Indonesia Diambang Bahaya;Tokoh Syi’ah Masuk Pemerintahan (02)

Khamis 19 Rabiulakhir 1435/20 Februari 2014
  Editor by Wilhelmina


( Zulfan Lindan, tokoh Syiah  jadi Caleg Parti Nasdem)

FortunaMedia.com |Indonesia Diambang Bahaya;Tokoh Syi’ah Masuk Pemerintahan (02)

Para tokoh penyesat umat tak henti-hentinya menyebarkan kesesatan dengan berbagai cara, termasuk melalui parlimen untuk menjadi wakil rakyat.

Parti Nasdem menjagokan tokoh Syiah Indonesia Zulfan Lindan menjadi bakal calon anggota DPR RI,untuk Daerah Pemilihan Aceh II. Saat ini dia tinggal di Jl.Mimosa, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,cukup dekat dengan markas besar Syiah ICC (Islamic Cultural Center).

(Klik baca;https://helmysyamza.wordpress.com/2014/02/20/indonesia-diambang-bahayatokoh-syiah-masuk-pemerintahan-01/)

Zulfan Lindan pernah menjawat Ketua NGO- Syiah IJABI (ikatan Jama’ah Ahul Bait Indonesia)  tahun 2004-2008, sekarang aktif di Parti Nasional Demokrat (Nasdem) setelah lompat dari PDIP. Sebelumnya tokoh Syiah ini adalah anggota Komisi IX DPR dari PDI-P. Tahun 2014, dia bakal maju sebagai caleg Parti Nasdem.

Alumni University Jayabaya ini pernah berziarah ke kota suci Syiah Karbala, Irak pada tahun 2011 untuk memperingati Arbain Husein bersama rombongan dari Indonesia.

Zulfan Lindan lahir di Aceh 1 November 1956, dia berhasil mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) cabang University Indonesia(UI), Depok Jakarta yang menganut pemikiran Syiah dan tercatat pernah aktif membina dan mengkader para mahasiswa dengan doktrin-doktrin Syiah.

Selama beberapa tahun HMI UI dikuasai oleh mahasiswa-mahasiswa Syiah hingga tahun 1995 HMI pecah menjadi dua kubu; yakni kubu pro Syiah dan kubu anti-Syiah.

Belakangan kubu anti-Syiah disokong pengurus HMI pusat dan kubu pro-Syiah terbuang dari HMI. Alumni HMI Syiah ini lalu mendirikan FAHMI (Forum Alumni HMI).

Di tahun 2007 mantan politisi dari PDI-P ini mendatangi tempat kediaman Mbah Maridjan di Desa Kinah Rejo, Sleman, Yogyakarta. Maksud kedatangannya adalah untuk memohon restu kerana Zulfan berniat maju sebagai calon presiden pada 2009 silam dan untuk mendongkrak popularitinya, namun obsesinya tersebut gagal terealisasi.


(Mbah Maridjan-penjaga/jurukunci Gunung Merapi Jogja
Pada tanggal 26 Oktober 2010, gunung Merapi kembali meletus disertai awan panas setinggi 1,5 kilometer. Gulungan awan panas tersebut meluncur turun melewati kawasan tempat mbah Maridjan bermukim.Jasad Mbah Maridjan ditemukan beberapa jam kemudian oleh tim SAR bersama dengan 16 orang lainnya telah meninggal dunia, umumnya kondisi korban yang ditemukan mengalami luka bakar serius. Jenazah tersebut dikonfirmasi sebagai jenazah Mbah Maridjan pada tanggal 27 Oktober 2010-http://id.wikipedia.org)


Zulfan juga tercatat sebagai Ketua Umum Gerakan Masyarakat Penerus Bung Karno yang baru-baru ini mengadakan jumpa pers soal toleransi di Jakarta, Jumat (3/1/2014). Hadir juga dalam acara ini, antara lain Ketua Dewan Syura Ahlul Bait Indonesia (ABI) Umar Shahab mewakili Syiah, Koordinator Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Pendeta Palti Panjaitan, dan Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Jeirry Sumampow.

Pada intinya acara itu diadakan untuk mencari simpati massa terhadap kaum Syiah yang dikesankan dan dihebohkan mereka adalah kaum minoriti yang tertindas.

Kekuasaan dan Imamah

Konsep Imamah adalah doktrin syiah yang paling mendasar. Sebuah doktrin yang sudah merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Mungkin saja, seorang syiah menutupi-nutupi ajaran lainnya dengan konsep ” Taqiyah “. Tetapi dalam masalah Imamah ini, seperti mereka tidak bisa bertaqiyah.

Ulama kontemporer mereka Muhammad Husen Ali Kasyif al Ghitoi mengarang buku ” Ashlu Syiah wa Usuluha ” dalam rangka untuk ( At-Taqrib ) mendekatkan antara Syiah dan Sunnah, maka buku ini dikirim ke seluruh dunia dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Di dalam buku tersebut Muhammad Husen Ali Kasyif al Ghitoi menjelaskan dengan tegas  bahwa masalah Imamah adalah masalah yang paling mendasar dalam Syiah Imamiyah dan merupakan titik perbedaan yang paling penting antara Syiah dengan Sunnah.

Di dalam konsep Imamah ini didapatkan poin-poin sebagai berikut :

  1. Imamah merupakan jawatan Ilahi, maka yang memilih para imam-imam mereka adalah Allah Subahanahu wa Ta’ala  secara langsung melalui nash.

  2. Wilayah ( Kepimpinan ) merupakan rukun Islam yang kelima.

  3. Para Imam yang berjumlah 12 orang mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang paling dekat dengan Allah, maupun oleh nabi yang diutus.

  4. Para imam mereka lebih utama dari ulul azmi dari kalangan nabi.

  5. Yang mengingkari salah satu Imam sama dengan mengingkari kenabian, artinya telah kafir dan sesat serta masuk dalam neraka selama-lamanya. Dengan alasan seperti ini mereka mengkafirkan seluruh sahabat kecuali tiga orang yaitu Miqdad, Salman dan Abu Dzar, bahkan mereka mengkafirkan seluruh kaum muslimin non syiah, serta menghalalkan darah mereka.
  6. Imam mereka mengetahui bila mereka akan mati, dan mereka tidak akan mati kecuali dengan mereka.

  7. Para Imam adalah maksum ( terjaga) dari berbuat salah dan dosa, baik yang kecil maupun yang besar, baik sengaja maupun tidak sengaja. Mereka juga terjaga dari kelengahan, kekeliruan dan lupa.

Doktrin Imamah ini sebagaimana telah disebut di atas, merupakan doktrin yang paling penting. Doktrin inilah yang mewarnai hampir seluruh ajaran Syiah secara umum, seperti Tahrif al Qur’an, Pengkafiran para Sahabat dan umat Islam bukan Syiah, penghalalan darah mereka, dan lain-lainnya.

(arrahmah.com)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s