Bijaknya Faisal Tehrani ber-Taqiyah.

faisaltehrani.jpg-MKini

Khamis 5 Rabiulakhir 1435/6 Februari 2014
Written by Wilhelmina

FortunaMedia.com | Bijaknya Faisal Tehrani ber-Taqiyah.

Membaca dan merenungi ayat per ayat-kalimat per kalimat tulisan karya Faisal Tehrani atau nama sebenarnya Dr Mohd Faizal Musa merupakan pengarang dan felow penyelidik di Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang kini jadi Kolumnis di portal MalaysiaKini-ada jarum-jarum halus Syi’ah sedang beliau lakarkan disetiap artikelnya.

Faisal Tehrani memang punya kepakaran penulisan dengan bahasa-kalimat yang penuh aura  filsafat.Hanya jauhari yang mengenal kalimat bias-bias yang dihipnotiskannya pada khlayak pembaca.

Dalam artikelnya Masihkah Nabi suri teladan? ( http://www.malaysiakini.com/columns/251732) Jelas sekali dia mencela sahabat “Mengatakan Sahabat Muawiyah bin Abi Sofyan RA” kuasa kapitalis, fasis dan diktator dinasti Umaiyyah yang terjelma pada sosok bernama Walid bin Utbah bin Abu Sufyan”.

Faisal Tehrani tergolongMisionaris Syiah yang taqiyah dan bersifat abu-abu. Misionaris ini lebih berbahaya daripada yang terang-terang mengaku dirinya Syiah, kerana berlindung dengan metode taqiyah serta membuat subhat dikalangan umat Muslimin.

(klik baca; https://helmysyamza.wordpress.com/2014/01/30/kenali-metode-misionaris-syiah-dalam-mengajarkan-agamanya/)

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendoakan beliau(Mu’awiyah)  dengan doa yang mulia “Ya Allah, jadikanlah Mu’awiyah sebagai orang yang memberi petunjuk dan mendapat hidayah. Jadikanlah manusia mendapat hidayah melalui dirinya.” (Hadist Riwayat.Tirmidzi). Hadits ini, secara sanad ditolak oleh orang-orang Syiah.

Keistimewaan Muawiyah juga disebutkan, yaitu ketika Ibnu Abbas ditanya tentang Muawiyah yang melakukan shalat witir satu raka’at. Ibnu Abbas menjawab, “Dia Benar, dia adalah seorang yang fakih.” (HR. Bukhari).

Sikap seseorang terhadap Mu’awiyah adalah barometer yang menunjukkan sikapnya terhadap para shahabat lainnya. Apabila ia lancang dalam mencela atau merendahkan beliau, maka ia akan lancang pula dalam mencela shahabat lainnya.

Abu Taubah Ar-Rabi’ bin Nafi’ rahimahullah berkata, “Mu’awiyah bin Abi Sufyan adalah tirai bagi shahabat-shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang berani menyingkap tirai itu, niscaya ia akan berbuat lancang terhadap yang berada di baliknya.” (Tarikh Dimasyq).

Al-Imam Ibnul Mubarak rahimahullah juga berkata, “Mu’awiyah di sisi kami (Ahlus Sunnah, Ahlul Hadits) adalah tolok ukur ( penanda aras) Siapa yang kita lihat ia memandang Mu’awiyah dengan pandangan jelek, kita berprasangka bahwa orang ini juga berpandangan jelek kepada seluruh shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tarikh Dimasyq)
Wallahua’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s