CaLeg Indonesia 2014 :From Democracy to Democrazy [03]

(Gedung DPR/MPR-RI di Senayan Jakarta)

Sabtu 23 Rabiulawal 1435 / 25 Januari 2014

Editor by Wilhelmina

Variety Explorer.Com |Calon Legislatif Indonesia 2014 :From Democracy to Democrazy [03]

Calon Legislatif 2014 Indonesia:
90% Muka Lama, 10% “Muka Gila”, yaitu Bekas Model Porno, Orang Temperamental, Gentho (Preman-Gengster), Germo PSK(Bapa/Ibu ayam), hingga Terpidana-Banduan.

Inilah salah satu bias demokrasi, konsekwensi berdemokrasi, siapapun sekarang ini bisa jadi pemimpin atau pun pegawai, mau dia bekas bajingan, bekas koruptor, bekas germo, bekas mucikari, bekas banduan, bekas pelacur, bekas gentho (preman) atau bahkan masih menggentho, dan lain sebagainya, asal mendapat dukungan terbanyak, bisa jadi pejabat.

Yang terpenting sekarang adalah rakyat Indonesia yang harus cerdas dan bijak untuk menentukan pemimpinnya ke depan agar negeri ini tidak makin terpuruk dan hancur.

 

Artikel ini lanjutan artikel lepas;
(baca juga https://helmysyamza.wordpress.com/2014/01/24/caleg-indonesia-2014-from-democracy-to-democrazy-02/)

 

Gentho (Preman-Gengster), Germo, mantan Pelacur hingga Terpidana/Banduan, Berebutan Masuk Parti-politik di Indonesia.

Sejumlah orang mulai mendaftarkan diri sejak tahun 2012 menjadi anggota parti politik tertentu. Seperti tidak melihat rekaman  jejak (track record) , parti politik terbuka saja menerima si calon anggota.

Bahkan, ada yang memiliki catatan hitam tetap diterima. Parti Bulan Bintang (PBB) mendapat tambahan anggota setelah mantan Komjen (Purn) Susno Duadji bergabung.

 

Di parti binaan Yusril Ihza Mahendra itu Susno belum mendapatkan posisi strategik. Mantan Ketua Polois Daerah Jawa Barat itu mengaku ingin menyatukan perjuangan memberantas korupsi dan juga keadilan. Dia pun belum memikirkan untuk maju menjadi calon legislatif.

Sebenarnya sah-sah saja Susno gabung ke PBB. Namun, saat ini status Susno adalah seorang terdakwa.

Susno dihukum 3,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

 

Putusan di tingkat pertama juga dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA). MA menolak kasasi(cassation)  yang diajukan Susno. Tetapi, ketika hendak dieksekusi oleh pendakwa-raya , Susno selalu menolak. Tercatat sudah dua kali Susno menolak dijebloskan ke penjara.

PBB sepertinya tidak mempermasalahkan kasus yang menjerat Susno. Bahkan, Ketua Umum PBB MS Kaban yakin dengan bergabungnya Susno, PBB akan mengedepankan soal penegakan hukum. ” Saya kira ke depan kita akan sangat mengutamakan persoalan-persoalan penegakan hukum di Indonesia,” tuturnya.

Lain Jakarta, lain pula yang terjadi di Kota Pahlawan-Surabaya. Dikhabarkan ada seorang germo(Ibu ayam) mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Jawa Timur melalui Parti Demokrat.

Bahkan, dikhabarkan si mami germo yang ingin duduk di kerusi dewan itu, masih aktif mengoleksi purel-purel di salah satu pub ternama di Surabaya.

“Ini negara demokrasi, semua berhak menentukan pilihannya,” kata Soekarwo. Jika kelak para calon yang memiliki catatan negatif itu membuat ulah, tentu parti politik harus bertanggung jawab penuh. Jika tidak, rakyat akan mencap parti politik tidak becus dalam memilih anggotanya.

Ini adalah bukti nyata, asal mendapat sokongan terbanyak, bisa jadi pegawai-pemimpin. Naif sekali memang, tapi begitulah kenyataan di Indonesia.

Dan satu hal lagi yang wajib di ingat adalah Tingkat Kredibiliti dan Kapabiliti Pemimpin suatu bangsa/sejumlah komuniti itu mencerminkan Tingkat Kualiti yaitu: pendidikan, pengetahuan, wawasan, peradaban, termasuk komuniti/masyarakatnya (cat. mrheal).

“Last but not least” adalah baik pemerintah maupun rakyat Indonesia sekarang ini sudah siap dan sudah melaksanakan asas Democrazy, crazy aparaturnya, crazy pemerintahannya, crazy korupsinya, dan crazy rakyatnya, crazy kelakuannya, crazy anarkisnya, dan crazy kejumudannya. So, crazy all the way….. all years long…..

 

Dengan dikelilingi orang-orang jahat tak bermoral atau amoral yang memegang bukti dosa-dosa, maka orang baik secerdas apapun bisa dikendalikan.

Mereka dengan mudah dikendalikan orang-orang jahat untuk menjadi keledai tunggangan yang bisa dikendalikan orang jahat sesuka nafsunya, kemana arah dan apapun yang orang jahat suka.

Maka disinilah terjadi Bias Demokrasi. Tidak seperti apa yang didambakan, apa yang diidamkan, dan apa yang dikehendaki semangat Reformasi 98 ketika digulirkan dulu.

Inilah Para Mantan Preman-Tokoh Masyarakat yang Ikut Jadi Caleg di PRU2014

Johny Indo, Parti Nasdem untuk DPRD Sukabumi. (indonesianfilmcenter.com)

1. Johny Indo

Inilah “Si Robinhood”. Nama aslinya Johanes Hubertus Eijkenboom, namun lebih populer dengan nama Jony Indo. Jhony pada tahun 1970-an merupakan salah satu frontman preman Ibu Kota Jakarta yang yang cukup disegani.

Ia dikenal sebagai perompak toko emas yang hasil rampokannya dibagi-bagikan kepada rakyat miskin. Dari situlah, Jhony kemudian mendapat julukan “Robinhood”. Dalam melancarkan aksinya, Jhony selalu bersama dengan kumpulannya yang bernama “Pasukan Cina Kota” atau yang disebut “Pachinko”. Mereka  menceroboh toko emas pada siang hari.

Namun, setelah sekian kali lolos, akhirnya Jhony tertangkap. Ia kemudian dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dan dijebloskan ke Penjara Nusa Kambangan. Meski sudah masuk ke penjara dengan tingkat keamanan tinggi, Jhony sempat kabur dari selnya dan bersembunyi di antara bukit dan parit yang berada di penjara di pulau itu.

Namun, keberadaan Jhony tetap bisa dicium pihak keamanan. Kini, Jhony mengaku sudah tobat. Ia kini menjadi pelatih bela diri untuk para sekuriti di Bumi Perkemahan Cibubur. Pada tahun ini, Jhony menyatakan maju sebagai bakal calon anggota legislatif dari Parti Nasdem untuk DPRD Sukabumi Jawa Barat

Fransiscus Kei,caleg DPR RI dari Parti Amanat Nasional (PAN). Kali ini, ia tidak maju dari kota kelahirannya, Pulau Kei, Maluku Tenggara, tetapi justru dari daerah pemilihan Papua Barat. (detik.com)

 

2. Tito Refra Kei

Fransiscus Kei atau yang akrab disapa Tito Kei. Ia maju sebagai caleg DPR RI dari Parti Amanat Nasional (PAN). Kali ini, ia tidak maju dari kota kelahirannya, Pulau Kei, Maluku Tenggara, tetapi justru dari daerah pemilihan Papua Barat (Irian Jaya).

Nama Tito sangat melekat dengan kebesaran nama sang abang, John Kei, yang dipenjara  atas tuduhan sebagai otak pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung pada tahun 2012 lalu.

Kedua abang-adik ini juga sempat berurusan dengan pihak Polis  lantaran memotong jari dua pemuda pada Ogos 2008.

John dan Tito sempat diseret ke meja hijau akibat kasus itu. Ketika itu, proses peradilan terpaksa dilakukan di Surabaya untuk mencegah amuk massa. Setelah perkara itu muncul, Tito juga sempat terlibat dalam kasus “Ampera Berdarah”.

 

Saat itu, massa kumpulan  Kei clash dengan kelompok asal Flores pimpinan Thalib Makarim di depan Mahkamah  Negeri Jakarta Selatan saat sidang kasus clash Blowfish dibicarakan Tito bahkan tertembak di bagian dadanya yang nyaris mengenai jantung.

Namun, Tito akhirnya selamat dalam tragedi tahun 2010 tersebut. Di luar catatan hukumnya itu, Tito merupakan seorang advokat(peguam bela) . Ia pun mendirikan firma hukum bernama Tito Refra, Cosmas Refra and Partner

 

Lutfi Hakim, Ketua Umum Front Betawi Rempug (FBR)

3. Lutfi Hakim

Lutfi Hakim merupakan Ketua Umum Front Betawi Rempug (FBR) setelah Ketua Umum sebelumnya meninggal dunia pada tahun 2009 lalu.

Ia sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal FBR. Lutfi Hakim termasuk salah satu tokoh Betawi yang cukup populer di kalangan masyarakat.

Kini, Lutfi maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Provinsi DKI Jakarta, tanpa atribut parti politik apa pun

(Munarman-kanan- bersama Ketua FPI)

4. Munarman

Munarman adalah mantan aktivis HAM dan mantan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ia meninggalkan aktivitasnya di lembaga bantuan hukum itu, setelah menyatakan bergabung dengan sebuah organisasi massa, NGOFront Pembela Islam (FPI).

 

Di FPI, Munarman pernah menjadi Panglima Komando Laskar Islam dan kini kerap tampil sebagai juru bicara NGO tersebut. Ia juga menjadi salah seorang penentang keberadaan Ahmadiyah-Qadiani di Indonesia bersama tokoh-tokoh lainnya.

Munarman pernah terlibat dalam kes insiden Monas, 1 June 2008. Saat itu, ia bersama Laskar Islam FPI melakukan penyerangan terhadap massa AKK-BB. Pada  4hb Juni 2008, sekitar 1.500 polis diturunkan ke Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, setelah tidak ada dari pihak FPI yang menyerahkan diri.

Munarman pun menolak menyerahkan diri hingga menjadi buronan. Setelah bersembunyi beberapa hari, Munarman akhirnya menyerahkan diri pada  8hb Juni 2008. Selepas keluar dari penjara, Munarman masih aktif di FPI.

Selain kasus itu, tindakan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman, yang pernah menyiram pakar sosiologi University Indonesia, Tamrin Tomagola, pada sebuah acara talkshow di TVOne, Jumat (29/6/13) pagi juga menuai tanggapan beragam dari pengguna media-media sosial di Indonesia.

“Pak Munarman yang terhormat. Islam itu indah, Islam itu mengajarkan sopan santun, tata krama dan sikap yang lembut, wallahu a’lam. Haruskah hal seperti itu dilakukan? Selayaknya kita sebagai umat Rasulullah paling tidak berusaha mencontoh sifat Beliau yang santun dan sabar,” kata Frengky Al Musthofa melalui Facebook Munarman.

KPU: Kepada Warga Indonesia Harap Laporkan Caleg Bermasalah

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/46/KPU_Logo.svg/531px-KPU_Logo.svg.pngKomisi Pemilihan Umum telah menerima 70 laporan dari masyarakat terkait rekam jejak para calon anggota legislatif.

“Dari jumlah itu, baru 35 laporan yang kami olah,” kata komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, di kantornya, Isnin 24 Juni 2013.

Sejak mempublikasikan daftar calon legislator sementara pada 13 Juni 2013, KPU membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melaporkan para calon legislator yang diduga memalsukan data atau bermasalah dalam persyaratan.

Pada 1 Ogos 2013 caleg yang masih punya jawatan harus memberikan surat pernyataan telah berhenti dari kedudukannya. Tidak hanya itu, laporan masyarakat juga bervarasi.

“Majoriti  laporan yang kami terima soal para caleg yang masih menjabat di institusi lain,” katanya. Calon legislator memang tidak diperbolehkan masih memegang jabatan, terutama di institusi pemerintahan. Namun KPU memberikan waktu hingga Ogos 2013 bagi para caleg untuk meletakkan jawatannya

Selain itu, ada laporan seorang caleg tidak disukai warga perumahan di daerah asalnya kerana pernah berkonflik. Semua laporan masyarakat ini, akan diklarifikasikan ke parti politik yang mencalonkan mereka.

“Untuk laporan yang berimplikasi pada persyaratan seperti dugaan ijazah/sijil palsu atau masih menjabat di institusi, itu bisa berujung pada pencoretan kalau memang terbukti,” ujarnya.

Sedangkan laporan yang sifatnya moraliti calon legislator, kata dia, akan menjadi bahan pertimbangan parti politik. Apakah si caleg yang tidak disukai masyarakat itu akan tetap dicalonkan atau tidak.

Ini adalah artikel yang akan terus berkelanjutan, jika Anda menemui Calon Legislatif lain yang bermasalah, info-kan beserta data dan foto kepada kami melalui kotak komen dibawah halaman ini, kerana KPU-Komisi PRU- sudah menegaskan:

Kepada Warga Indonesia Harap Laporkan Caleg Bermasalah.

Terimakasih atas waktunya, mari bergandingan tangan bersama Variety Explorer.Com untuk Selamatkan Indonesia dari Badut-Badut Politik.

Bersambung

Pustaka ;
Dedikasi untuk; ICC.wordpress.com/pelbag

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s