Thailand Hantar-Pulang1.300 Pengungsi Rohingya

(Thailand memulangkan 1300 pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar. Kekhawatiran merebak, mereka bisa terancam penindasan di negara asalnya. Thailand dikritik tidak bersikap transparan selama proses deportasi)


Sabtu 14 Rabiulakhir 1435/15 Februari 2014

 

Editor by Wilhelmina

FortunaMedia.com | Thailand Hantar-Pulang1.300 Pengungsi Rohingya

Bangkok – Pemerintah Thailand menghantar balik-mengusir sekitar 1.300 manusia kapal berkebangsaan Rohingya kembali ke Myanmar akhir tahun lalu. Langkah tersebut mengabaikan seruan kumpulan Hak Asasi Manusia(HAM) agar tidak memulangkan kumpulan minoriti etnik yang terancam diskriminasi di tanah air sendiri.

“Kendati baru diumumkan minggu ini, pengusiran terhadap pengungsi Rohingya tersebut dilakukan antara September hingga November tahun lalu,” kata perwira polis Thailand, Leftjen Pharnu Kerdlarpphon seperti dilaporkan AP. Ia mengklaim rombongan pencari suaka itu sempat ditahan di berbagai kamp pengungsi di Thailand.

Kabar tersebut pertama kali dimuat di harian berbahasa Inggris, Bangkok Post, Khamis (13/2). Pihak polis Thailand mengklaim para pengungsi pulang ke Myanmar secara sukarela kerana tidak memiliki masa depan selama ditahan di Thailand.

“Pemulangan  itu dilakukan secara sukarela. Kami mengirimkan sekitar 100 sampai 200 orang pada setiap gelombang. Mereka mengatakan tidak bisa memiliki masa depan yang lebih baik selama ditahan di Thailand. Sebab itu mereka memilih kembali ke Myanmar,” kata Pharnu kepada kantor berita internasional.

Muslim Rohingya berulangkali menjadi korban diskriminasi di Myanmar. Negeri di tepi teluk Benggala itu menjadi ladang kekerasan sektarian selama nyaris dua tahun yang menyisakan ratusan korban terbunuh dan lebih dari 140.000 pengungsi. Sebagian besar melarikan diri ke Malaysia.

 

Sejak Januari silam, pemerintah Thailand telah menangkap lebih dari 1.700 pengungsi Rohingnya yang mengalami kapal-karam ketika hendak menyeberang melalui laut di Selatan Myanmar. Pharnu mengatakan, lapan pengungsi meninggal dunia akibat penyakit, sementara yang lain berhasil melarikan diri dari kamp pengungsi atau dideportasike Bangladesh.

Ancaman Usai Deportasi

Sebaliknya pengungsi Rohingnya yang ditampung di Thailand mengeluhkan kondisi kamp dan kebersihan di penjara. Kelompok HAM berulangkali mendesak pemerintah Thailand agar memberikan akses kepada pengungsi untuk ditampung oleh Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan mendapat status pengungsi.

Gelombang pengungsi Rohingya mengingatkan pada “Boat People” yang marak usai perang Vietnam lebih dari tiga dekade silam. Saat itu dunia internasional berbondong-bondong memberikan bantuan. Sebaliknya buat Rohingnya, hingga UNHCR baru saja turun tangan akhir tahun lalu, cuma sekumpulan  aktivis HAM yang terlibat mengadvokasi.

Kekhawatiran terutama bersumber pada keselamatan pengungsi Rohingya jika kembali pulang ke Myanmar.

“Deportasi atau pengusiran  ke Myanmar berarti mengembalikan mereka ke tempat di mana mereka bisa menghadapi ancaman bahaya dan presekusi, kata peneliti di Human Rights Watch, Sunai Phasuk di Bangkok.

Ia mengklaim, pemerintah Thailand tidak bersikap transparan terkait proses deportasi dan jumlah pengungsi yang telah diusir.

Orang beriman share informasi yang benar [kiblat.net]

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s