Menteri Agama RI;Titip Doa Berbayar adalah Pembusukan Islam


Banner #titip DOA yang jadi polemik

Titip Doa Baitullah©sedekahharian.com

Editor by KI Panji The-Author

Ahad 03 Rabiulawal 1435 / 05 January 2014

 

Variety Explorer.com–Beberapa hari lepas  sempat heboh berita di media-akhbar/internet tentang sebuah program titip doa yang dilaksanakan sebuah Komunitt Sedekah Harian Indonesia, Mereka menawarkan untuk menitipkan doa melalui financial planer Ahmad Ghazali yang sedang berada di Mekkah. Ahmad Ghazali juga menjawat dewan pembina komuniti tersebut.



(
Menteri Agama RI Suryadharma Ali)

Namun rupanya doa itu tidak percuma. Ada biaya Rp 102.014( lebih kurang 50ringgit)  untuk setiap doa yang dipanjatkan. Setelah sejumlah uang ditransfer, lalu doa yang diinginkan bisa dikirim ke e-mail. Program ini diberi nama “Titip Doa Baitullah”

 

Saya tertarik menanggapi polemik ‘titipDoa’ diatas , kerana hal demikian juga berlaku di Malaysia -Dimana seseorang itu akan membayar sejumlah wang yang diberikan kepada seseorang Ustaz atau orang yang dikenal sambil berpesan untuk tolong didoakan didepan Ka’abah atas hajat tertentu dan khusus- Justru tak jadi kehebohan kerana tak dipromosikan secara meluas seperti oleh komunity Indonesia  tersebut.dan tak pernah dipolemikkan masyarakat Malaysia atas beberapa sebab mungkin

 


Namun ada satu budaya baru yang bermula sekitar tahun 2000an hingga kini di Malaysia yaitu titip-pesan doa yang dinamakan “Tahlil Arwah” dan kini lebih gah dinamakan “Tahlil Arwah Perdana”-bermaksud seseorang akan membayar sejumlah wang kepada pihak masjid atau panitia yang melaksanakan majlis tersebut-jika dulu sewaktu mula-mula diperkenalkan entah dari kumpulan mana saya kurang pasti bayarannya  ala kadar sekadar kemampuan mungkin sekitar 2-5 ringgit saja (tanpa borang).namun kini menurut penelitian saya.Jika Anda bayar semurah itu mungkin tak akan dibacakan sebab kini majlis tersebut sudah ada guna borang/formulir khusus agar nampak ekslusif- Disini Anda akan menulis berapa jumlah wang “Titip Doa Tahlil Arwah” itu-Sudah pasti  Anda tentu akan malu nak bagi 2-5ringgit .Akhirnya disinilah timbul hal yang tak ikhlas.Anda akan terpaksa menulis/membayar sudah tentu ikut harga barang yang serba mahal kini-sudah pasti serendah RM.10-50 ringgit.

Dan saya pernah bertanya kepada beberapa Ustaz/Ulama tempatan jawaban mereka kurang memuaskan ,sebab alasannya .Jika budaya ini dilarang atau difatwakan masyarakat akan membawa keresahan ummat sebab budaya ini tak lebih kurang sama dengan budaya tahlil arwah dan bacaan talqin dikuburan setelah pengkebumian jenazah-dimana pihak keluarga simati akan dikenakan bayaran tertentu  untuk Ustaz yang membaca  talqin itu,kini disekitar daerah Gombak Selangor sekurangnya rm.50,( pihak yang beri jawaban itu juga diantara pembaca talqin bayaran itu..hehe-)

Kembali kepada isu ‘titip doa’ diatas menurut Ketua MUI Pusat Cholil Ridwan, titip doa dengan membayar sejumlah biaya itu sama dengan komersilkan i ibadah. “Jadi kalau ibadah pakai tarif, pakai jasa, biro jasa, itu namanya komersialisasi ibadah. Itu tidak betul. Itu namanya penyimpangan dalam ibadah,” ujarnya ketika dihubungi merdeka.com, Khamis (02/01) malam.

Cholil menjelaskan, tidak pernah ada contoh komersialisasi ibadah seperti itu sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Begitu juga dengan 4 imam mazhab: Hanafi, Maliki, Hambali dan Syafii, tidak pernah ada cerita atau memberi contoh titip doa.

“Kalau titip doa tanpa tarif, justru dianjurkan. Dia meminta doa, tanpa ada imbalan materi( uang dll), dan yang mendoakan ikhlas. Itu yang betul, kerana doa orang yang sedang berhaji itu salah satu doa yang makbulan (dikabulkan) oleh Allah.”

Adapun soal doa, lebih lanjut dia menjelaskan, doa itu ibadah. Berdasar Hadits, bahkan disebutkan bahwa doa itu inti (muhul) ibadah. Seperti shalat. Secara bahasa shalat berarti doa. Jadi shalat itu rohnya doa, sementara fisiknya adalah gerakan-gerakan, seperti rukuk dan sujud.

Sebelumnya, setelah menuai sorotan, “Komunity Sedekah Harian” langsung menghentikan program yang seharusnya berjalan dari tarikh 31 Disember-7 Januari 2014 tersebut. Mereka juga mengklarifikasi bila uang sejumlah Rp 102.014, menjadi sedekah dan akan disumbangkan pada yang berhak, bukan untuk Ahmad Ghazali.

“Jadi semua donasi pada #TitipDoaBaitullah yang masuk seluruhnya untuk program Kemanusiaan Sedekah Harian. Kami juga memutuskan untuk menghentikan program tersebut agar tidak menimbulkan kontroversi lebih lanjut,” ujar Abdul Aziz, Presiden Komunity Sedekah Harian dalam keterangan pers, Khamis (2/1).

Abdul Aziz mengakui poster yang disebarkan lmelalui  media sosial itu menuai kontroversi. Mereka juga meminta maaf telah menimbulkan polemik soal tata cara beribadah.
Wallahu a’lam.

Pustaka;
Merdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s