5 Sebab Bung Karno Geram pada Singapura


Almarhum Sukarno

Rabu 11 Rabiulakhir 1435.
Editor by Wilhelmina.

FortunaMedia.com | 5 Sebab Bung Karno Geram pada Singapura

Beberapa waktu lalu sedang ramai berita memanasnya hubungan Indonesia dan Singapura. Penyebabnya adalah pemberian nama Kapal Perang RI (KRI) dengan nama Usman-Harun. Singapura protes kerana menganggap Usman dan Harus adalah teroris yang dihukum gantung di negeri singa itu.

Sementara pemerintah Indonesia beranggapan lain. Usman dan Harun adalah pahlawan nasional. Kedua anggota KKO Angkatan Laut (sekarang Marinir), itu tewas dalam menjalankan misi peperangan di Singapura.

Sebenarnya keributan Indonesia dengan Singapura ini sudah berlangsung lama. Selain masalah militer, masalah ekonomi juga turut menggores hubungan Jakarta-Singapore pada masa pemerintahan Presiden Pertama RI Soekarno. Berikut ini 5 sebab kegeraman(kemarahan) Soekarno kepada Singapura:

                                                      Almarhum Sukarno

1. Dolar dan Kartel Singapura menguasai Sumatera

Presiden Pertama RI Soekarno perlu waktu tidak singkat untuk menyingkirkan dominasi ekonomi Singapura di kepulauan Riau, Sumatera. Sebab negeri jajahan British  itu sudah terlampau kuat menancapkan kukunya di Sumatera.

Salah satu cara Soekarno menghancurkan  dominasi ekonomi Singapura di Sumatera adalah melalui kempen  konfrontasi dengan Malaysia, yang juga sama-sama negara jajahan British. Soekarno secara diam-diam membangun team ekonomi yang hampir seluruhnya terdiri dari orang-orang Sumatera, para pengusaha, dan semuanya jutawan.

Sejarah masa silam mencatat pemerintah Hindia-Belanda menyerahkan supremasi ekonomi kepada Singapura sebagai jajahan British. Pemerintah Hindia-Belanda terpaksa menerima kenyataan yang patut dipersengketakan, bahwa Riau di Sumatera menjadi wilayah yang diawasi Singapura.

Mata uang dolar Singapura, waktu itu menjadi satu-satunya mata uang yang dipakai di Riau, bukan uang jajahan Belanda atau rupiah. Pesisir Sumatera sebelah timur mulai dari Belawan-Deli-Sumatera Utara sampai ke Selat Panjang di Kepulauan Riau  di zaman penjajahan Belanda dikuasai Beitish Singapura. Bahkan satu kartel Singapura menguasai usaha perikanan Bagan Siapi-api di Riau-Sumatera.

                                                   Almarhum Bung Karno

2. Ketika British  kirim pesawat ke Singapura

Gara-gara pernyataan Soekarno, British pernah panik sampai mengirim pesawatpesawat pembomnya ke Singapura. Kisah ini terjadi sebelum peristiwa perang konfrontasi Indonesia dengan Malaysia pada 1963-an.

Cerita ini bermula ketika Malaysia dan Filipina bertika memperebutkan wilayah. Indonesia, awalnya memilih diam, tidak terlibat dan tidak memihak. Namun pada 8 Disember 1962, terjadi pemberontakan di Brunei. Azhari,dari Manila menyatakan dirinya sebagai perdana menteri di Kalimantan Utara yang baru( kini bernama Sabah).

Adalah sangat menghairankan ketika Perdana Menteri Malaysia Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, cepat menunjuk  telunjuknya mencurigai Indonesia. Tunku Abdul Rahman menuding Indonesia menggerakkan revolusi itu, meski sudah nyata terbukti bahwa Azhari waktu itu berasal dari Manila, dan terus menerus mengadakan kontak dengan Timbalan Presiden Filipina, Pelaez.

Baru pada April 1963, Soekarno, di hadapan wartawan Asia-Afrika di Jakarta, mengatakan, “Perjuangan rakyat Sarawak, Brunei, dan Sabah adalah bagian dari perjuangan negara-negara yang baru muncul (The New Emerging Forces) yang membenci ‘penghisapan manusia oleh manusia’.”

Aidit dan Nyoto segera tampil dan menyanyikan lagu “Ganyang Malaysia,” yang kemudian diikuti parti politik lainnya. British panik menghadapi keadaan itu, lalu mengirim pesawat-pesawat pembomnya ke Singapura, yang waktu itu juga jajahan British.


Almarhum Bung Karno

 

3. Penyelundupan dari Singapura marak di Sumatera

Penyelundupan yang merugikan ekonomi Belanda di Sumatera di jalankan dari Singapura. Uang palsu Hindia-Belanda dicetak di Singapura dan diselundupkan ke daerah jajahan Belanda tanpa banyak hambatan. Bahkan satu kartel Singapura menguasai usaha perikanan Bagan Siapi-api di Sumatera.

Kondisi itu berlangsung lama, sejak zaman Hindia-Belanda, kemudian masa pendudukan Jepun, bahkan hingga pada awal Kemerdekaan RI 1945 hingga 1961. Riau menjadi tempat penyelundupan barang-barang dari Singapura.

Presiden Pertama RI Soekarno perlu kerja keras menghapus dominasi ekonomi Singapura di kepulauan Riau, Sumatera. Seperti ditulis Ganis Harsono dalam bukunya berjudul: Cakrawala Politik Era Sukarno. Ganis menulis cara-cara Soekarno melawan dominasi ekonomi Singapura di Riau.

Bung Karno misalnya, pertama-tama menghapus uang dolar Singapura di Kepulauan Riau dengan memulai mengedarkan uang rupiah di daerah itu. Penyelundupan juga dapat dihentikan dengan terus menggiatkan pengawasan kapal-kapal patroli di perairan dan selat-selat kepulauan itu.

4. Separuh kekayaan Singapura dari kerja keras Sumatera


Kisah ini bermula ketika pemerintah Hindia-Belanda menyerahkan supremasi ekonomi kepada Singapura sebagai jajahan British. Pemerintah Hindia-Belanda terpaksa menerima kenyataan yang patut dipersengketakan, bahwa Riau di Sumatera menjadi wilayah yang diawasi Singapura.

Melihat kenyataan itu, Presiden Pertama RI Soekarno nampak geram. Seperti ditulis Ganis Harsono dalam buku berjudul: Cakrawala Politik Era Sukarno. Ganis mengutip penggalan pidato Bung Karno di depan orang-orang Sumatra terkait sikapnya terhadap Singapura:

“Lebih lima puluh persen dari kekayaan Singapura berasal dari kerja keras yang saudara-saudara lakukan. Saudara-saudara membarter barang-barang dengan Singapura, dan dengan itu gedung-gedung pencakar langit bermunculan di negeri itu seperti cendawan tumbuh,” kata Sukarno,

                                                        Almarhum Sukarno

 

5. Perdagangan barteran dengan Singapura

Perdagangan barteran juga membuat Soekarno geram. Dia misalnya, mempertanyakan imbalan apa yang diperoleh rakyat Sumatera dengan sistem perdagangan ekonomi seperti itu dengan Singapura?

“Dan apa imbalannya yang saudara peroleh? Barang-barang plastik murahan, radio transistor-transistor yang tak bernilai, dan jam tangan mainan-mainan. Hentikan perdagangan barteran ini dengan Singapura, dan bergabunglah dalam kesatuan-kesatuan ekonomi yang kuat untuk memajukan daerah saudara-saudara, dan untuk membuat Belawan-Deli menjadi pelabuhan yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Soekarno.

Pustaka :
Team Merdeka.com

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s