggunaan pasukan “terkait situasi luar biasa di Ukraine, ancaman terhadap kehidupan warga Federasi Rusia, rakan-rakan kita” dan untuk melindungi Armada Laut Hitam di Crimea.

Majelis tinggi parlimen Rusia secara cepat dan dengan suara bulat menyatakan “setuju” atas permintaan itu. Hal itu ditayangkan langsung di televisyen.

Negara-negara Barat pun bergegas memberi tanggapan, tetapi hal itu sebatas pada kata-kata. Seorang pegawai AS mengatakan, Menteri Pertahanan Chuck Hagel telah berbicara dengan mitra Rusia-nya, Sergei Shoigu. Pegawai itu mengatakan, sejauh itu belum ada perubahan dalam postur militer AS.

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/aa/Flag_of_Crimea.svg/320px-Flag_of_Crimea.svg.png

Flag of Crimea

Ketua urusan luar negeri Kesatuan Eropah, Catherine Ashton, mendesak Moskow untuk tidak mengirim tentara. Menteri Luar Negeri Sweden, Carl Bildt, mengatakan, itu “jelas melanggar hukum internasional”. Presiden Ceko Milos Zeman menyamakan krisis itu dengan invasi tahun 1968 ke Cekoslowakia.

“(Ada) keperluan  mendesak untuk meredakan ketegangan di Crimea,” kata Sekretaris Jeneral NATO, Anders Fogh Rasmussen, via kicauan di Twitter. “Para sekutu NATO terus berkoordinasi secara erat.”

Sementara itu, Putin mengatakan, permintaannya terkait otorisasi penggunaan kekuatan di Ukraine akan berlangsung “sampai terjadi normalisasi situasi sosial-politik di negara itu”.

Justifikasinya, yaitu keperluan untuk melindungi warga Rusia, sama seperti yang ia gunakan saat melancarkan invasi ke Georgia tahun 2008.

                                  -Demo protes di Ukraine-

Sejauh ini belum ada tanda-tanda aksi militer Rusia di Ukraine di luar Crimea, satu-satunya wilayah negara itu yang berpenduduk majoriti etnik Rusia, dan sudah sering menyuarakan niat untuk memisahkan diri.

Sementara itu di Independence Square di pusat kota Kiev, di mana para demonstran telah berkemah selama berbulan-bulan saat melawan Yanukovich, sebuah filem Perang Dunia II tentang Crimea sedang ditampilkan di layar raksasa, ketika Yuri Lutsenko, mantan menteri dalam negeri, mencelah  untuk mengumumkan keputusan Putin. “Perang telah tiba,” kata Lutsenko. Ratusan warga Ukraine di alun-alun itu pun bernyanyi, “Kemuliaan bagi para pahlawan. Kematian bagi para penjajah”.

Sumber:
kompas.com/icc.wordpress.com

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s