Mystery”Black Widow” Pelaku Aksi Bom Di Rusia

Stesyen kereta api Volgograd  Rusia

 

Editor by Wilhelmina

Juma’at 30 Safar 1435 / 03 January 2014

Variety Explorer.com–Stesyen kereta api Volgograd di Rusia digoncang serangan bom bunuh diri yang sejauh ini sudah menewaskan 14 orang. Pelakunya diidentifikasi seorang perempuan.

Istilah ‘janda hitam’ kerap disematkan pada para janda kaum jihadis yang tewas saat beraksi. Mereka berusaha meneruskan perjuangan sang suami sekaligus membalas dendam.

Pada bulan Oktober 2013 lalu, aksi bunuh diri yang dilakukan “janda hitam” juga terjadi di sebuah bas di Volgograd. Enam orang tewas akibat peristiwa ini. Sementara untuk di pengeboman bas belum jelas pelakunya.

 

Secara geografis, Kota Volgograd atau dulu bernama Stalingrad itu, berbatasan langung dengan Kaukasus Utara yang terletak di selatan Rusia itu. Pemerintah Rusia menduga kelompok garis keras di Kaukasus Utara itu sedang berupaya mengganggu pelaksanaan Pesta Olahraga Olimpik musim dingin yang akan berlangsung mulai 7 Februari 2014 di Sochi.

 

 

Di kawasan itu, sebutan “janda hitam” yang merupakan kaum wanita yang sudah tak bersuami lagi dan mereka ini sering menawarkan diri menjadi pelaku bom bunuh diri.

Serangan bom bunuh diri oleh wanita Kaukasus Utara yang dikenal di Rusia sebagai “janda hitam” itu, sudah sering terjadi. Tercatat, pada Mac  2010, bom bunuh diri oleh janda hitam di stesyen kereta api Moskow menewaskan lebih dari 35 orang. Lalu, serangan serupa pada Januari 2011 menewaskan 37 orang di Airport Domodedovo, Moskow.

                                                                               Illustrasi

Janda Hitam atau biasa disebut black widow atau Shahidka pertama kali digunakan oleh media-pers Rusia. Istilah ini ditujukan untuk mengelompokkan para janda yang rela menjadi martir demi menuntut balas atas kematian suami-suami—kemudiannya  diduga tidak hanya suami, tapi anggota keluarga—dalam serangan yang dilakukan oleh militer Rusia. Penyebarannya berada di wilayaha Chechnya, Dagestan, dan Ingushetia. Kesemuanya berada di Kaukasus Utara.

Mengimbas sedikit ke belakang, salah satu penyerangan paling diingat adalah yang dilakukan pada September 2004. Saat itu, dua perempuan, Roza Nagayeva dan Mairam Taburova terlibat dalam penyerangan di sekolah North-Ossetian, Rusia. Sebanyak 334 warga sivil maut, 186 di antaranya adalah kanak-kanak.

Aksi pertama yang dilakukan organisasi ini terjadi pada tahun 2000 ketika Khava Barayev meledakkan dirinya di pangkalan militer Rusia yang berada di Chechnya.


Oleh kerana itu, menjadi martir bom bunuh diri adalah pilihan yang paling realistik. Beberapa pucuk kepemimpinan di Chechnya sejatinya tidak mengakui keberadaan kumpulan ini, tapi di sisi lain, ada khabar yang mengatakan bahwa Panglima Perang Chechnya, Shamil Basayev sangat mendukung tindakan yang dilakukan oleh janda-janda “sakit hati” tersebut.

Menurut paparan yang dikeluarkan oleh National Consortium for the Study of Terorism and Responses to Terorism yang berbasis di University Maryland, secara pribadi Shamil mengaku telah melatih 50-an anggota Black Widows dalam melancarkan aksi-aksi terornya.

Pustaka; forum.viva

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s