Habib Zain al-Kaff; Habib yang Menjadi Syiah itu Pengkhianat Ahlul Bait


Illustrasi ;Syiah bukan Islam

Rabu 4 Rabiulakhir 1435/5 Februari 2014
Editor by Wilhelmina

FortunaMedia.com | Habib Zain al-Kaff; Habib yang Menjadi Syiah itu Pengkhianat Ahlul Bait,

Surakarta – Habib yang mengikuti Syiah itu adalah pengkhianat Ahlul Bait. Mereka bukan lagi para Habib tetapi mantan Habib. Hal ini disampaikan oleh Ust. Habib Ahmad Zain Alkaff, Pengurus Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Daerah Jawa Timur dan Majelis Tinggi NGO-NahdatulUlama(NU) Jawa Timur, saat acara kajian ilmiah “Mengapa Syiah Bukan Islam?” di Gedung Al Irsyad, Surakarta, Ahad (2/1).

Habin Zain menegaskan, merupakan kesalahan kalau orang mengatakan Habib itu Syiah. Kerana dalam literature ke-Habiban, Ahlul Bait yang menjadi Syi’ah tidak digolongkan Habaib (Habib-Habib)

Tokoh NU yang lantang menasehati Sa’id Agil Siraj-Ketua Umum  PBNU yang mendukung Syi’ah, ini menambahkan , bahkan Ketua Habaib, yang hijrah dari Bashrah negeri yang subur menuju Hadramaut negeri yang kurang subur dalam rangka menyelamatkan anak keturunannya dari fitnah Syiah yang berkembang di Bashrah.

Menurutnya, kalau ada Habib yang menjadi Syiah itu maka telah berkhianat kepada datuknya. “Kalau ada para Habib tidak berjalan diatas jalan Habib dia bukan Habib, tetapi mereka mantan habib” tegasnya.

Syiah itu telah melakukan kedustaan. “Syiah mengaku mencintai Ahlul Bait padahal mereka tidak mencintai mereka” jelasnya.* (Anwar/annajah) Publikasi: Isnin, 2 Rabiul Akhir 1435 H / 3 Februari 2014

***

Habib Zain: Alasan Mengapa Syiah Bukan Islam

 Bahaya yang mengancam umat Islam dikepulauan Nusantara (Indonesia/Malaysia/Singapore/Thailand/Filipina) saat ini adalah Syiah. Syiah aliran sesat dan menyesatkan serta Syiah itu bukan Islam.

Habib Zain menjelaskan Syiah yang berkembang di dunia ini ada tiga. Pertama, Syiah Zaidiyah. Syiah zaidiyah ini berkembang di Yaman Utara, hanya saja Syi’ah Zaidiyah tidak berkembang, bahkan banyak kumpulan  Zaidiyah yang akhirnya memberikan loyalitas-dukungan taat setia  kepada Iran. Hal ini tidak lepas dari bujuk rayu dan dana besar dari Negara Parsi ini.

Kedua, Syiah Isma’iliyah ini berkembang di India dan Pakistan. Dan pecahan dari Syiah jenis ini adalah Syiah Nushairiyah dan Druzziah.

Ketiga, Syiah Imamiyah atau Ja’fariyah,Komeiniyah atau biasa mengatasnamakan madzhab Ahlul Bait. Syiah ini berpusat di Iran. Setelah revolusi 1979 mereka melakukan eksport ajarannya ke negeri-negeri kaum muslimin termasuk Malaysia-Indonesia.

“Syiah yang ada di Indonesia dan Malaysia  adalah Syiah Imamiyah, atau Ja’fariyah, atau Khomeiniyah atau biasa mengatasnamakan madzhab ahlul bait” katanya.

Menurutnya, aliran sesat yang paling berbahaya adalah Syiah kerana mereka disokong Negara kaya Iran. “Negara Iran menyuntik  dana ada yang dihubungi langsung atau ada juga yang diundang ke Iran kemudian ditunjukkan keberhasilan mereka.” Jelasnya.

Banyak tokoh Islam ditipu oleh Syi’ah. Syi’ah menawarkan pendekatan atau ukhuwah antara Sunni dan Syi’ah. Namun di sisi lain, tokoh-tokoh kita tidak diberitahu bagaimana Ulama-Ulama Ahlus Sunnah dibunuh, dipenjara dan Masjid-masjid Ahlus Sunnah dirobohkan di Teheran padahal disana Snagong dan Gereja saja boleh berdiri disana.

“Di Teheran itu banyak Sinagong(Kuil Yahudi) dan Gereja(Kristian), tetapi Masjid Ahlus Sunnah dirobohkan” tegasnya.

Habib Zain juga menjelaskan,Iran suka memberikan beasiswa. Apalagi kebanyakan orang berebut beasiswa ini tanpa melihat itu Syiah atau bukan, Sehingga banyak alumni Iran ketika kembali ke Indonesia jadi murtad dari ajaran Islam. Menjadi missionaries Syi’ah.

Selanjutnya, Pengurus Yayasan Al Bayyinat ini menambahkan, Syiah itu biasanya mengajak Ahlus Sunnah untuk menjaga Ukhuwah Islamiyah. Cara ini digunakan oleh mereka ketika kondisi mereka minority, Hal ini tidak berlaku jika mereka majority, seperti yang terjadi di Iran. Di sana, Ahlu Sunnah justeru diintimidasi, didzalimi bahkan dibunuh.

“Ukhuwah Islamiyah itu bagus bisa dilakukan jika sesama Islam seperti NGO-NU dengan NGO-Muhammadiyah, madzhab Syafi’I dengan madzhab Hanafi kerana perbedaan mereka didalam furu’ bukan ushul.” Ujarnya.

Namun, ini berbeda dengan Syiah. Antara Ahlus Sunnah dengan Syiah tidak bisa bersatu kerana mereka itu berbeda dalam Ushul. “Kalau NGO -Muhammadiyah, NU, Al Irsyad itu masih satu rumah, berbeda dengan Syiah” tegasnya.

Ia menambahkan Syiah juga menggunakan tokoh-tokoh yang telah dicuci otaknya untuk mengajak metode takrib (pendekatan Sunni dan Syiah). “Takrib ini mereka pakai tatkala mereka jadi minority hal ini tidak terjadi di Iran” tambahnya.

Ia menegaskan untuk mengetahui kesesatan Syiah maka kita harus merujuk kepada kitab-kitab mereka. Sebagaimana kalau kita ingin mengkaji Ahlus Sunnah maka harus mengakai kitab-kitab Ahlus Sunnah, demikian pula kalau kita ingin mengkaji kristianisasi, komunimisme maka juga harus menggunakan kitab-kitab mereka.

Habib Zain menjelaskan mengapa alasan Syiah bukan Islam kerana aqidah mereka itu bertentangan dengan Al Qur’an dan Al Hadits.

Pertama, kerana Rukun Imannya berbeda dengan Islam. Rukun Iman Syiah ada 5 sedangkan Rukum Iman umat Islam ada 6. “Konsekuensi dari keimanan ini maka saling mengkafirkan, Syiah mengkafirkan Ahlus Sunnah dan Ahlus Sunnah mengkafirkan Syiah” ungkapnya.

Kedua, perbedaan dalam Rukun Islam. Kalau Rukun Islamnya orang Syiah itu Shalat, Shaum, Zakat, Haji dan Wilayah.
Sedangkan Rukun Islamnya Ahlus Sunnah itu Syahadatain, Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji. Sama konsekuensinya saling mengkafirkan.

Ketiga, Al Qur’an yang dibaca kaum muslimin  sudah mengalami muharraf (perubahan), bisa ditambah dan dikurangi. Padahal Allah SWT secara tegas telah mengatakan sesungguhkan kami yang telah menurunkan al Qur’an dan kami pula yang menjagannya. Hal ini tidak sebagaimana orang Syiah mereka itu mengatakan al Qur’an telah berubah baik ditambah maupun dikurangi. Bahkan al Qur’an menurut mereka itu 17.000 ayat tiga kali lipat al Qur’an yang ada.

Keempat, mereka mengklaim imam-imam mereka lebih mulia daripada Rasulullah SAW. Menurut Syiah Imam kami punya kedudukan diatas Rasulullah Saw. “Seseorang yang mengaku lebih afdhol dari para rasul telah keluar dari Islam, inilah aqidah Islam” tegasnya.

Kelima, mereka mencaci para sahabat bahkan mereka mengkafirkan para sahabat kecuali yang empat orang saja. “Padahal Allah SWT telah menegaskan dalam al Qur’an Allah redha kepada mereka dan mereka redha Allah sebagai rabb mereka” ujarnya.

Ulama dan tokoh NGO-NU kelahiran 1941 ini mengingatkan untuk menghadang perkembangan Syiah di kepulauan Nusantara ini kerana jika tidak diwaspadai maka apa yang terjadi di Irak, Iran, Yaman, Bahrain akan juga bisa terjadi di bumi Ahlus Sunnah INusantara ini.

Untuk mengingatkan bahaya Syi’ah beliau mengutip hadits Rasulullah SAW : “Apabila timbul fitnah atau bid’ah, dimana sahabat-sahabatku dicaci maki, maka setiap orang yang berilmu diperintahkan untuk menyampaikan ilmunya (menyampaikan apa yang ia ketahui kesesatan Syiah). Dan barang siapa tidak melaksanakan perintah tersebut, maka dia akan mendapat laknat dari Allah dan dari Malaikat serta dari seluruh manusia. Semua amal kebajikannya, baik yang berupa amalan wajib maupun amalan sunnah tidak akan diterima Allah Ta’ala”.

Umat Islam dituntut pembelaannya manakala Rasulullah SAW, para sahabatnya, istri-istrinya yang dicacimaki oleh siapapun, termasuk Syi’ah. “Kalau seandainya kita tidak marah ketika istri-istri Rasulullah SAW, mertua Rasulullah SAW, menantu Rasulullah dan juga para sahabatnya dicacimaki dan dikafirkan maka diragukan kecintaannya kepada Rasulullah Saw. Jangan mengaku Cinta, jika tidak ada buktinya.” jelasnya. (Anwar/annajah)

(nahimunkar.com)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s