Jasad Sahabat Nabi SAW Muncul Secara Utuh Saat Banjir di Makkah

Berita Jasad Syuhada di akhbar Arab

Khamis 5 Rabiulakhir 1435/6 Februari 2014
Editor by Wilhelmina

FortunaMedia.com | Jasad  Sahabat Nabi SAW Muncul Secara Utuh Saat Banjir di Makkah

Kekuasaan Allah Ta’ala  boleh tampak melalui berbagai macam cara. Salah satunya yaitu saat banjir di Makkah tahun 2013 lalu, dimana jasad para sahabat Nabi SAW  timbul dengan kondisi jasad yang masih utuh dan berdarah.

Saat banjir surut, darah para syuhada tersebut masih mengalir harum, namun sudah tidak dikenali lagi. Yang masih dapat dikenali jasadnya hanya dua, yaitu Sayidina Hamzah ra, yang memiliki luka di dadanya, dengan tangan masih menekup lukanya akibat terkena tombak dan masih keluar darah, serta badan yang tinggi besar.
Jasad Sayidina Hamzah ra masih utuh kondisinya, walaupun sudah seribu tahun yang lalu.

Dan yang satu lagi adalah jasad Abdullah bin Jaz ra kerana diketahui telinga dan hidungnya terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang batu nisannya ada di Uhud. Jadi kalau Anda berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 batu nisan saja.

Sebuah “Kesaksian” Dr Thariq As-Suwaidan dalam kasetnya yang amat berharga “Qisshatun Nihayah” yang dikutip secara langsung dari Syaikh Mahmud Ash-Shawaf menyebutkan peristiwa besar yang dialami oleh sebagian ulama dalam pengkebumian  sebagian sahabat yang gugur syahid di perang Uhud.

Bagaimana mereka menyaksikan para sahabat setelah 1400 tahun berlalu, bagaimana jasad mereka seperti sedia kala tanpa perubahan, tanpa pembusukan. Sebagai bukti nyata atas kebenaran berita gembira dari Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada, bahawa bumi tidak memakan jasad mereka.

Berikut adalah sebagian dari kaset pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa tersebut:
“Syaikh Mahmud Ash-Shawaf telah menyampaikan kepada kami bahwa dia adalah salah seorang yang diundang daripada kalangan ulama besar untuk pengkebumian  semula para sahabat yang gugur syahid di perang Uhud di kompleks kuburan syuhada Uhud, yaitu sebuah kawasan perkuburan yang terkenal.

Kerana dilanda banjir, maka sebagian jasadnya timbul ke permukaan. Para ulama diundang untuk menguburkan kembali para sahabat tersebut. Ia berkata, ”Di antara orang yang aku kuburkan adalah Hamzah ra, badannya besar, kedua telinga dan hidungnya terpotong, perutnya terbelah, dia meletakkan tangannya di atas perutnya. Ketika kami menggerakkannya dan mengangkat tangannya, darahnya mengalir. Aku menguburkannya bersama sahabat-sahabat lainnya yang gugur syahid di Uhud.”

Dr Thariq As-suwaidan berkata, ”Ini adalah perkara yang terbukti secara mutawatir dan dengan mata kepala. Semoga Allah SWT menyampaikan kita semua ke derajat para syuhada. Syaikh Mahmud telah menyampaikan kepada kami tentang aroma harum musk yang berasal darinya ketika darah mengalir dari jasad Hamzah RA.” 
SubhanAllah, setelah 1400 tahun lebih, betapa agungnya Engkau ya Allah. Alangkah besarnya kekuasaan-Mu, Maha suci Engkau. Betapa utamanya, betapa mulianya, Allah Ta’ala  memberikannya kepada para syuhada.

Jika seperti itu kemuliaan jasadnya yang terpendam di perut bumi yang tak seorang pun melihatnya, lalu bagaimanakah dengan kemuliannya di surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Jabir bin Abdillah bercerita, ”Menjelang perang Uhud, ayahku memanggilku pada malam hari. Ia berkata: ’Aku merasa akan menjadi orang yang paling pertama gugur di antara para sahabat Nabi SAW. Sungguh aku tidak meninggalkan sesuatupun yang lebih kusayangi selain engkau, disamping Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya aku memiliki hutang, maka lunasilah. Dan bersikap baiklah kepada saudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya, ia pun menjadi orang yang pertama gugur.  Ia dimakamkan bersama orang yang lain dalam satu lubang kubur. Tetapi hatiku merasa kurang ikhlas membiarkan ayahku berbagi liang kubur bersama orang lain. Enam bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jasadnya masih tetap utuh sama seperti pertama kali aku menguburkannya.” (Hadis Riwayat Bukhari, Fathul Bari, 3/214 ).
Petikan hadis di atas membuktikan di mana ayah Jabir ra terbunuh dalam perang Uhud dan ketika enam bulan kemudian makamnya dibongkar, maka jasadnya tetap utuh. Enam bulan adalah waktu yang lama di mana tubuh mayat seharusnya sudah hancur.

Penelitian membuktikan bahwa selama 24 hingga 36 jam pertama mayat dikuburkan, maka bola mata mulai menonjol dan kornea menghitam. Cabang-cabang urat nadi mulai terlihat di perut dan dada.
Pada 2 sampai 5 hari berikutnya, wajah dan seluruh tubuh menggelembung, dari tubuh mayat keluar bau busuk. Setelah melewati 5-10 hari, kulit mulai rapuh dan tubuh ada larva.
Organ-organ tubuh meleleh ke tanah dan mulai menyisakan tulang saja.

(Nur Lail -aktual.co/wisatahati)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s