Subhanallah, Semua Gunung Itu Bergerak

Illustrasi

Sabtu 14 Rabiulakhir 1435/15 Februari 2014

Editor by Wilhelmina

FortunaMedia.com | Subhanallah, Semua Gunung Itu Bergerak

INDONESIA akhir-akhir ini dilanda bencana alam. Mulai dari banjir, gempa bumi sampai dengan gunung meletus. Gempa-gempa vulkanik di gunung Sinabung Sumatera Utara terus terjadi. Pergerakan Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur yang meletus baru-baru ini.  Banyak orang diungsikan untuk menghindari korban akibat pergerakkan gunung tersebut

Tidak hanya gunung berapi yang aktif, sebuah ayat dalam Al-Quran memberitahukan bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak yang berada tepat di bawah tanah yang kita pijak. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat.

Seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah saat mereka bergerak saling menjauh.

Pada tahun 1980 para ahli geologi baru memahami kebenaran pernyataan Wegener, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Wegener dalam sebuah tulisannya yang terbit tahun 1915 mengatakan sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya.

Hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini adalah, dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. Pada saat ini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah continental drift atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini.

Tidak dipertanyakan lagi bahwa salah satu kejaiban Al Qur’an dengan fakta ilmiah, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan ini, telah dinyatakan jauh lebih dulu dalam Al Qur’an. [Sumber: Keajaiban Al-Quran, Harun Yahya/Islampos]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s