Konspirasi Terancang Zionis-Yahudi Untuk Malaysia Dan Indonesia

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer

 

Rabu-21 Safar 1435 / 25 Disember 2013

Variety Explorer.com__Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. Itulah salah satu yang dikatakan Juru bicara Presiden Indonesia pada saat menghadapi konflik pergeseran tapal batas Camar Bulan di Sambas-Kalimantan  yang diduga telah dicerobohi  Malaysia pada tahun 2011.

Setelah sekian kali, dua Negara serumpun-seakidah ini kembali diributkan persoalan Nasionalisme yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Ulama-Ulama Melayu tempo dulu.

Kita harus membuka mata bahwa konflik antara Malaysia dan Indonesia ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada unsur-unsur pemicu layaknya api yang menimbulkan asap besar.
Pertanyaannya siapakah pemantik api itu? Umat Muslim? Bukan, kerana kita hanya korban.

Pakar Melayu Prof. Dr. Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud dari Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyetujui  bahwa ada intervensi pihak luar di balik perseteruan kedua Negara serumpun muslim ini.

Dalam memoir buku Thomas Raffles disebutkan, Barat harus memastikan bahwa alam Melayu ini lemah. Untuk melemahkan, Raffles mengusulkan dua buah strategi.

Pertama, pendatang-pendatang  asing masuk ke Melayu supaya kawasan ini tidak menjadi kawasan Melayu, melainkan majemuk (dibawa orang-orang China dan India).
Kedua, pastikan bahwa Raja-Raja Melayu yakni di Semenanjung, Sumatera, Jawa dan sebagainya, tidak mengambil para Ulama Arab menjadi penasehat mereka.

Jadi, tujuan mereka memang untuk memisahkan Arab dengan Melayu. Bersatunya antara Malaysia dan Indonesia membentuk Emperium Islam Melayu inilah yang sangat ditakuti oleh Zionisme. Mereka sadar Melayu adalah potensi kuat dalam membangkitkan Islam dari tenggara Asia, maka itu jalur ini harus dihabisi, apapun caranya.

Dan pengalaman bangsa Indonesia yang kerap mudah diadu domba adalah kunci yang selalu mereka pegang saat zaman devide et impera. Yang juga kita harus faham adalah Thomas Stamford Raffles sendiri seorang anggota Freemason.

Menurut Th. Stevens dalam bukunya Tarekat Mason Bebas, Raffles pada tahun 1813 dilantik sebagai mason bebas di bantara “Virtutis et Artis Amici”.
“Virtus”
merupakan suatu bantara sementara di Perkebunan Pondok Gede di Bogor. Perkebunan itu dimiliki Wakil Suhu Agung Nicolaas Engelhard. Di situ Raffles dinaikkan pangkat menjadi ahli (gezel), dan hanya sebulan kemudian dinaikkan menjadi meester (suhu) di loge “De Vriendschap” di Surabaya.

Raffles pula yang mendirikan Singapura moden yang kini menjadi basis Israel di Asia Tenggara. Agen-agen zionis melalui Singapura adalah penghasut sebenarnya dalam mengeruhkan hubungan sesama muslim Melayu. Kebanyakan koruptor Indonesia pun bermukim di Singapura setelah merompak uang hasil keringat anak-anak Indonesia dan rakyat jelata. Singapura adalah sekutu zionis. Mereka tidak mau menandatangani perjanjian extradisi dengan Indonesia semata-mata melindungi koruptor ini kerana mereka bawa banyak uang ke Singapura. Untuk mengalihkan isu ini dari masyarakat Indonesia, mereka akan coba cari isu supaya masyarakat Indonesia lebih fokus pada isu yang mereka cipta.

Maka diwujudkanlah isu sekarang, konfrontasi Malaysia-Indonesia. Melalui media sekular di dua -Negara ini, mereka terus berupaya agar rumpun Melayu bangga akan identiti  negara-nya masing-masing. Adanya inflitrasi Zionis di Malaysia juga bukan persoalan  baru.
Tahun lalu mantan wakil perdana menteri Malaysia yang juga tokoh oposisi, Anwar Ibrahim, pernah membeberkan fakta adanya keberadaan intelijen Zionis di Markas Polis di Bukit Aman Kuala Lumpur Malaysia.

Kala itu bersama dengan Kelompok Muslim, mereka menyatakan memiliki dokumen yang memperlihatkan kemungkinan adanya intelijen Zionis kedalam strategi informasi negara lewat syarikat kontraktor bernama “Osiassov”, yang melaksanakan projek pengembangan sistem komunikasi dan teknologi di Markas Besar Polis di Bukit Aman Kuala Lumpur Malaysia.

Datok Seri Anwar Ibrahim menjelaskan bahwa perusahaan “Osiassov” terdaftar di Singapura namun berkantor pusat di negara penjajah Zionis Tel Aviv Israel. Menurut Anwar, kehadiran dua mantan perwira tentara Zionis di syarikat  yang bersangkutan, adalah sepengetahuan pegawai  polis senior  Malaysia dan Menteri Dalam Negeri Malaysia sejak zaman Syed Ahmad Albar.

Yakinlah, jika umat muslim Melayu tidak kembali ke ajaran Islam sejati dimana tak ada ruang pada nasionalisme  yang memberhalakan bangsa, benih permusuhan itu akan selalu muncul, walau kedua Negara itu makmur dan sama-sama beragama Islam. Maka itu, bersatulah bangsa Melayu. Bersatulah diatas Panji Islam yang akan membuka jalan tegaknya dienullah ini di tanah perjuangan kita, Tanah Melayu Darussalam.

Pustaka : http://forum.viva.co.id/politik/1415952

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s