Penggalian Pusara Pahlawan Nasional RI Tan Malaka

Almarhum Tan Malaka

Khamis 28 Rabiulawal 1435 / 30 Januari 2014
Editor by Wilhelmina

FortunaMedia.com | Penggalian Pusara Pahlawan Nasional RI Tan Malaka

Penggalian makam-pusara yang diduga berisi jenazah Tan Malaka, pahlawan nasional yang ditembak mati pada tahun 1949, kini sudah selesai.

Team forensik sudah membawa contoh tulang dari makam itu untuk meneliti DNA-nya di Jakarta, yang memakan waktu sekitar 3 minggu. Penggalian di Kediri, Jawa Timur, dilakukan berdasarkan penelitian yang dilakukan sejarawan Belanda Hary Poeze selama bertahun tahun terhadap tokoh sosialis kiri  asal Sumatera Barat ini.


(Makam Tan Malaka diduga berada di Jawa Timur)

Wartawan BBC Heyder Affan di Jakarta melaporkan, jika nanti dipastikan itu adalah jasad Tan Malaka, keluarga meminta pemerintah menguburkannya kembali secara layak.

Setelah mengambil serpihan tulang, rambut, serta gigi tulang-belulang yang diduga jasad Tan Malaka, Team Forensik kemudian menguburkan kembali jasad itu di tempatnya semula, di Desa Selo Panggung, Kabupaten Kediri, hari Sabtu kemarin.

Langkah selanjutnya, menurut Ketua Team Forensik Fakulty Kedoktoran University Indonesia, Djaya Surya Atmadja, adalah mencocokkan DNA jasad itu dengan DNA keluarga Tan Malaka.

DNA tersebut akan dicocokkan dengan DNA keluarga Tan Malaka terdekat, yaitu putra adik kandungnya. Ini dilakukan kerana Tan Malaka tidak memiliki istri dan anak selama hidupnya.

 

 Selama ini kematiannya dan dimana dikuburkannya tidak jelas, apalagi dia adalah seorang pahlawan nasional
Zulfikar Khamarudin

Zulfikar Khamarudin, putra adik dari Tan Malaka, menjelaskan tujuan di balik penggalian dan penelitian ini:

”Kami harus tahu dimana Tan Malaka dikebumikan, kerana selama ini kematiannya dan dimana dikuburkannya tidak jelas, apalagi dia adalah seorang pahlawan nasional”.

”Kami mengharapkan jika test DNA itu positif, maka kuburannya harus ditempatkan yang layak sesuai dengan statusnya sebagai pahlawan nasional tidak seperti sekarang, dilembah yang tidak dikenal oleh anak cucu bangsa”, kata Zulfikar.

Zulfikar menambahkan, keluarga memaklumi keinginan pemerintah daerah Kediri yang ingin tetap menempatkan makam Tan Malaka di kawasan tersebut asal sesuai dengan harkat dan martabat bangsa.

Penemuan dan penggalian makam yang diduga berisi jasad Tan Malaka, berdasarkan penelitian yang dilakukan sejarawan Belanda Hary Poeze selama bertahun tahun terhadap tokoh sosialis kiri asal Sumatra Barat(Minangkabau) ini.

Sumber;
bbc.co.uk

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s