Waspada,! “Syi’ah Bikin Website Tandingan”


Ilustrasi;Kesesatan Syiah

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer

Ahad 25 Safar 1435 / 29 December 2013

Variety Explorer.com–JAKARTA – Waspada, aliran sesat syiah membuat website tandingan dengan alamat yang menyerupai sites penegak amar ma’ruf yang bertujuan untuk mengelabui dan menyesatkan umat Islam.

Waspada,! Ada pengelabuan nama website oleh Syiah Sesat !!

1) Website www.nahimunkar.com (asli)

 

Dibuat tandingan dengan nama www.nahimunkar.net (palsu) berisi aliran sesat syiah dan dusta-dusta khas syiah.

 

2) Kelompok sesat syiah juga telah mengelabui Website Islam milik LPPI /Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam~Makasar:

Website  Islam => www.lppimakassar.com

Menjadi Klon milik Syiah => www.lppimakassar.net berisi caci maki syiah dan pemikiran sesatnya,

Dasar Doktrin ‘Taqiyah’

 

Secara umum taqiyyah adalah strategi menyembunyikan keyakinan di hadapan musuh untuk menghindari terjadinya bencana (Alatas 2002: 142). Dalam pengertian ini, meskipun konsep ini sering dianggap sebagai khas Syi’ah, prakteknya sangat umum khususnya bagi kelompok penganut agama atau aliran minoriti  yang berada di bawah penguasa otoritarian yang opresif. Hanya saja mereka tidak menggunakan konsep taqiyyah.


Dalam pandangan sebagian besar kaum Sunni, konsep taqiyyah memiliki makna negatif yang identik dengan kebohongan dan kemunafikan. Oleh sebab itu, Jalaluddin Rahmat(Ketua Syiah Indonesia) mengusulkan untuk tidak menggunakan istilah taqiyah untuk menyebut praktek tersebut. Sebagai alternatifnya, ‘pendekatan yang luwes dan silaturrahmi’, misalnya, adalah istilah netral yang bisa diterima secara umum. Dengan penggunaan istilah netral tersebut, praktek taqiyah dapat dibenarkan.

 

 

Bagi kelompok Syi’ah, taqiyah tentu saja difahami secara positif. Jalaluddin Rahmat (1998:1viii) yang mengutip pandangan Khomeini menulis bahwa taqiyah berbeda dengan kemunafikan. Kalau kemunafikan adalah penyembunyian kekufuran dan penampakan keimanan, taqiyah adalah sebaliknya yakni penampakan kekafiran dan penyembunyian keimanan kerana alasan-alasan tertentu. Mereka mengakui bahwa ajaran dan praktek taqiyah mempunyai landaan doktrinal yang kokoh dalam ajaran islam. Mereka biasanya menggunakan sejumlah dalil naqli maupun dalil aqli untuk melegitimasi praktek taqiyah dimaksud. Selain itu, taqiyah juga diyakini sudah dipraktekkan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, dan praktek tersebut dibenarkannya. Salah satu dalil naqli yang paling sering dipakai adalah ayat al-Qur’an (3:28) yang artinya:

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia daripertolongan Allah, kecuali kerana (siyasah) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali”

 

Menurut mereka, taqiyah dibenarkan tidak hanya kerana alasan takut tetapi juga demi persatuan di kalangan kaum Muslimin. Berkenaan dengan type ini yakni taqiyah mudarat. Jalaluddin Rahmat (Rahmat 1998:1ix) mengutip fatwa khomeini:” yang dimaksud dengan taqiyah mudarat ialah taqiyah yang dilakukan untuk mempersatukan kaum muslimnin dengan menarik kecintaan para penentang dan memperoleh kasih sayang mereka; bukan kerana menghawatirkan adanya ancaman seperti taqiyah khauf”. Dalam prakteknya, seseorang menyembunyikan sikap sesungguhnya, termasuk sikap negatif terhadap kelompok lain yang berbeda fahaman  dengan menampilkan tindakan yang positif sehingga dapat mencapai ukhwah islamiyah. Singkatnya, bagi penganut Syi’ah Indonesia terdapat dua type taqiyah yakni taqiyah kerana takut dan taqiyah untuk persaudaraan yang memiliki landasan doktrinal yang kokoh.

Strategi Taqiyah

 

Meskipun taqiyah tidak identik dengan rahasia, namun praktek taqiyah berkaitan erat dengan rahasia. Yang jelas, taqiyah berkenaan dengan persoalan apakah yang perlu dirahasiakan atau disembunyikan. Dalam definisi  taqiyah di atas, yang disembunyikan adalah keyakinan. Tetapi, keyakinan berkaitan erat dengan identiti  penganutnya, lembaga-lembaga, praktek-praktek keagamaan serta atribut-atribut yang terkait.


Sebagai sebuah aliran, syi’ah mencakup sistem keyakinan, figh, unsur ketaqwaan, dan prinsip-prinsip lain yang semuanya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan. Dengan demikian, aspek-aspek yang dirahasiakan menjadi jamak. Yang menjadi persoalan adalah aspek mana yang penting untuk dirahasiakan dan bagaimana caranya. Persoalannya kemudian menjadi semakin rumit ketika dihadapkan kepada prinsip-prinsip missionaris (dakwah) sebagai karakteristik umum agama dan mazdhab yang mengharuskan penganutnya menyebarluaskan ajarannya kepada yang lain dan menarik pengikut sebanyak mungkin.

 

 

Strategi yang paling umum dilakukan oleh penganut Syi’ah adalah pengendalian informasi atau secara lebih luas, menejemen informasi. Dalam konteks indentiti  kesyi’ahan, penganut syi’ah berupaya mengontrol informasi baik yang berkenaan dengan identiti  personal dan kolektif maupun yang berkaitan dengan tanda-tanda dan istilah-istilah kesyi’ahan. Pengendalian informasi itu diterapkan baik dalam suasana formal seperti pertemuan rasmi, dialog, wawancara bagi kepentingan riset ataupun media maupun dalam kehidupan kesehariaan.

 

Ada cara-cara tertentu yang diterapkan dalam pengendalian informasi tersebut. Yang pertama adalah memberikan jawaban atau penjelasan ambigu( samar-samar).


Sejauh observasi yang dilakukan, jarang sekali dijumpai mereka yang mengakui bahwa dirinya adalah penganut Syi’ah. Strategi kedua adalah adaptasi, yakni melakukan penyesuaian terhadap norma dan aturan standart  majority. Pada umumnya, adaptasi dilakukan berkenaan dengan ibadah atau ritual-ritual keagamaan. Ini tergambar dalam sejarah dan perkembangan Syi’ah di Indonesia.

 

 

Yang terakhir dari tulisan ini adalah, baik strategi pengelolaan informasi maupun strategi adaptasi di atas merupakan bagian dari strategi reproduksi di mana kelompok syi’ah yang mengalami stigmasisasi berupaya mempertahankan eksistensi diri, lembaga-lembaga, dan madzhabnya. Oleh kerana itu, melalui tulisan singkat ini, penulis mengingatkan, kita sebagai Muslim berhaluan Sunni yang notabena ahlussunah wa al-Jamaah hendaknya berhati-hati dengan propaganda Syi’ah dengan strategi mereka.
Wallahu A’lam

Tolong Di Share/Sebarkan ya ikhwah ke Muslim Ahlus Sunnah Wal Jamaah,

Pustaka : voa-islam.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s