Orang-Orang Cina di Indonesia Masuk ke Dunia Politik

Illustrasi

 

Isnin 02 Rabiulakhir 1435  / 03 Februari 2014

Editor  by Wilhelmina

FortunaMedia.com | Orang-Orang Cina di Indonesia Masuk ke Dunia Politik

Orang-orang Cina mereka sudah menguasai hampir seluruh asset ekonomi Indonesia. Bahkan, boleh dikatakan orang-orang Cina sudah mengusai Indonesia dari Sabang di Aceh  sampai Marauke di Papua Barat(dulu Irian Jaya)


Ahok Basuki Timbalan Gobernor DKI Jakarta

Mereka sejak zamannya Soeharto hingga SBY selalu banyak mendapat kemudahan dari perbankan, dan akhirnya memeras rakyat dengan cara menaikan harga dagangannya, demi mendapatkan keuntungan berlipat-lipat, sehingga membuat rakyat bankrap  dan menjadi miskin melarat

Bahkan, orang-orang Cina mendapatkan berkah, saat Indonesia dibawah Presiden Abdurrahman Wahid. Di mana eksistensi orang-orang Cina mendapatkan pengakuan secara politik dengan dilegalkannya agama Kong Huchu menjadi agama resmi di Indonesia.

Indonesia sejak merdeka tahun 1945 hingga era Order Baru pimpinan Presiden Suharto hanya meng-iktiraf agama-agama  ;Islam,Kristian (Protestan-Katolok),Hindu, Budha sahaja Namun semasa Suharto beliau sempat meng-iktiraf pula Ajaran-Aliran Kebathinan seperti Ajaran Kejawen,

 

Kebobrokan dan kehancuran moral  dan sosialpun selalu di mulai oleh orang-orang Cina. Seperti misalnya kebiasaan menyuap dan menyogok pegawai  pemerintah, minum minuman keras, narkotik, sex bebas, dan pelbagai  perjudianini adalah bagian dari pola hidup mereka. Banyak para ‘cukong’ narkotik yang tertangkap, tak lain,  orang Cina. Mereka yang ditangkap dan dipenjara masih bisa mengendalikan bisnis narkobanya di balik jeriji besi.

Saat ini sudah banyak orang Cina yang menjadi pegawai negeri, dan mereka selalu melakukan kecurangan dan mementingkan kelompoknya, biasanya mereka menjadi pegawai negeri kerana memiliki keahlian tertentu misalnya doktor, tenaga teknisyen , dan lainnya.

Setelah seluruh line strategik  terkuasai berikutnya mereka akan melakukan percepatan masuk ke dunia politik. Dimulai dengan melakukan dukungan materi kepada para kandidiat legislative, menjadi cukong pegawai pemerintahan  yang masih aktif ataupun mencoba menjadi Ketua  Daerah.

Contoh terkini didalam dunia politik Indonesia adalah Ahok Basuki , lulusan jurusan Geologi University  Trisakti, (University  yang sempat di dominasi orang Cina), kemudian menjadi anggota legislatif dan bupati di daerah majoriti Cina (di Pulau Bangka Belitung). Termasuk di Kalimantan Barat, gubernunya juga orang Cina.

Saat ini kekuatan Cina internasional mendorong agar tokoh mereka (Ahok) menjadi gubernur DKI Jakarta, sesudah Jokowi didorong menjadi calon presiden 2014  Senario ‘cukong’ Cina ini dengan menggunakan media seperti Kompas, dan sekuler lainnya, tujuannya DKI Jakarta yang menjadi ibukota dan pusat ekonomi, jatuh ke tangan orang-orang Cina. Nantinya, akan disulap menjadi Singapura.

Strategi politik jangka panjang berikutnya adalah setelah  Ahok menjadi Timbalan  gubernur di Jakarta  Maka  Joko widodo disingkirkan di tahun 2014. Dengan kata lain pada tahun 2014 Ahok sudah menjadi Gubernur orang-orang Cina yang menguasai  Ibu kota Negara Indonesia.

Sekarang para cukong Cina yang dahulunya mendukung regim Soeharto seperti Hary Tanoe sudah menjadi calon presiden melalui Parti Hanura yang dipimpin mantan Jendral Wiranto, orang kepercayaan Soeharto.

Hasil sebuah demokrasi reformasi yang dibelakangnya adalah cukong-cukong Cina.

Bahkan, sebuah informasi yang sifatnya ‘inside’ pernah ada rapat kabinet di Istana KePresidenan Cikeas, membahas “Pembangunan Indonesia Timur dan Papua”, ternyata yang memberikan arahan bukan Presiden SBY, dan yang keluar dari ruang dalam Istana Cikeas, adalah Tomy Winata, dan memberikan pengarahan dan presentasi di depan para menteri dan pejgawai  setingkat menteri. Betapa para “cukong” Cina sudah masuk sampai ke Istana.

Begitu pula bos Lion Air, Rusdi Kirana, sudah “mentake over” Parti PKB dari tangan Muhaimin Iskandar, dan didudukan sebagai Timbalan Ketua Umum. Dua orang Cina Hary Tanoe dan Rusdi Kirana, sudah masuk ke ranah politik.

Sesudah sukses menggenggam 80 peratus  asset ekonomi Indonesia, sekarang mereka masuk ke ranah  politik, sebagai bagian akhir pengusaaan terhadap Indonesia. Tujuannya menjadikan bangsa Indonesia atau kaum pribumi, sebagai “kuli dan jongos” di negerinya sendiri

Secara faktual orang-orang Cina sudah melakukan penjajahan ekonomi bangsa Indonesia. Hal ini tergambar dengan adanya fakta-fakta dibawah ini :

  • Semua Mal Mal -Supermarket di setiap kota di Indonesia hampir 100 peratus  milik orang Cina.
  • Importir barang barang keperluan pokok (Beras, Gula, Daging, Kacang soya) juga orang Cina.
  • Eksportir hasil bumi keluar negeri adalah orang Cina.
  • Pemilik toko dan tengkulak-peraih  di desa desa juga orang Cina.
  • Pemilik pabrik pabrik/kilang-kilang dan pengusaha besar orang Cina.
  • Pendukung semua presiden sejak Zaman Suharrto, Habibie,Gusdur,Megawati dan Sulsilo  Bambang Yudhoyono dibelakangnya pengusaha Cina yang menjadi dalang ekonominya.
  • Media cetak dan elektronik (TV) yang besar besar milik orang Cina.
  • Artis dan pembawa acara di televisyen pun sudah banyak orang Cina.
  • Koruptor kelas kakap yang tertangkap KPK(Badan Pencegah Rasuah) umumnya Cina yang menyuap para pegawai pemerintahan.
  • Menteri dan pemerhati politikpun juga sudah mulai bermuculan dari orang  Cina seperti Marie Elka Pangestu.
  • Penggelapan dana  BLBI Rp 650 triliun, yang lari ke Singapura juga orang Cina.
  • Daerah daerah di Jakarta seperti, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Pusat saat ini sudah di kuasai orang Cina, warga pribumi, termasuk etnik Betawi, sudah tersingkir ke daerah daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok dan Tanggerang.
  • Pusat pejabat  di gedung gedung  majoriti di Jalan Thamrin, Sudirman, Kuningan, juga miliki Cina dan karyawannyapun majoriti  Cina

    .

  • Toko toko Elektronik, Toko Spare-parts motor dan Bengkel, Toko Hardware   Matrial bangunan dan Distributor bahan pokok juga umumnya orang Cina.
  • Banyak warga cina yang memiliki senjata api.

Fakta-fakta diatas adalah gambaran yang bisa di tuliskan dengan panjang, dan masih banyak lainnya yang belum di masukan, oleh kerana itu kepada seluruh warga Negara Indonesia untuk dapat memulai dan melakukan gerakan melawan kekuatan Cina yang sedang menjajah Indonesia yang suatu saat kelak akan memproklamirkan sebagai bagaian dari Cina internasional di perantauan.

Kekuatan Cina baru ini akan menyerap semua kemampuan ekonomi rakyat Indonesia dan sumber daya alam yang akan di arahkan ke Cina sebagai sumber alam yang mendukung bangsa Cina menguasai dunia.

Seperti halnya, Singapura dahululnya majoriti Melayu, tapi sekarang menjadi majoriti  Cina. Termasuk Malaysia sekarang orang-orang Cina sudah sangat mapan, dan jumlah sudah mencapai 40 persen. Mereka juga menguasai ekonomi Malaysia.

Negara Indonesia dan bangsa Indonesia sudah berada di tangan orang-orang Cina. Pemerintahannya sudah  tidak berdaya menghadapi ekspansi orang-orang Cina, dan mereka masuk ke dunia politik dengan menunggangi parti politik, seperti Parti Hanura dan PKB. Bahkan, nanti orang Cina, bukan hanya menjadi Presiden, tapi Gubernur, Bupati, dan Datuk Bandar(Wali Kota)

Sumber :.voa-islam.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s