Niyaz Kahar Jurnalis Uighur Yang Menghilang Ditemukan Dipenjara

Niyaz Kahar in an undated photo. Photo courtesy of an RFA listener

Ahad 8 Rabiulakhir 1435 / 9 Februari 2014
Editor by Wilhelmina.

FortunaMedia.com |Niyaz Kahar Jurnalis Uighur Yang Menghilang Ditemukan Dipenjara,

Dinegeri Cina,Polis Memenjarakan dan Menembak mati warga Muslim Uighur.

Itulah bukti sangat bencinya  Pemerintah Negara Cina, terhadap Umat Islam. Dan itu telah dijeaskan dalam Al-Qur’an, manusia yang paling keras permusuhannya tehadap umat Islam adalah Yahudi dan Musyrikin.

تَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (AlQuranSurah Al-Maaidah/ 5:82)

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ} [آل عمران: 118]

118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (kerana) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (AlQuran.Surah Ali Imran/ 3: 118).

 Inilah beritanya:

Seorang pemuda dari etnik Muslim Uighur, yang menghilang pada saat rusuhan di ibukota Xinjiang pada 2009, ditemukan dipenjara dengan tuduhan “separatisme,” menurut kesaksian keluarganya untuk pertama kalinya yang dilaporkan Radio Free Asia (RFA).

Niyaz Kahar, kelahiran 1975, seorang jurnalis dan blogger yang mengoperasikan website  berbahasa Uighur Golden Tarim, ditangkap dan ditahan pada sekitar 26 June 2009, tiga minggu  setelah rusuhan yang terjadi di Urumqi pada 5 July 2009 di mana sekitar 200 orang meninggal dunia, menurut catatan resmi.

Awalnya, keluarga Kahar mengira Kahar telah meninggal dunia, tetapi kemudian mereka mengetahui Kahar ditahan oleh polis.

“Setelah putera saya Niyaz menghilang pada July 2009, kami tidak mengetahui apa-apa tentangnya hingga musim gugur 2010,” kata Mariam Khan, ibunda Kahar, kepada RFA cabang Uighur.

Keluarga Kahar berasal dari desa Yokuri Aqyer, kota Kumul, bagian paling timur Xinjiang. Mariam Khan melakukan perjalanan dari desanya ke kota Urumqi demi mencari informasi tentang puteranya itu. Mariam Khan mencari Kahar “di manapun, di pejabat polis, departemen pemerintahan, dan unit kerjanya, tetapi tidak ada yang tahu apa-apa tentangnya,” katanya.

“Awalnya, Saya kira putera saya mungkin telah tewas terbunuh pada saat insiden July di Urumqi. Namun, salah seorang teman dekat putera saya memberitahu saya bahwa ia terakhir kali melihat Niyaz pada 26 July.

Setahun kemudian pihak berkuasa  Cina memberitahu bahwa Kahar telah dijatuhi hukuman 13 tahun penjara dalam sidang tertutup dan telah dikirim ke penjara. Mariam Khan kemudian pergi kembali ke Urumqi untuk menanyakan kepada staf Mahkamah Kota Urumqi terkait mengapa puteranya ditahan, namun ia tidak mendapatkan informasi terperinci.

“Dia mengatakan kepada kami, ‘Jangan bertanya lagi tentangnya. Dia sekarang menjadi tahanan politik,’” katanya.

Pada akhir 2010, keluarga Kahar, diizinkan mengunjungi Kahar di penjara Shikho (Wusu dalam bahasa Cina) di luar kota Shikho, ujung utara kota Xinjiang.  Mariam Khan menemukan puteranya dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Putera saya sangat lemah dan kurus dan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, hanya menangis tanpa suara,” katanya.

Tidak ada yang melaporkan tentang kasus Kahar sejak ia ditahan empat tahun lalu.

Saudara perempuan Kahar, Nurgul, berbicara kepada RFA, menambahkan, “Staf Mahkamah  Kota Urumqi mengatakan, ‘Kakakmu mempublikasikan berita ilegal dan menyebarluaskan idea-idea separatisme etnik di websitenya. Dia dituduh dengan kejahatan memecah belah bangsa.”

Kumpulan  peduli Uighur mengatakan bahwa banyak warga Uighur dilaporkan telah menghilang sejak insiden 2009 itu, sebagian besar dari mereka dibawa ke tahanan oleh pihak berkuasa.

Warga Muslim Xinjiang telah lama mengeluhkan diskriminasi dan perlakuan keras dari pihak berkuasa Cina. Banyak di antara mereka yang ditangkap atas tuduhan terlibat “terorisme” dan “separatisme.” Bahkan, puluhan dilaporkan meninggal dunia akibat ditembak mati polis dalam beberapa bulan terakhir atas tuduhan tersebut-(arrahmah.com)

***

Lagi, seorang warga Muslim Uighur ditembak mati polis di Xinjiang-Cina

Seorang warga Uighur, seorang ayah dari dua orang anak, ditembak mati oleh polis Cina di desa Dolan, Xinjiang.

Radio Free Asia (RFA) melaporkan  bahwa pada 29 Januari, Qurban Tursun, warga etnik Muslim Uighur, ditembak mati oleh polis yang sedang melakukan “pemeriksaan keamanan” ke rumah-rumah penduduk Polis mengklaim bahwa Tursun ditembak mati kerana menolak polis untuk masuk ke rumahnya.

Ketua Polis Karatal Wang Guochen mengklaim bahwa Tursun mengatakan anaknya akan takut jika polis masuk ke dalam rumah dan meminta mereka untuk datang pada hari berikutnya.

Guochen juga mengklaim bahwa Tursun bersenjatakan pisau setelah team polis  memaksa masuk ke rumahnya dengan mendobrak pintu rumah.

Timbalan Ketua  Polis  Ghalipjan Emet, yang menembak mati Tursun, mengklaim bahwa Tursun baru-baru ini pernah dipenjara atas tuduhan menyembunyikan seorang “separatis” (sebutan yang biasanya dilayangkan kepada warga Muslim Uighur yang menentang pemerintah Cina, red) di rumahnya dan pihak berwenang melakukan penggeledahan terhadap rumahnya sejak ia bebas.

“Dia menolak bekerja sama, jadi kami menembaknya,” ujar Emet, dikutip RFA.

Emet menambahkan bahwa ia hanya mematuhi perintah standar dari pihak atasan untuk operasi penggeledahan itu.

“Mereka mengatakan jika mereka tidak mau bekerja sama maka tembaklah, jadi kami melakukannya,” katanya.

Regim komunis Cina akhir-akhir ini telah mengintensifkan tindakan keras terhadap warga Muslim Uighur di Xinjiang. Berdasarkan catatan resmi, dalam jangka waktu dari April-Mei sekitar 100 orang etnik Muslim Uighur diyakini telah tewas ditembak, pihak berkuasa Cina menuduh mereka terlibat “terorisme” dan “separatisme” tanpa proses pengadilan. (nahimunkar.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s