Brutal Densus88;”Al Quran Masuk Barang Bukti Terorisme”.!

Editor by Wilhelmina

Selasa 05 Rabiulawal 1435 / 07 January 2014

Variety Explorer.com–JAKARTA – Terjawab sudah tindakan pendangkalan aqidah yang sempat diungkapkan Tutty Alawiyah pada berbagai kasus yang terjadi belakangan ini, seperti penundaan pemakaian jilbab(tudung-kerudung) Polwan( Polis Wanita RI), penolakan obat halal, hingga penghilangan kolom agama di kad pengenalan-IC penduduk (KTP) merupakan fenomena pendangkalan aqidah yang sistemik di alami umat Islam Indonesia kini.

Pemerintah Daerah(Negeri-negeri) yang mencoba mengurus pendidikan agama dengan menganggarkan biaya operasi untuk masjid, imam, madrasah, serta pondok pesantren malah dipidanakan. “Yang terbaru, ada upaya penolakan obat halal dan penghapusan kolom agama di KTP (IC). Pendangkalan aqidah di Indonesia sudah sangat masif,” kata Mentri Agama.

Tutty Alawiyah, Ketua Dewan Pimpinan MUI bidang Pemberdayaan Wanita Indonesia   yang juga pengasuh Pondok Pesantren Asyafi’iyah Jati Waringin Jakarta Timur ini bersama Timbalan Sekertaris Jenderal MUI, Welya Safitri memberikan pernyataan sikap pelaksanaan jilbab-tudung/kerudung  bagi Polwan di Gedung MUI, Jakarta, Jum’at (20/12).

Belum tuntas polemik jilbab Polwan, POLRI melakukan pemberangusan opini dan pendangkalan Islam dengan melakukan tindakan brutal oleh Densus 88 dan menimbulkan stigma baru bahwa terorisme masih hidup.


Awas,!Al Qura’n sebagai salah satu barang bukti untuk tuduhan Terorisme.

Nampaknya Polri tak redho Polwan menjadi shalihah, kerana sumber pengambilan hukum jilbab berasal dari kitab Al Quran yang mendukung tindakan terorisme.

Buktinya Polisi dan Densus 88 menantang umat islam dan melakukan tindakan sembrono dengan menetapkan AL-QUR’AN sebagai barang bukti tindakan terorisme!

Entah umat Islam harus prihatin atau menuntut Densus 88 kerana akan mengincar Al Qur’an sebagai salah satu barang bukti untuk Terorisme. Naudzubillah!! [umair/voa-islam.com]

One comment

  1. Komen dibawah adalah berasal dr FB-grup Fesbuker Indonesia..setelah artikel ini saya posting disana,!

    Fransisca Lumondong CARA PIMPINAN2 D88 MENJADIKAN TERSANGKA TERORIS
    Step 1
    Pimpinan DENSUS88 (D88) mempunyai OKNUM2 INTEL di
    akun akun jejaring sosial, yang tugasnya
    memantau AKUN orang2 yang mempunyai cita2 mati syahid
    atau orang2 yang sering memposting berita berita jihad.
    Step 2
    Setelah CALON KORBAN (SI TARGET) ditemukan, maka
    OKNUM INTEL D88 (yang menyamar sebagai mujahid) akan
    mengirimkan pertemanan.
    Setelah dikonfirmasi oleh SI TARGET, maka SANG OKNUM
    akan memulai bertanya2 dimana alamat rumah SI TARGET
    sambil mengadakan perbincangan ttg penegakkan syariat, dsb.
    Kalau semua lancar maka SI TARGET akan diajak melakukan
    satu pertemuan rahasia.
    Step 3
    Bagi SI TARGET yang di akun nya sudah terpampang alamat
    jelasnya dan sudah ada foto profil aslinya, maka sang
    OKNUM INTEL akan mengutus orang yang mengaku
    sebagai “perindu mati syahid” atau semacam itu.
    Step 4
    Setelah melakukan pertemuan dan terjadi kecocokan
    pemikiran, maka minggu2 berikutnya SI TARGET akan
    diberi latihan meliter, atau langsung di persenjatai
    oleh sang OKNUM2 INTEL.
    Step 5
    Setelah itu, SI TARGET akan dicarikan rumah kontrakan
    oleh sang OKNUM2 INTEL.
    (kita tahu bahwa rata2 semua penyergapan TERORIS
    terjadi di rumah rumah kontrakan).
    Step 6
    Setelah SI TARGET berada di kontrakan beberapa hari,
    maka diantarkanlah kepadanya bahan2 peledak yang
    belum komplit.
    Biasanya OKNUM2 INTEL akan mengatakan kepada
    SI TARGET bahwa bahan2 itu adalah
    untuk mengajar SI TARGET merakit bom.
    (sebenarnya hanyalah alat sebagai barang bukti nantinya).
    Step 7
    SI TARGET diberi senjata, tentunya dengan peluru yang
    jumlahnya terbatas, agar saat SI TARGET melakukan
    perlawanan, maka SI TARGET cepat kehabisan peluru.
    Ketika kehabisan peluru, maka DENSUS88 bisa menyerbu
    dan menembak mati SI TARGET dg alasan melakukan
    perlawanan saat mau di tangkap.
    Step 8
    Maka akan terciptalah drama penggerebekan TERORIS,
    dan akan disiarkan biasanya secara LIVE di stasiun2 tv
    nasional yg sudah disiapkan sebelumnya.
    Step 9
    Saat penggrebekan terjadi, akan selalu terjadi kontak
    senjata.
    Itu dikarenakan SI TARGET sudah
    di-doktrin untuk membenci DENSUS88.
    Sehingga saat mereka tahu bahwa yang datang adalah
    DENSUS88, maka SI TARGET menjadi sangat bersemangat
    melawan, karena mereka berpola-pikir bahwa mati
    ditangan DENSUS88 adalah mati syahid.
    Step 10
    Untuk menjaga KERAHASIAAN Operasi, maka semua Anggota
    Regu DENSUS88 yang bertugas, memang tidak tahu menahu
    tentang skenario seperti diatas.
    Semua anggota D88 hanya tahu bahwa yang sedang
    mereka sergap adalah anggota teroris/jaringan al-qaidah,
    Step 11
    Dan SI TARGET akan langsung di tembak mati di tempat,
    tanpa peradilan dan tanpa bukti.
    Agar SI TARGET tidak bisa menjelaskan kronologi perekrutannya.
    11 minutes ago · Unlike · 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s