Waris Tan Malaka Minta Jasadnya Dikebumikan di TMP Kalibata


Potret Tan Malaka selama pelarian di Filipina pada tahun 1920-an.

Khamis 28 Rabiulawal 1435 / 30 Januari 2014
Editor by Wilhelmina

FortunaMedia.com | Waris Tan Malaka Minta Jasadnya Dikebumikan di TMP Kalibata

Keluarga ahli waris Tan Malaka meminta pemerintah Indonesia untuk memindahkan sisa-sisa jasad yang diyakini sebagai pahlawan nasional Tan Malaka di sebuah perkuburan umum di Kabupaten Kediri, Jatim ke Taman Makam Pahlawan, TMP Kalibata, Jakarta.

Menurut keluarganya, pemakaman ulang jasad Tan Malaka ke TMP Kalibata merupakan bentuk pengakuan negara secara resmi terhadap pahlawan nasionalnya.

 

“Ini pengakuan negara terhadap seorang pahlawan nasional yang selama 30 tahun namanya dihilangkan dari buku pelajaran dan pengajaran sejarah,” kata Asvi Warman Adam, ahli/pakar  sejarah dan penasehat team identifikasi pencarian jenazah Tan Malaka, Isnin (27/01) siang, kepada wartawan BBC , Heyder Affan.

Dalam waktu dekat, ahli waris/keluarga Tan Malaka dan panitia akan menemui Kementerian Sosial untuk proses pemindahan secara simbolik sisa-sisa tulang, gigi serta rambut yang diyakini sebagai Tan Malaka.

Pada 2009 lalu, team forensik yang disokong ahliwaris- keluarga Tan Malaka  telah selesai menggali kuburan yang diduga berisi jenazah Tan Malaka di perkuburan umum di Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri.Jawa timur.

(klik; https://helmysyamza.wordpress.com/2014/01/30/penggalian-pusara-pahlawan-nasional-ri-tan-malaka/)

Ini pengakuan negara terhadap seorang pahlawan nasional yang selama 30 tahun namanya dihilangkan dari buku pelajaran dan pengajaran sejarah.


(Salah-satu buku karya Harry Poeze tentang sosok Tan Malaka)

Penggalian dilakukan berdasarkan penelitian yang dilakukan sejarawan Belanda Hary Poeze selama bertahun tahun terhadap tokoh sosialis kiri asal Sumatera Barat ini.

Penelitian itu menyimpulkan, pahlawan nasional itu ditembak mati  pada 21 Februari 1949 oleh kesatuan Tentara Republik Indonesia, TRI di dekat lokasi kuburan yang ditemukan di Kediri.

‘Yakin 90 peratus’

Setelah melakukan penggalian, team peneliti kemudian mencocokan DNA jasad tersebut — yang sudah berupa serpihan tulang, gigi serta rambut — dengan DNA keluarga Tan Malaka, namun sejauh ini belum membuahkan hasil.

Walaupun belum menemukan bukti DNA, menurut Asvi Warman Adam, pihak panitia “meyakini 90 peratus” bahwa jasad tersebut adalah Tan Malaka berdasarkan bukti yang ditemukan selama penggalian.

Asvi menjelaskan, temuan antropologi fisik terhadap jasad itu menunjukkan bahwa “orang yang dimakamkan itu lelaki, berasal dari ras mongoloid, dan tingginya antara 163-165 cm, dan dalam keadaan tangannya terikat ke belakang.”

“Jadi secara fisik itu ciri-ciri Tan Malaka pada saat ditembak,” kata Asvi.

“Kami menyimpulkan bahwa 90 peratus itu sudah benar bahwa itu tempat meninggalnya Tan Malaka,” tambahnya.

Tan Malaka adalah tokoh Kiri yang sejak awal mencita-citakan Indonesia merdeka dari kolonial Belanda.

Selain pernah diasingkan dan menjadi legenda aktivis politik bawah tanah selama bertahun-tahun, lelaki  kelahiran tahun 1897 ini juga menulis beberapa buku terkenal.


(Liputan Majalah TEMPO tentang Tan Malaka)

Gelar pahlawan tidak dicabut

Menurut Asvi Warman Adam, pemerintah Indonesia telah menetapkan Tan Malaka sebagai pahlawan nasional pada 1963, tetapi “sejak 1965 namanya tidak ada lagi, meski gelarnya tidak pernah dicabut.”

Asvi mengaku mendapat keterangan dari tim peneliti Kemensos bahwa “gelar pahlawan Tan Malaka tidak dicabut, tetapi off the record. Itu keterangan dari penelitian dari kementerian sosial.”



Pemerintahan Orde Baru pimpinan Presiden Suharto dikenal sebagai regim anti Komunis yang melarang segala hal yang berbau Komunis atau aliran Sosialis Kiri.

Penyelidik LIPI ini mengatakan, selain meminta jasad Tan Malaka dimakamkan ulang, mereka meminta Kementrian Sosial  untuk memugar kuburannya serta membuat monumen di pekuburan Desa Selopanggung, Kediri.

Mereka mengusulkan hal ini kerana sejak awal Pemerintah Kabupaten Kediri menolak jika jasadnya dipindahkan dari lokasi pemakaman awalnya.

“Kerana pemerintah Kediri ingin makam Tan Malaka tetap di situ, sedang keluarga ingin dimakamkan di Taman Makam  Pahlawan Kalibata Jakarta, maka keluarga akan memindahkan secara simbolik  tanah (di kuburan Selopanggung) ke TMP Kalibata, dan membiarkan kerangka tersisa tetap di Selopanggung Kediri”

Keluarga-ahli waris juga memper-izinkan team forensik yang pernah meneliti DNA Tan Malaka untuk melanjutkan penelitiannya.

Pustaka;
bbc.co.uk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s