Pemimpin Sunni Lebanon Sheikh Ahmad Al-Assir Dituntut Hukuman Mati

indahnya-islam.jpg

Sabtu 28 Rabiulakhir 1435/1 Mac 2014

Editor by Wilhelmina

 

FortunaMedia.com |Pemimpin Sunni Lebanon Sheikh Ahmad Al-Assir Dituntut Hukuman Mati

BEIRUT-Lebanon  Seorang hakim militer Lebanon menuntut hukuman hukuman mati terhadap ulama Sunni terkemuka Ahmad al–Assir, dan mantan penyanyi pop yang menjadi pejuang Islam, Fadl Shaker, bersama dengan 52 tersangka lainnya, ungkap sumber mahkamah melaporkan. (Jum’at, 28/2/2014)

 

Hakim Riad Abu Ghida mengajukan dakwaaan dua kes pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap tentara dan warga sivil dalam pertempuran  di kota selatan Lebanon dari Sidoun July lalu. Pertempuran  musim panas antara pengikut al-Assir dan tentara Lebanon menewaskan sedikitnya 18 tentara dan 11 orang milisi bersenjata tewas, ungkap AFP melaporkan.

Al-Assir dan Shaker, bersama dengan penyokongnya, menjadi sorotan luas di kalangan  kumpulan  Syi’ah Lebanon, dan Al-Assir menjadi tokoh utama yang menentang regim Syi’ah di Lebanon. Al-Assir menggerakkan para pengikutnya melawan regim Syi’ah di Lebanon yang menyokong  Bashar al-Assad, dan membantai ratusan ribu Muslim Sunni di Syria

Hakim militer menuduh tersangka termasuk “membentuk kumpulan-kumpulan bersenjata yang menyerang sebuah lembaga negara, tentara, membunuh perwira dan prajurit, mengambil bahan peledak dan senjata ringan dan senjata berat dan menggunakan senjata mereka  menyerang militer”, kata surat dakwaan hakim itu.

Al-Assir dengan tegas menentang Gerakan Hizbullah Syiah Lebanon, kerana kumpulan  Hisbullah bergabung dengan regim Syria  dalam konflik sivil di negara itu. Di mana milisi Hisbullah menjadi tulangpunggung regim Syi’ah Alawiyyin Bashar al-Assad, dan melakukan ‘genosida’ terhadap rakyatnya, dan menggunakan senjata pemusnah massal (gas sarin), dan ribuan rakyatnya maut, akibat serangan  senjata pemusnah massal.

Mengapa Al-Assir harus dihukum mati?

Konflik di Syria  ini telah membelah  Timur Tengah antara Sunni-Syi’ah. Di mana kumpulan Syi’ah memobilisasi sokongan dari Syi’ah Lebanon, Irak, Iran,  Bahrain, Yaman, dan Turki. Kumpulan Syi’ah dari berbagai negara berdatangan ke Syria, mempertahanankan regim Bashar al-Assad dengan segala kekuatan yang mereka miliki.

Di seluruh kawasan Timur Tengah telah terbelah menjadi konflik terbuka antara kelompok Sunni-Syi’ah. Kumpulan Syi’ah secara taktik menggunakan isu ‘teroris’, ketika melawan dan memerangi kumpulan Sunni yang menghadapi kekejaman kumpulan  Syi’ah, seperti yang  terjadi di Syria dan Irak.

Dengan opini yang dibangun oleh kalangan Syi’ah terhadap kumpulan Sunni yang terzalimi, terbentuk sebuah stigma (gambaran) buruk, bahwa kumpulan  Sunni adalah ‘teroris’.

Apalagi, sesudah Amerika – European Union dan Iran menandatangani perjanjian di Geneva tentang senjata nuklir, dan Amerika menerima Iran sebagai partner strategis mereka, dan kegagalan Amerika melakukan serangan militer terhadap Syria, maka kedudukan dan posisi kekuatan Syi’ah di Timur Tengah semakin kuat.

Sementara itu, penguasa-penguasa Arab Sunni, “menggigil” menghadapi perubahan sikap Amerika. Para penguasa Arab ikut “gendang’ yang ditabuh Iran, dan ikut memerangi para pejuang Sunni yang ingin membebaskan negara mereka dari pengaruh Barat dan Syi’ah yang sekarang mencengkam negara-negara mereka di Timur Tengah.

Negara-negara Arab Sunni berperang bersama para penguasa Syi’ah memerangi pejuang dan mujahidin yang sekarang ingin menyelamatkan dan membebaskan negaranya dari penjajajah Barat dan Syi’ah. Sebuah pengkhianatan nyata-nyata mereka. Wallahu’alam.
(voa-islam.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s