Rahasia Ditutupi Dibalik Hari Natal

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer

Ahad 25 Safar 1435 / 29 December 2013

Variety Explorer.com–AKHIR-akhir ini ada isu-cerita muncul di Internet khusus di media-media sosial yang membuat penasaran dan “big question” kepada umat Kristian khususnya  “Bahwa sebenarnya tarikh 25 Dicember diperingati untuk menyembah Dewa Matahari, pada hari itu rakyat Yunani kuno melakukan upacara dengan pesta mabuk-mabukan dan melakukan ( maaf ) pesta seks.

Untuk membujuk rakyat Yunani agar mau memeluk agama Kristian, sang raja harus tetap mengizinkan rakyatnya melakukan pesta pada tanggal 25 dicember seperti biasanya. singkat cerita dipilihlah tarikh 25 Dicember menjadi hari Natal umat Kristian kerana alasan tersebut”.


Mari kita telusuri jawaban sebenarnya.Sejatinya  perayaan 25 Dicember itu berasal dari perayaan kaum Pagan Roma Kuno (Romana), bukan Yunani (Greek). Jerusalem dan sekitarnya di masa sebelum dan setelah Nabi Isa a.s lahir berada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi(Rom)

Bangsa Romawi(Rom)  ketika itu memeluk agama Pagan dengan memuja Dewa-Dewi yang jumlahnya sangat banyak dan terkenal sangat mengumbar(indulgence) kesenangan ragawi(sex). Mereka menganggap raga yang sempurna, kecantikan lahiriah, sangat penting dan kenikmatan ragawi merupakan kenikmatan yang harus dikejar selama-lamanya. Sebab itu, lelaki Romawi sangat taksub  pada olahraga yang bisa membentuk kekuatan fizik, memperbesar otot-otot badannya, dan juga merawat seluruh tubuhnya.

Sekarang, kebiasaan lelaki Rom ini diwarisi oleh apa yang disebut sebagai Lelaki Metroseksual.

 

Sedangkan perempuan Romawi, juga sangat memelihara tubuhnya dan sisi sensualitasnya. Mereka akan sangat bangga jika dikejar-kejar banyak lelaki . Bahkan bukan rahasia lagi jika perempuan Romawi  saat itu belomba-lomba untuk dijadikan “piala bergilir” para lelaki Rom.

Tarikh 14 Februari selalu ditunggu-tunggu oleh mereka untuk memuaskan hasrat rendahnya dengan menggelar pesta syahwat di seluruh kota. Inilah yang sekarang dirayakan banyak orang sebagai Hari Valentine, yang sesungguhnya berasal dari Hari Perayaan Perzina-an.

 

Keyakinan inti Pagan Roma itu berasal dari dua sumber, yakni tradisi Osirian Mesir Kuno dan ilmu-ilmu sihir Babylonia. Keduanya bergabung dan sekarang dikenal sebagai Kabbalah. Mereka memiliki hari-hari istimewa yang dirayakan setiap tahun, termasuk tanggal 25 Dicember yang dirayakan sebagai Hari Kelahiran anak Dewa Matahari atau Sol Invictus. Sebagian pakar  menganggap istilah “Anak Dewa Matahari” itu dinisbahkan pula kepada Namrudz, Raja Babylonia, yang mengejar-ngejar Nabi Ibrahim a.s.

 

Mereka percaya, anak Dewa Matahari ini lahir di hari Minggu(Ahad). Sebab itu mereka menamakan hari Ahad sebagai Sun Day, Hari Matahari. Mereka juga beribadat di hari tersebut. Semua ini diadopsi ke-Kristianan sampai sekarang.

 

Hari Natal memiliki arti sebagai Hari Kelahiran. Hanya Gereja Barat yang merayakan Natal pada tarikh 25 Dicember, sedangkan Gereja Timur tidak mengakui Natal pada 25 Dicember tersebut. Lucunya, di tahun 1994, Paus Yohanes Paulus II sendiri telah mengumumkan kepada umatnya jika Jesus sebenarnya tidak dilahirkan pada 25 Dicember. Tarikh  itu dipilih kerana merupakan perayaan tengah-musim dingin kaum Pagan.
Saat itu umat Katolik gempar, padahal banyak sejarawan telah menyatakan jika 25 Dicember tersebut sebenarnya merupakan tarikh  kelahiran banyak Dewa Pagan seperti Osiris, Attis, Tammuz, Adonis, Dionisius, dan lain-lain.

 

Kisah yang sesungguhnya tentang hari Natal bisa kita cari di internet, antara lain tulisan yang dibuat oleh Pastor Herbert W. Amstrong, sejarawan Kristian yang menentang banyak hal tentang Natal pada tarikh 25 Dicember.

Yang banyak orang tidak mengetahui, keseluruhan dasar bangunan ke-Kristianan sekarang ini sesungguhnya dibangun atas kerangka dasar ritus pembaharuan Osirian di Mesir Kuno.

Beberapa di antaranya adalah:

 

  • Pertama, Jesus dianggap anak Allah, ini sama dengan keyakinan kultus Dionisius yang sudah ada berabad sebelum Jesus lahir.

  • Kedua, Jesus dilahirkan di kandang, ini sama seperti kisah Horus yang lahir di kuil-kandang Dewi Isis.

  • Ketiga, Jesus mengubah air menjadi anggur dalam perkahwinan di Qana, ini sama seperti apa yang dilakukan Dionisius.

  • Keempat, Jesus membangkitkan orang dari kematian dan menyembuhkan si buta, ini sama seperti Dewa Aesculapius;

  • Kelima, Jesus diyakini bangkit dari kematian di makam batu, sama seperti Mithra.

  • Keenam, Jesus mengadakan perjamuan terakhir dengan roti dan anggur di mana sampai sekarang ritual ini masih tetap berjalan di gereja-gereja, padahal ritual roti dan anggur merupakan simbolisasi penting dalam tradisi Osirian, dan juga hampir semua ritual Pagan yang memuja Dewa Yang Mati seperti halnya pemuja Dionisius dan Tammuz;

  • Ketujuh, Jesus menyebut dirinya penggembala yang baik, ini meniru peran Tammuz, yang berabad sebelumnya telah dikenal sebagai Dewa Penggembala;

  • Kelapan, Istilah ‘The Christ’ pada awal kekristianan tertulis ‘Christos’, sering tertukar dengan kata lain dalam bahasa Yunani, Chrestos, yang berarti baik hati atau lembut. Sejumlah manuskrip Injil berbahasa Yunani dari masa awal malah menggunakan kata Chrestos di tempat yang seharusnya ditulis dengan Christos. Orang-orang di masa itu sudah lazim mengenal Chrestos sebagai salah satu julukan Isis. Sebuah inskripsi di Delos bertuliskan Chreste Isis.

  • Kesembilan, dalam Injil Yohanes 12: 24, Jesus mengatakan, “Seandainya biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika dia mati ia akan menghasilkan banyak buah”. Perumpamaan dan konsep ini jelas berasal dari konsep ritual Osirian;

  • Kesepuluh, dalam Injil Yohanes 14:2 Jesus mengatakan, “Di rumah bapakku banyak tempat tinggal.” Ini benar-benar berasal dari Osiris dan dicopy-paste dari Book of the Dead, Kitab Orang Mati Mesir Kuno yang dipercaya disimpan di kota kematian, Hamunaptra. Ini baru sebagian contoh.

 

 

Simbol Salib yang dipergunakan oleh keKristianan dahulu hingga sekarang (juga Katolik) jelas-jelas merupakan Simbol Osirian Kuno. Bahkan Kristian Koptik di Mesir mengambil Simbol Ankh, Salib Osiris dalam bentuk asli, sebagai simbol gerakannya.

Masih banyak lagi kesamaan konsep keKristianan dengan agama-agama Pagan Mesir Kuno, seperti dalam kebangkitan Jesus dari kematiannya, sosok Maria Magdalena dan perannya bersama Jesus, ritus pembaptisan oleh Yohanes, dan sebagainya.

 

Nah, sekarang merupakan fakta jika dunia ke-Kristianan telah menghegemoni kebudayaan dunia, termasuk di Nusantara ini, diakui atau tidak. Sesungguhnya, yang menghegemoni dunia saat ini adalah kebudayaan yang berangkat dari keyakinan Kabbalah.

Wallahu’alam bishawab.

Pustaka : http://www.eramuslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s