NGO-ISLAM MALAYSIA Usir Dubes Vatikan Kerana Menyokong ‘Kata Allah’


Para Pendekar Ksatria NGO-Perkasa & NGO-Jati

Editor by Wilhelmina

Isnin 16 Rabiulawal 1435 / 20 Januari 2014

Variety Explorer.Com | Para aktivis Islam di Malaysia menuntut digantinya Duta Besar pertama Vatikan di Malaysia, kerana ia menyokong penggunaan kata Allah oleh non-Muslim.

Kelompok-kelompok Muslim di Malaysia tidak bisa menerima tindakan Vatikan yang secara terang-terangan dengan menyeru agar  mengganti Dubes mereka itu, sebagai bentuk campur tangan ke dalam internal Malaysia.

Anggota NGO- Gerakan Perkasa dan NGO-Jati melakukan protes di depan Kedutaan Vatikan di Kuala Lumpur menuntut dipulangkannya Uskup Agung Joseph Marino. Kumpulan  ini mengatakan permintaan maaf Marino tidak cukup untuk memperbaiki kesalahannya, Jum’at, 17/1/2014.

“Joseph Marino adalah duta besar persona non grata di Malaysia. Ia tidak dinginkan di sini dan harus meninggalkan Malaysia,” kata pemimpin Perkasa, Datuk Ibrahim Ali seperti dikutip New Straits Times.

Kelompok ini mengajukan memorandum protes pada Kedutaan Vatikan. “Kami secara serius mendesak agar utusan Vatikan menarik diri secara sukarela dari Malaysia, kerana pernyataannya yang tidak bijaksana dan tidak dapat diterima, yang menyebabkan kemarahan dari komuniti  Muslim,” demikian antara lain bunyi memorandum itu.

Marino -yang tiba di Kuala Lumpur sekitar enam bulan lalu- belum lama ini mengatakan Federasi Kristiani Malaysia mengajukan alasan “logik dan dapat diterima” terkait argumen untuk penggunaan kata Allah dalam Kitab Bibel  berbahasa Melayu dan dalam literatur lain.

Pernyataannya memicu protes dari komuniti Muslim dan Marino mengajukan permintaan maaf melalui Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah Aman. Ia mengatakan bahwa tidak bermaksud ikut campur dalam masalah dalam negeri Malaysia.

Negara Malaysia secara tegas dalam konstitusinya, bahwa Islam sebagai agama negara. Kerana itu, Malaysia melindungi Islam, dari segala kemungkinan yang dapat merosak dan menghancurkan agama itu. Di Malaysia tidak boleh agama Kristian, menyebarkan agama mereka di tengah-tengah masyarakat Muslim, Dan tidak ada acara-acara televisyen tentang agama Kristian. Berbeda sekali dengan Indonesia.

Walaupun, Indonesia majoriti (90 persen) penduduknya beragama Islam, golongan Kristian dengan bebas mengkristiankan pemeluk Islam melalui berbagai sarana yang mereka miliki. Termasuk melalui media, seperti telivisyen. Kerana Indonesia dipimpin pleh para pemimpin Sekuler yang menjadi kaki tangan panjajah Imperialis Barat.

Sumber; VoaIslam via nahimunkar.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s