BRUTAL DENSUS-88;Ustadz Iskandar Ditangkap Saat Hendak Shalat Ashar

Ustadz Iskandar

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer-Malaysia

Selasa-13 Safar 1435 / 17 Disember 2013

Variety Explorer.com–BIMA, NTB  – Team Detasemen Khusus anti teror 88 [DENSUS88] kembali menangkap seorang guru mengaji yang dicintai masyarakat setempat, Ustadz Iskandar dengan sangat kasar di  Kota Bima Nusa Tenggara Barat, Indonesia Timur– Ahad (16/12/2013).

Kota Bima[id.wikipedia.org]

Letak Kota Bima di Nusa Tenggara Barat
Indonesia Timur

[id.wikipedia.org]


Letak Kota Bima di Indonesia Koordinat: 8°22′28,42″LU 118°44′5,07″BT

[id.wikipedia.org]

Aktivis Islam yang dicintai masyaraktnya ini ditangkap sesaat setelah adzan ‘Ashar berkumandang di Kelurahan Penato’i. Saiful,salah satu saksi mata yang menyaksikan kejadian tersebut,menceritakan bahwa saat itu Ustad Iskandar akan segera menunaikan sholat Ashar, secara tiba-tiba sekitar 30meter dari musholla, Ustad Iskandar dicegat dan dikejar sampai ke dalam pelataran musholla. Setelah ditangkap dia diperlakukan layaknya bukan manusia; diinjak, dipukuli di pelataran musholla dan diseret dengan sadis ke dalam mobil Innova. Sementara para tetangga dan teman serta kerabat  yang menyaksikan tidak bisa berbuat banyak kerana ditodong dengan pistol oleh anggota  Densus 88.

“Ustad dikejar,dipijak-pijak,dipukul dipelataran musholla dan diseret kedalam mobil Innova oleh lima anggota Densus 88, kami hanya bisa melihat,tanpa bisa berbuat apapun karena ditodong dengan pistol,” tutur Saiful.

Masyarakat Bima menilai apa yang dilakukan oleh Densus 88 terhadap Ustadz Iskandar, semakin menambah daftar hitam kebiadaban dan kedzaliman Densus 88 terhadap Umat Islam. Mereka sangat tidak  menghargai masjid/musholla umat Islam, mereka tidak lagi menghargai simbol-simbol umat Islam.

Hingga kini, keberatan Umat Muslim Bima, Polri  hanya mengeluarkan pernyataan bahwa Polri melalui Densus 88 kembali menangkap “terduga teroris” di Kota Bima, baru kata terduga,tanpa bukti,tanpa surat penangkapan.  Sungguh kedzaliman yang harus dialami oleh kaum Muslimin, sangat jauh sekali dengan penanganan-penanganan lemah-lembut terhadap teroris-teroris lain seperti OPM (Organisasi Papua Merdeka), RMS (Republik Maluku Serani), Borneo Merdeka dan lain-lainnya.
(arrahmah.com)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s