Eksklusif,! Wawancara TV Al-Jazeera dengan Amir Ahrar Asy-Syam

(Syaikh Hasan Abud dalam wawancara via telepon dengan TV Al-Jazeera terkait gugurnya Syaikh Abu Khalid As-Suri)

Isnin 23 Rabiulakhir 1435/24 Februari 2014
Editor by Admin

FortunaMedia.com |Wawancara eksklusif TV Al-Jazeera dengan Amir Ahrar Asy-Syam  Syaikh Hasan Abud terkait gugurnya Syaikh Abu Khalid As-Suri


ALEPPO – Syaikh Abu Khalid As-Suri, salah seorang ulama dan komandan senior mujahidin, gugur pada Ahad (23/2/2014) oleh serangan bom bunuh diri yang menghentam salah satu pejabat mujahidin Ahrar Asy-Syam di kota Aleppo.
Stesyen TV Al-Jazeera beberapa jam setelah peristiwa tersebut melakukan wawancara via telepon dengan Syaikh Abu Abdullah Al-Hamawi Hasan Abbud selaku Amir Ahrar Asy-Syam sekaligus ketua pejabat politik Jabhah Islamiyah. Berikut ini terjemahan wawancara via telepon Syaikh Hasan Abud kepada TV Al-Jazeera tersebut
:


(Klik baca :https://helmysyamza.wordpress.com/2014/02/24/inna-lillahsyaikh-abu-khalid-as-suri-gugur-di-aleppo/)

TV Al-Jazeera: “Dari wilayah Aleppo yang berada di perbatasan Syria – Turki, [kita berbicara] dengan Hasan Abud ketua pejabat  politik Jabhah Islamiyah.

Tuan Abud, apa sikap kalian terhadap tanzhim Daulah [ISIS] setelah kalian menuduh mereka [sebagai pelaku serangan bom bunuh diri tersebut]?

Nampaknya tuduhan kalian berdasar kepada bukti-bukti, setelah pembunuhan terhadap Abu Khalid.”

Hasan Abud: “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memuliakan mujahidin dengan husnul khatimah. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi yang memperingatkan dari [bahaya] Khawarij, mewajibkan untuk memerangi mereka, menyingkap keburukan mereka dan membongkar kesesatan mereka. Amma ba’du.

Saya katakan kepada kumpulan  yang melakukan tindakan jenayah  ini dan orang-orang yang berada di belakangnya, sekali-kali tidak akan pernah membuat kami gentar perkara [mati syahid] yang justru didamba-dambakan oleh jiwa kami dan sekali-kali tidak akan menghentikan kami dari melanjutkan jihad melawan regim Syiah Nushairiyah

Tragedi  pembunuhan terhadap para komandan dan anggota kami yang dilakukan oleh para pengkhianat, dan orang-orang tertipu yang disesatkan oleh fatwa-fatwa vonis pengkafiran dan pemurtadan dari pihak orang-orang yang muda usianya dan sempit wawasannya.

Kami akan tetap berjalan dengan izin Allah Azza wa Jalla di atas jalan jihad kami yang lurus, jihad umat, dimana kami mengajak manusia kepadanya dan memperingatkan mereka untuk menjauhi manhaj Khawarij dan orang-orang yang melampaui batas.

Darah saudara-saudara kami para syuhada’ dengan izin Allah Azza wa Jalla akan senantiasa menjadi lampu petunjuk yang menunjukkan rambu-rambu jalan di atas sikap yang serius dan lurus dengan izin Allah Azza wa Jalla.”

TV Al-Jazeera: “Baik. Sebelum ini kalian berperang bersama dengan tanzhim Daulah [ISIS] selama beberapa waktu, kemudian kalian berperang melawannya. Apakah sikap kalian akan berubah secara mendasar terhadap tanzhim Daulah Islam Irak dan Syam [ISIS]?”

Hasan Abud: “Telah terjadi dalam sebagian kesempatan, dan itu jarang sekali, tanzhim [ISIS] ini turut serta dalam sebagian operasi melawan regim Nushairiyah. Ini adalah kondisi pengecualian, bukan kaedah umum. Keikut sertaan mereka dalam operasi melawan regim Bashar belum sangat aktif. Adapun kegiatan utama mereka adalah menyerang sejumlah mujahidin selama sembilan bulan yang telah berlalu  ini.”

TV Al-Jazeera: “Apakah kalian mendapatkan penjelasan yang terang atas serangan yang menargetkan Abu Khalid AS-Suri?”

Hasan Abud: “Tidak diragukan lagi bahwa [ISIS] ini adalah tanzhim yang ghuluw [ekstrim], tanzhim kumpulan  Abu Bakar Al-Baghdadi yang melakukan tindakan jenayah, ingin memonopoli kancah jihad.
Oleh kerananya tanzhim [ISIS] ini tidak bisa menerima adanya tokoh-tokoh menonjol manapun dan jama’ah-jama’ah jihad lainnya yang memiliki operasi-operasi besar dan keaktifan [di kancah jihad Syria].
Kerana tanzhim [ISIS] ini tidak bisa menerima adanya persaingan dan tanzhim [ISIS] ini melihat semua orang yang berbeda dengannya dalam hal bendera dan nama sebagai jama’ah musuh yang wajib dicabut sampai ke akar-akarnya dan wajib diperangi, jika tidak bergabung di bawah benderanya dan membai’atnya.”

TV Al-Jazeera: “Apa yang akan kalian lakukan untuk menjangkakan  kemungkinan serangan-serangan berikutnya yang menargetkan para komandan kalian?”

Hasan Abud: “Tidak diragukan lagi akan ada langkah-langkah pengamanan yang akan diambil dengan izin Allah. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Namun kondisi peperangan  mengharuskan kami bergerak di lapangan dan tidak mungkin selamanya para komandan bersembunyi sementara saudara-saudara mereka di front-front ribath menghadapi ancaman kematian oleh bom-bom barel, serangan udara dan bombardir regim Bashar Asad beserta sekutu-sekutunya. Inilah jalan kami. Sejak lebih dari satu setengah tahun lalu kami telah  menempuh jalan ini, kami akan terus menempuh jalan ini dan mengambil sarana(cara)  sebatas kemampuan kami.”

TV Al-Jazeera: “Pertanyaan terakhir, seandainya Ustadz Abud berkenan, tentang penjelasan mengenai pentargetan Abu Khalid As-Suri secara khusus. Apakah ada kemungkinan diantara sebab Abu Khalid As-Suri dibunuh adalah kerana beliau  adalah utusan Syaikh Aiman Az-Zhawahiri dalam pernyataan terakhirnya yang memisahkan antara Jabhah Nushrah dan tanzhim Daulah Islamiyah?”

Hasan Abud: “Sebagai titik awal harus kami isyaratkan bahwa Abu Khalid As-Suri semoga Allah SWT menerimanya adalah seorang mujahid indipendent dan beliau tidak menjadi anggota satu kumpulan  jihad lain, selain Ahrar Asy-Syam selama sekitar dua tahun ini.

Tanzhim Daulah [ISIS] sendiri sama sekali tidak menerima penujukan [syaikh Aiman Az-Zhawahiri kepada Abu Khalid As-Suri, red] itu untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka dengan Jabhah Nushrah. Mereka mengingkari semua pernyataan mereka semula yang menyatakan kesiapan mereka menerima penyelesaian perselisihan dengan keputusan yang bisa menjaga darah tanzhim mereka saat Jabhah Nushrah memisahkan diri dari tanzhim mereka.”

TV Al-Jazeera: “Terima kasih banyak tuan Hasan Abud, ketua pejabat  politik Jabhah Islamiyah dari wilayah perbatasan Syria– Turki.”


Amir Ahrar Asy-Syam menyatakan ISIS bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap Syaikh Abu Khalid As-Suri
(arrahmah.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s