Prof. Mansur Suryanegara: “Indonesia Merdeka Kerana Perjuangan Ulama”

Prof. Mansur Suryanegara

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer

Khamis-22 Safar 1435 / 26 Disember 2013

 

Variety Explorer.com–Tak banyak tahu bila kemerdekaan bangsa Indonesia ini atas pengorbanan dan jerih payah para ulama kita. Mereka tidak hanya berjuang melawan penjajah secara fisik, tapi juga harta benda. Tak hanya itu mereka pula yang menyusun dan merancang konsep kemerdekaan Negara Indonesia.

 

Untuk mengetahui lebih jauh, wartawan-eramuslim menemui sejarawan Mansur Suyanegara. Inilah kutipannya:

Kolonialisme seolah tak pernah berhenti di negara-negara Islam, termasuk di Indonesia. Bagaimana Anda melihat hal ini?

 

Perjuangan nasionalisme menentang penjajah itu tokohnya adalah Ulama dan Santri. Sehingga, Thomas S. Raffles, dalam bukunya The History of Java, di situ menjelaskan Ulama itu tidak melakukan kerjasama dengan Sultan. Bahkan tidak mungkin kaki tangan penjajah aman di Indonesia, kendati jumlah ulama dan santri hanya sepersembilan belas dari populasi penduduk di Jawa pada waktu itu.
Jadi, adanya penjajahan itu dimulai tahun 1494, dari Paus  Alexander ke VI. Paus inilah yang memberikan kewenangan kepada kerajaan Katholik Portugis untuk menguasai belahan dunia timur, dan kerajaan Katholik Sepanyol menguasai belahan Barat. Lalu sampailah ke Indonesia orang-orang Portugis itu pada tahun 1511 dengan menguasai Malaka(
Malacca kini Melaka)

 

Dari mana kaum penjajah menguasai wilayah Islam?

 

Sejak itulah ada serangan dari kesultanan Demak terhadap Malaka. Kenapa menyerang Malaka? Kerana kuatnya Islam itu tergantung pada penguasaan pasar dan pengusaan maritim. Kerana Nabi Muhammad SAW sendiri, sejak umur lapan tahun sebelum diangkat sampai menjadi Nabi seorang  usahawan. Di dalam Al-Qur’an sendiri banyak ayat yang berbicara tentang perniagaan dan maritim. Di dalam Al-Qur’an ada 40 ayat yang berbicara tentang maritim. Inilah yang tidak dikuasai para ahli sejarah pada umumnya.

 

Mereka sering menggambarkan Rasulullah SAW hanya dengan padang pasir dan onta. Tidak ada orientasi pada kelautan. Padahal, Islam itu kuat kerana menguasai laut. Dan Jazirah Arabia itu sendiri berarti wilayah yang dikelilingi laut. Kerana kita dikuasai sejarah Barat, informasi kelautan itu hanya dimiliki British.

 

Jadi mereka memakai metode Nabi Saw?

British  itu meniru Islam. Maka saya angkat kembali bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai laut terbesar di dunia, tidak ada negara yang punya laut seluas Indonesia, maka kalau perhatian pada lautnya kurang, kita tidak tahu informasi sejarah Rasulullah SAW  menguasai dunia.

 

Bukankah Indonesia dulu juga diperjuangkan para Ulama kita?

 

Setelah Indonesia ini merdeka, ada dua kekuatan yang disepelekan masyarakat. Setelah perang selesai, ada dua kekuatan, yaitu ulama dan militer yang tidak dianggap berperan dalam menegakkan NKRI. Padahal ulama dan militer adalah satu kesatuan. Kerana PETA(Pembela Tanah Air),adalah pasukan bentukan Jepun(Japan), sewaktu mengikuti Indonesia, yang terdiri atas 68 batalyonnya, semuanya ulama. Jadi pada masa Jepun, Ulama diberi kesempatan untuk memimpin organisasi kesenjataan (kemiliteran).

Maka umat Islam Indonesia era itu mempunyai kekuatan yang dahsyat. Saya katakan dahsyat, kerana di kalangan persatuan  NU(Nahdatul Ulama) diberi kewenangan untuk membina 50 batalyon Hizbullah.
Anda bisa bayangkan ketika Proklamsi Kemerdekaan kekuatan militer dari Islam itu luar biasa besarnya. Bung Karno sendiri ketika pidato Proklamasi tanggal 9 Ramadhan 1364 H/ 17 Agustus 1945, kalau tanpa dukungan Ulama tidak akan berani.

 

 

Kenapa begitu?

Kerana tanggal 6 dan 9 Agustus  ada dua bom yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki. Tidak ada bangsa yang bisa menghancurkan bangsa, yang sampai flora dan faunanya hancur mati, kecuali hanya Amerika Syarikat. Itulah kenapa Yahudi dianggap kejam. Padahal tidak pernah flora dan fauna Yahudi yang dihancurkan. Tapi kalau AS, orang yang sedang sakit sampai Hosptal pun dihancurkannya. Dalam kondisi demikian Jepun, tanggal 14 Agustus, bertekuk lutut.
Lha kenapa Indonesia berani memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17? Itu kerana Bung Karno didukung oleh Ulama.

 

Misalnya siapa dari Ulama itu?

Umpamanya Syekh Musa, itu ulama dari Sukanegara, Cianjur Selatan. Lalu dari Bandung ada Drs. Sosrokartono, kakaknya Srikandi RA. Kartini. Lalu ada Abdul Mukti dari Muhammadiyah, dan dari NU KH. Hasyim Asy’ari. Mereka inilah yang memberi tahu bahwa Jepun  tidak akan mengganggu Indonesia lagi. Dan KH Hasyim Asy’ari waktu juga bilang bahwa presiden pertamanya adalan Bung Karno, dan itu disetujui Angkatan Laut Nippon(Japan).

 

Bisa dijelaskan lebih lanjut?

Jadi ketika tanggal 10 Ramadhan atau 18 Ogos, Pancasila  yang merumuskan itu tiga orang. Yakni, KH Wahid Hasyim dari NU, Ki Bagus Hadi Kusumo dari Muhammadiyah, dan Kasman Singodimedjo, juga dari Muhammadiyah. Mereka itulah yang membuat kesimpulan Pancasila itu sebagai ideologi, UUD 45 sebagai konstitusi. Kalau tidak ada mereka, BPUPKI tidak akan mampu, walaupun diketuai oleh Bung Karno sendiri.
Dari situ pula Bung Karno diangkat jadi presiden, dan Bung Hatta sebagai wakil presiden. Jadi negara ini yang memberi kesempatan proklamasi seperti itu adalah Ulama.

 

Dan ketika ada gerakan separatis APRA (Angkatan Perang Ratu Adil), KNIL, RMS (Republik Maluku Selatan), lalu dibuat Negara Kesatuan. Itu atas perjuangan dan usaha M. Natsir dari Partai Masyumi dan Persatuan Islam. Jadi kita bisa melihat sumbangan Ulama itu sangat besar.

Sekarang ini ulama dilupakan?

Iya dilupakan.

 

Pustaka ;eramuslim.com/ dina)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s