Penjelajah Pertama dan Penemu Benua Australia Bukan James Cook,!!


Image;by sambas-borneo

Aboriginal Tent Embassy – The First 20 years of defiance [by
Michael Anderson can be contacted on: 04272 92 492 or 02 68296355 ghillar29@gmail.com]


Coin kuno terbuat dari tembaga berasal dari tahun 900-an ini ditemukan di Australia [dailymail.co.uk]

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer-Malaysia

Selasa-13 Safar 1435 / 17 Disember 2013

Penjelajah Pertama dan Penemu Benua Australia Bukan James Cook, Australia ditemukan Enam Abad Sebelumnya!

 

Variety Explorer.com–Lima koin kuno terbuat dari tembaga dan bertuliskan aksara Arab pernah ditemukan di Australia bagian utara ini bisa jadi akan memicu penulisan ulang sejarah Australia. Ini lantaran koin itu diperkirakan sudah ada sejak awal tahun 900-an dan diyakini berasal dari Afrika.

Akhbar the Daily Mail melaporkan, Isnin (20/5/13), sejarah tertulis mengenai Australia hanya bisa ditemukan pada 1606, ketika penjelajah dari Belanda mendarat di wilayah itu.

Namun, para peneliti dari University Indiana, Amerika Syarikat, ingin mengetahui bagaimana koin tembaga ribuan tahun itu bisa berakhir di sisi lain Samudera Hindia enam abad sebelum kedatangan para penjelajah itu.

Ian McIntosh

Pemimpin penelitian, yang merupakan ilmuwan asal Australia, Ian McIntosh mengatakan koin itu pertama kali ditemukan oleh seorang tentara bernama Maurie Isenberg pada tahun 1944.

Isenberg ditugaskan di Kepulauan Wessel, sebuah pulau tidak berpenghuni di sebelah utara pantai Australia, saat Perang Dunia II. Dia menemukan koin-koin itu terkubur di bawah pasir.

Pada 1979, Isenberg mengirimkan koin-koin itu ke sebuah muzeum Australia dan sekarang McIntosh ingin melakukan penyelidikan bagaimana koin itu bisa sampai di Negeri Kangguru itu.

Isenberg juga menandai lokasi penemuan koin pada peta dengan menggunakan tanda ‘X’. Di waktu yang sama, Isenberg juga menemukan empat koin yang diperkirakan berasal dari zaman Syarikat Perdagangan Hindia-Timur (VOC), pada tahun 1690.

Penemuan ini turut mendukung klaim bahwa penjelajah Belanda sebetulnya telah menemukan Australia sebelum penjelajah asal British, Kapten James Cook, pada 1770.

McIntosh dan teamnya akan membuat sebuah ekspedisi ke lokasi penemuan itu pada bulan July mendatang. Koin-koin tembaga itu diperkirakan berasal dari bekas Kesultanan Kilwa, di Afrika.

Kesultanan Kilwa menggunakan koin-koin itu saat melakukan perdagangan di pelabuhan-pelabuhan dan memiliki hubungan dengan India pada abad ke-13 sampai ke-16.


Pulau Wessel di utara Australia atau di selatan pulau Papua, tempat ditemukannya koin tua tersebut.

Daerah Kesultanan Kilwa di Afrika berpengaruh dalam perdagangan hingga ke selatan Australia, yang kini telah hancur dan menjadi Warisan Dunia yang terletak di sebuah pulau di Tanzania.

Koin-koin tembaga itu menjadi koin pertama yang pernah diproduksi di kawasan sub-Sahara Afrika. Koin-koin ini juga hanya ditemukan di luar Afrika sebanyak dua kali. Pertama koin itu ditemukan di Oman pada awal abad ini dan kedua oleh Isenberg pada 1944.

McIntosh percaya koin-koin itu mengindikasikan bahwa ada route perdagangan maritim yang menghubungkan Afrika bagian timur, negara-negara Arab, India, dan pulau-pulau penghasil rempah-rempah, lebih dari seribu tahun lalu.

Jika teori itu terbukti benar, ini berarti sudah ada peradaban lain yang menemukan dan melakukan hubungan dengan Australia enam abad sebelum bangsa Eropah  mendarat di benua terletak di selatan Asia itu.

Dengan begitu sejarah Australia berarti harus ditulis ulang! Teori lain menunjukkan koin itu mungkin terdampar di Kepulauan Wessel setelah terbawa dari sebuah kapal karam.

Ekspedisi McIntosh yang direncanakan  pada July-2014 mendatang mungkin akan membantu para ilmuwan dan arkeolog menemukan jawaban bagaimana koin-koin itu bisa tiba di Australia.

McIntosh nantinya akan kembali ke lokasi yang ditandai dengan ‘X’ pada peta Isenberg, serta mencari sebuah rahasia gua Suku Aborigin.

Gua itu dikatakan dekat dengan pantai lokasi penemuan koin dan diperkirakan penuh dengan harta karun lainnya. Wow!
(sumber: icc,wordprerss.com/ merdeka.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s