Cina Kafir Tahun 2014″Uji Coba Politik Indonesia”


(Ketua YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Munarwan SH)

Rabu 25 Rabiulakhir 1435/26 Februari 2014
Editor by
Wilhelmina

 

FortunaMedia.com |Munarman SH:”Cina Kafir Tahun 2014 Melakukan Uji Coba Politik Indonesia”

JAKARTA  – Mantan Menteri Keuangan di era Soeharto, Fuad Bawazir, Timbalan Ketua DPRD Jakarta, Haji Lulung Langgono, dan Ketua Parti PUDI( Parti United Demokrasi Indonesia) Sri Bintang Pamungkas, dan mantan Ketua YLBHI, Munarman SH, keempat tokoh ini semuanya memberikan pandangan yang sama, bahwa kumpulan etnik Cina kafir, sekarang memasuki tahapan ketiga, bertujuan menguasai kedaulatan politik Indonesia.

Mereka sudah menguasai ekonomi Indonesia, dan menjadikan para pejabat Indonesia sebagai “kaki tangan” mereka. Namun, bersamaan dengan usaha penguasaaan kedaulatan politik dari kalangan Cina kafir ini, diikuti dengan tujuan strategik terhadap Indonesia, menjadikan Indonesia yang majoriti  Muslim menjadi negeri Kristiani.

Tokoh Muhammadiyah, dan mantan Ketua PAN(Parti Amanat Nasional), Amin Rais, mengatakan, bahwa belum pernah melihat, posisi sulit umat Islam, seperti sekarang, sepanjang sejarah dalam pergerakan yang dialaminya. Di mana sekarang ini, seluruh kekuatan ekonomi dan politik dikendalikan oleh Cina.

 

Amin, memberikan informasi “inside”, di mana pernah suatu kali rapat kabinet, berlangsung di Istana Presiden di Cikeas, menghadirkan para Menteri, membahas pembangunan Indonesia Timur dan Papua, justru saat itu, tokoh yang memberikan pengarahan bukan Presiden SBY, tetapi Tomi Winata (Cina kafir) Begitu juga saat Amin Rais diundang oleh Bareskrim memberikan “ceramah” tentang terorisme, di dalam ruangan Bareskrim itu, juga ada Tomi Winata.

 

Fuad Bawazir mengatakan,bahwa di negara-negara ASEAN, kumpulan Cina sudah berkuasa secara ekonomi dan politik, di Thailand, Kamboja, dan Philipina. Fuad menyebutkan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, dan sekarang adiknya Yingchluk Shinawatra, juga keturunan Cina.

Di Philipina, Presiden Qory Aquino, dan digantikan anaknya Benigno Aquino, juga keturunan Cina. Singapura yang menjadi pusat “Chinese Oversease” (Cina Perantauan), di mana Lee Kuan Yew, sebagai pemimpin “Chinese Oversease”, mengendalikan kekuatan Cina di seluruh negara-negara ASEAN.

Namun, menurut  Fuad Bawazir,orang-orang Cina di negara-negara ASEAN itu,mereka umumnya mengikuti agama pribumi, kecuali Indonesia yang anomali, tidak memeluk agama Islam, hanya sedikit sekali yang memeluk Islam.

Selanjutnya, Timbalan  Ketua DPRD Jakarta, Haji Lulung Langgono, bertanya mengapa Hary Tanoe, sekarang mencalonkan diri sebagai calon Timbalan Presiden2014? Menurut Lulung, Hary Tanoe, mempunyai tujuan strategik, yaitu ingin menguasai kedaulatan politik Indonesia.

Mereka tidak cukup menguasai ekonomi dan asset ekonomi Indonesia, tetapi mereka sekarang ingin menguasai kedaulatan politik.

 

Apalagi, sejak era “Reformasi” dengan di-Amandemennya Konstitusi Indonesia “UUD 45”(Undang-Undang45) dan sudah ada tidak lagi kalimat, bahwa Presiden Indonesia harus “orang asli Indonesia”.

Kata “asli orang Indoensia” itu,  sudah dihapus, dan diganti hanya dengan “warga negara Indonesia yang lahir di Indonesia, dan tidak memiliki warga negara ganda”. Dengan demikian, orang-orang keturunan Cina memiliki peluang menjadi Presiden Indonesia.

Maka, tidak aneh pernyataan AHok Timbalan Gabenor Jakarta saat ditanya oleh wartawan, apa yang menjadi cita-citanya mendatang, dan dengan lantang AHok, mengatakan ingin menjadi “presiden”. Jadi setiap orang-orang Cina sekarang, mereka sudah memiliki cita-cita, obsesi, dan ambisi, memimpin Indonesia, dan menjadi “presiden”.

Dengan kehidupan demokrasi, dan liberalisasi seluruh aspek kehidupan, melalui sistem yang ada, maka di masa depan tidak tertutup kemungkinan dengan kekayaan dan penguasaan asset ekonomi dan sumber daya alam Indonesia, para konglomerat Cina kafir, jika sekarang mereka masih mengendalikan ekonomi dan politik, berada dibalik “layar”, selanjutnya mereka akan langsung memimpin Indonesia dan menjadi presiden, tidak perlu lagi centeng”(samseng) pribumi.

Sementara itu, menurut mantan Ketua YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum indonesia) Munarwan SH, yang sekarang menjadi Ketua Bidang Hukum FPI(Front Pembebasan Islam), mengatakan, kontek penguasaan ekonomi, dan sekarang ini menuju penguasaan politik, bukan etnik Cinanya.

Tetapi, menurut Munarman, adalah kekufurannya. Kalau Cina Muslim, akan terikat dengan ke-Muslimannya. Memang, ada Cina Muslim, tetapi jumlahnya sangat sedikit di Indonesia, dan mereka “kecil-kecil”, bukan konglomerat, ucap Munarman, saat ditemui voa-islam.com, dipejabatnya di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jadi, menurut Munarman, prinsip dasarnya bukan Cinanya, tetapi kekufurannya.

“Cina kafir bisa menguasai Indonesia, kerana pakai Sistem Riba, dan mendapatkan kemudahan akses politik. Cara kerja mereka dalam berbisnis, berpolitik itu yang harus dihentikan”, tegas Munarman.

“Orang Cina Kafir, cara menguasai ekonomi dan politik itu, mereka memiliki cara dengan “membeli” (sogok dan suap) terhadap kalangan pegawai dan penguasa, dan umumnya orang-orang Islam. Seperti banyak pegawai, pemimpin parti, dan gerakan Islam yang bisa “dibeli” oleh orang Cina.

Inilah yang menyebabkan mengapa orang Cina mudah menguasai Indonesia. Kerana, para pegawainya, pemimpinnya, dan tokoh-tokohnya, mudah “dibeli” oleh orang Cina”.

Ditambah sikap hidup orang Cina yang suka “membeli” itu, disokong oleh sistem yang ada, yaitu demokrasi. Orang-orang Cina mudah membeli kekuasaan dan penguasa, di mana para penguasa itu, Muslim. Umat Islam sekarang di doktrin habis, melalui ideologi demokrasi, dan hak-hak asasi manusia, dan pengakuan pluralitas dan toleransi secara mutlak, sehingga menjadi larut, dan tidak lagi memiliki keyakinan terhadap Islam.

Para pemimpin  Muslim tidak ada amanah dan jujur, menggunakan jawatan dan kekuasaannya, tapi hanya untuk kepentingan pribadi, dan menikmati jawatannya memperkaya diri mereka. Kemudian, menyebabkan terjadinya “perselingkuhan” antara para pelaku bisnis dan pemilik kekuasaan. Itulah yang berlangsung sejak zaman Seoharto sampai hari ini. Dampaknya, rakyat kecil semakin sengsara dan bertambah miskin.

Jika orang-orang Cina Kafir sudah berkuasa dan memegang kekuasaan atau memegang kedaulatan politik, maka mereka tidak perlu membayar para pegawai atau menyogok kepada penguasa  Muslim, tapi langsung mereka kuasai. Begitu pula, sistem ekonomi, menurut Munarman, yang memiliki uang dan kapital itulah yang akan menguasai politik atau kekuasaan.

Sekarang sebagian besar Calon Anggota Legislatif, Bupati (Pegawai Daerah), Gabenor, Walikota(Datok Bandar), dan Menteri, Calon Presiden, dan Timbalan Presiden, semua memerlukan modal kempen pemilihan, dan uang berada di tangan konglomerat Cina Kafir. Maka, tak aneh kalau sekarang Muslim dan pribumi bergantung kepada Cina Kafir.

Menurut Munarman, mereka kalangan Cina Kafir sekarang sudah ‘running’ (lari), mengejar kekuasaan, meskipun tahun 2014, baru uji coba, mengukur bagaimana sikap dan kecenderungan masyarakat Indonesia.

Mereka sudah ‘running’ sejak awal reformasi98′, dan sejak sistem liberal dijalankan di Indonesia, seperti kotak pandora, dibuka lebar-lebar bagi kalangan Cina, yang sudah menguasai ekononmi Indonesia, lari menuju kekuasaan. Mereka berpindah dari penguasaan ekonomi, ke penguasaan politik.

Sesungguhnya, menurut Munarman, ilusi tentang demokrasi, yang memabukkan bangsa Indonesia, seakan demokrasi membebaskan apa saja, dan siapa saja. Tetapi, semua itu  hanyalah palsu dan manipulasi belaka, khususnya bagi rakyat.

Lihat saja bagaimana mereka dengan mudah menguasai dua belas(12) jaringan televisyen dan surat kabar, mereka dengan mudah memanipulasi rakyat di seluruh wilayah Indonesia. Mengubah cara berpikir, prinsip berfikir, dan bahkan keyakinan rakyat. Opini yang terus-menerus dibangun melalui media, akhirnya dapat mengubah semua pandangan hidup rakyat Indonesia.

Seperti iklan yang disajikan oleh Parti Hanura, dan tiada henti terus mengkempenkan “Win-HT”, seakan-akan begitu mulianya kalau melihat iklan di TV, tentang “Wiranto-Hary Tanoe”, yang memiliki kepedulian yang sangat luar biasa terhadap nasib rakyat kecil, dan orang-orang yang lemah. Apakah yang ada dalam iklan televisi, nantinya akan menjadi kenyataan, pasca kempen? Semua itu hanyalah iklan yang menipu belaka, tidak lebih dari itu.

Kekuatan Cina Kafir di Indonesia yang afiliasi agamanya kepada Kristian dan Katolik itu, menurut Munarman tidak akan membuat Muslim Indonesia langsung murtad dari agamanya, tapi umat Islam dibuat menjadi “longgar” terhadap aqidahnya, dan tidak memiliki lagi “ghirah”, sehingga mereka akan sangat mudah menerima alias “well come” terhadap agama musyrik dan ideologi sekuler, serta memberikan tempat bagi orang Cina Kafir, menguasai dan menjajah kaum pribimi dan Indonesia.
Wallahu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s