Valentine’s Day;Membiarkan Kemungkaran Membuat Turunnya Azab

Jumat 22 Rabiulawal 1435 / 24 Januari 2014

Editor by Wilhelmina

Variety Explorer.Com | Valentine’s Day;Membiarkan Kemungkaran  Membuat Turunnya Azab

مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي ، ثُمَّ يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا ، ثُمَّ لاَ يُغَيِّرُوا ، إِلاَّ يُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ مِنْهُ بِعِقَابٍ. أخرجه أبو داود (4339)، وابن ماجه (9 00 4)، وابن حبان (839 1 و1840

“Tidaklah maksiat dilakukan pada suatu kaum, tetapi mereka tidak mengingkarinya padahal mereka mampu merobahnya kecuali Allah akan meratakan adzab kepada mereka”. (HR Abu Dawud dan lainnya, shahih menurut Al-Albani).

Valentine: Hari Raya Mengenang Pendeta

Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mall-mall, pusat pusat hiburan bersibuk ria-berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Pada tarikh 14hb Februari itu mereka saling mengucapkan “Selamat Hari Valentine”, berkirim kad ucapan, cokelat dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta.

Sejarah, Asal-Usul dan Latar Belakang

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di zaman Raja Romawi(Rom)King Claudius II. Pada 14hb Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine kerana menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nasrani, lalu memerintahkan untuk menangkapnya.

Dalam versi kedua, King Claudius II melihat bahwa para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang, lalu dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui dan dipenjarakan. Di penjara dia berkenalan dengan putri seorang warden penjara yang terserang suatu penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah poskad yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nasrani bersama 46 kerabatnya.

Versi ketiga, ketika agama Nasrani tersebar di Eropah, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak itu dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah poskad yang bertuliskan “Dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu poskad ini.” Akibat sulitnya menghilangkan tradisi ini, para pendeta memutuskan mengganti tulisannya menjadi “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nasrani.

Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya (berdasarkan data yang ada -ed), yang seluruhnya tidak lain bersumber dari ajaran Paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor-pendeta. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat, atau hanya ikut-ikutan semata? Bila demikian, sangat disayangkan banyak remaja Islam yang terkena penyakit mengikut kebodohan  budaya Barat dan acara ritual agama lain. Bahkan saat ini beredar kad-kad perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi! Padahal Allah telah berfirman,

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (٣٦)

 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya”. (QS. Al Isra’: 36)

Fakta Yang Merayakan Valentine, Jangan Takut dan Segan Menyebutnya sebagai Penganut SEKS BEBAS

Dari tahun ke tahun, perayaan Valentines’Day telah menelan banyak korban. Diantara mereka, ada yang mati konyol saat pesta minuman keras, hamil di luar nikah, dan kecelakaan setelah menggunakan narkotik pada moment Valentines’ Day.

Siapa yang bisa mengelak, bahwa Valentine’s Day di kalangan remaja yang tumbuh membesar  di Kota-kota Besar, identik dengan dunia gemerlapan (dugem), pesta minuman keras (miras), perzinaan, dan mengkonsumsi barang-barang terlarang, seperti ecstasy, shabu-shabu dan sejenisnya.

Mau tahu nasib mereka yang merayakan Valentines’ Day?

Inilah sepenggal kisah seorang gadis yang telah kehilangan keperawannnya usai merayakan Valentine’s Day dua tahun yang lalu. Sebut saja Mawar (15), warga Kampung Simpar Desa Simpar Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang, Jawa Barat Indonesia-diperkosa oleh empat remaja. Peristiwa yang menimpa siswi tahun II pada salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Subang-Jawa Barat itu, terjadi saat korban berencana merayakan Valentine Day (hari kasih sayang).

Menurut keterangan saksi mangsa, peristiwa itu berawal ketika Mawar diajak jalan-jalan oleh pacarnya Her (17) ke daerah Ciater. Waktu itu Her berdalih ingin memanjakan korban pada hari kasih sayang. Selain membawa korban, Her juga mengajak sahabat-sahabat-nya yang lain yang rata-rata masih berusia 17 hingga 18 tahun. Setiba di Subang, mereka tiba-tiba mengurungkan niat untuk pergi ke Ciater, tetapi malah kembali ke Pagaden dan sepakat merayakan valentine dengan cara pesta minuman keras di sebuah lorong  sempit di Dusun Wanakersa, Pagaden.

Saat itu, korban terus didesak Her untuk mencicipi minuman keras. Beberapa menit setelah meminum minuman keras itu, korban merasakan pening kepala. Kondisi seperti itu rupanya malah dimanfaatkan Her dan teman-temannya untuk melampiaskan nafsu. Setelah puas mereka langsung pergi dan membiarkan korban tergeletak di pinggir lorong jalan.

Di Banjarmasin,Kalimantan Barat Perayaan “valentine`s day” juga menelan korban. Dilaporkan, pada malam hari kasih sayang itu, seorang remaja maut overdosis (OD) mengkonsumsi ineks (ekstasi) di tempat hiburan malam.

Begitu juga dinegara kita Malaysia -“valentine`s day” juga ada ratusan korban-korban berjatuhan pelbagai versi seperti di Indonesia diatas-ada yang tak keluar diakhbar dan media online.

Pembaca sekalian, ketika semua bukti kerosakan itu telah nampak didepan mata, bagaimanakah sikap Anda yang mengaku sebagai seorang muslim & muslimah ?? Lalu bagaimana tanggungjawab para pemimpin yang Anda  pilih itu ??? Kerana Membiarkan kemungkaran berarti membuat turunnya AZAB SECARA MERATA.

مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي ، ثُمَّ يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا ، ثُمَّ لاَ يُغَيِّرُوا ، إِلاَّ يُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ مِنْهُ بِعِقَابٍ. أخرجه أبو داود (4339)، وابن ماجه (9 00 4)، وابن حبان (839 1 و1840

“Tidaklah maksiat dilakukan pada suatu kaum, tetapi mereka tidak mengingkarinya padahal mereka mampu merubahnya kecuali Allah akan meratakan adzab kepada mereka”. (HR Abu Dawud dan lainnya, shahih menurut Al-Albani).

Waspadailah berbagai kezaliman, kemungkaran, dan dosa-dosa yang berdampak turunnya siksa Allah SWT secara umum. Jangan pedulikan kaum yang hanya menyuruh kita berbuat kebaikan saja, tetapi mereka tidak sudi untuk mencegah kerosakan sebagai benteng umat untuk mencegah munculnya kezaliman yang merupakan dosa yang berdampak kepada siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja, tapi juga akan mengenai orang-orang yang sholeh.

« مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ ».

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman. (HR MUSLIM)

Bolehkah Umat Islam  Memperingati Hari Valentine?

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah melakukan perbuatan kekafiran. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar.

Al-Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM hukumnya. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya.

Bagi yang mengucapkannya, kalaupun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah SWT. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah Ta’ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum arak atau membunuh.

Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari berdosa dan buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.” Allahu a’lam bish shawab.

Pustaka :

Adaptasi dari naskah asal oleh ; Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd* Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat,Indonesia

Dedikasi untuk Nahimunkar.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s