Abu Azzam Tokoh Islamic Centre Krakow Poland

Pic: Masa Awal Memulai Aktiviti Masjid Krakow ; Abu Azzam dan Brother Doctor Hayssam

Isnin 1 Jamadilawal 1435 / 3 Mac 2014

Editor by Wilhelmina

FortunaMedia.com |Abu Azzam al-Indonesii : “Islamic Centre Krakow Pasti Dijaga oleh Allah SWT”

DI celah  kesibukannya mengatur urusan administrasi perpindahan dari negara Poland, yang kemudian berpindah lagi dari Kuwait menuju Malaysia, Abu Azzam menerima email dan pesan dari akaun skype pribadinya,

“Brother, Islamic Centre baru saja menambahkan ruangan untuk belajar dan perluasan dapur sebagai stok persiapan makanan halal untuk ummat Islam di Krakow. Betapa Krakow berbeda tanpamu, dan keluargamu yang menjadi pemberi semangat…Rindukah engkau dengan Krakow? Bila lagi mengunjungi kami?”

Abu Azzam al-Indonesii yang dikenal dekat oleh masyarakat Krakow serta disegani oleh para polis dan agen Intel Poland ini mengungkapkan bahwa segala yang berlaku pasti berada dalam kondisi terbaik yang telah diatur Allah SWT.

“Tentu, saya dan keluarga sangat merindukan kalian di Krakow. Bahkan anak-anak kami lahir dan tumbuh kembangnya di tempat sejuk itu, hingga sampai sekarang harus menyiapkan menu keju, apel dan roti. Alhamdulillah, saya amat bahagia mendengar berita kalian, khabar tentang kemajuan Islamic Centre dan aktiviti masjid kita, ingatlah bahwa semuanya adalah kerana Allah, semua yang kita lakukan hanya untuk meraih keridhaan Allah azza wa jalla.” sosok optimis ini menorehkan secuil nasehat.

Di zaman internet ini, kemudahan untuk saling bertukar informasi sangat terasa. Peran aktif dan perhatian serta empati kepada saudara-saudari jauh pun dapat kita tunjukkan dengan berbagai cara.

Abu Azzam yang dikenal pendiam namun tegas ini, mengingat sesaat bahwa Allah SWT memang amat cantik mengatur senario hidup, termasuk saat keluarganya berada di Krakow—yang ternyata merupakan wasilah bagi masyarakat tempatan  untuk mengetahui al-Islam lebih dekat, bahkan menorehkan sejarah Islamic Centre (yang dirasa mustahil bagi banyak pihak muslim sendiri, kerana kuatnya akar katholik orthodok di negeri itu).

Ternyata pernikahan di usia muda, menyandang status sebagai ayah saat usianya masih 21 tahun, perjalanan di luar negeri saat usia baru menuju 23 tahun, serta kesabaran menghadapi anak-anak balita(bawah lima tahun)  dalam rumah tangga muda merupakan dakwah efektif yang sangat berkesan di hati masyarakat muslim Poland secara khusus, bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-teman pribumi Krakow secara umum, dalam lingkup  area rumah maupun rakan kerja di pejabat beliau.

                                   (Foto Kenangan Krakow)

Tatkala Abu Azzam mempersiapkan kepindahan ‘sementara’ dari Krakow (kerana qadha’ dan qadarullah masih memungkinkan buatnya sekeluarga untuk kembali ke Krakow suatu hari nanti), ternyata tepat hadirnya brother Yusuf  yang masih belia, dan bertanya tentang cara khotbah jum’at  serta mulai lebih meluangkan waktu untuk disiplin diri dalam mengatur banyak hal di masjid (sekaligus kewajiban di tempat kerja).

 

Begitu pun sisi muslimah di Krakow, ternyata sister Anetta Aisha (yang telah dianggap bagai kakak kandung sendiri) merupakan sosok yang dapat diandalkan dan sangat berkomitmen dalam kerja-kerja fisik demi dakwah islam di Krakow.
Apalagi sahabat-sahabat muhsinin di berbagai negara, tetaplah Allah SWT bukakan pintu hati mereka untuk senantiasa berempati dan menjalin silaturrahim dengan para muslim di Krakow. Masya Allah…

                                                          (Sisters Krakow)

Pesan pertama Abu Azzam yang tertulis dalam website resmi Islamic Center Krakow, masih terus tampil sebagai lembaran  pertama media muslim disini, “Muslim Center di Krakow didirikan pada tahun 2011 atas prakarsa komunitas Muslim yang tinggal di Krakow”,

Tujuan utama dari Islamic Center adalah :

1. Adanya ruangan di Krakow, tempat untuk bertemu dan ibadah bagi umat Islam.

2. Mengorganisir acara dan hari-hari besar seperti Ramadhan, Muslim Eid, dll

3. Mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan tentang Islam.
Kami mengundang kalian semua, kaum muslimin, dan non muslim yang tertarik pada Islam.”

Islamic Centre di Krakow dalam proses pengesahan legalitasnya, telah resmi menjadi milik Liga Muslim di Poland  (Liga Muslim terdaftar pada tanggal 6 Januari 2004 di Departemen Agama dan Minoriti  Nasional Departemen Dalam Negeri dan Administrasi),

Dan secara resmi masuk ke dalam daftar gereja (tempat ibadah) dan organisasi keagamaan lainnya. Sejak berdiri secara resmi, orang pribumi Krakow dan sekitarnya (yang telah lama tertarik dengan Islam, maupun yang baru ingin mengenali Islam) datang silih berganti, menjalin persahabatan, yang puluhan di antaranya kemudian mengambil keputusan untuk nenerima ajaran-Nya, memeluk Islam, Alhamdulillah…
“Berbuatlah, bekerjalah dengan hanya menginginkan keridhaan Allah SWT, untuk keselamatan dan keberkahan hidup kita sebagai hambaNya yang mensyukuri segala nikmatNya.

Jika kita berbuat sesuatu kerana seseorang atau sesuatu selain Allah ta’ala, niscaya pasti kecewa kerana disitulah letak kehadiran rasa tidak ikhlas dalam jiwa.

Perkembangan islam dimana pun, termasuk di negeri-negeri yang banyak isu islamofobia, di negara minoriti Islam, pasti terus maju dan pesat, dan semua itu kerana Allah azza wa jalla.

Semua kemajuan, prestasi adalah kerana Allah Ta’ala, aib-aib dan cela ditutupi oleh Allah SWT, hal yang paling elok adalah mensyukuri dan mengikhlaskan kondisi kita, serta tetap bersemangat dalam aktiviti  lillahi ta’ala…” Ujar Alumni ITB di celah  interaksi on-line bersama saudara-saudara di Krakow.
Wallahu a’lam bisshawab

[bidadari_azzam/islampos]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s