Mengapa Islam Haramkan Daging Babi?


Illustrasi

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer-Malaysia

Isnin-12 Safar 1435 / 16 Disember 2013

Variety Explorer.com—SUDAH lama kita mengetahui bahwa daging babi itu diharamkan dalam agama Islam. Seperti perintah-perintah Allah swt lainnya, waktu itu mungkin kita hanya tahu bahwa itu salah satu larangan dalam ajaran Islam. Lantas, sebenarnya mengapakah daging babi itu diharamkan sedemikian rupa?

Islam telah melarang segala macam darah. Analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air kencing.

Maka dari itu, tidak hairan jika Islam sangat menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan haiwan. Sseorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher haiwan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. Hal ini menyebabkan kematian haiwan kerana kehabisan darah dari tubuh, bukannya kerana cedera pada organ vitalnya.

Jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, haiwan tersebut dapat mati  seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging haiwan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para pakar  makanan baru menyadari akan hal ini.

Nah, ternyata, dalam hal ini tidak banyak yang tahu jika babi sebenarnya tidak dapat disembelih di leher kerana mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Ada manusia  beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Allah SWT  akan merancang haiwan ini dengan memiliki leher.

Namun diluar itu semua, semua orang tahu  betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon. Ilmu kedoktoran  mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Jadi tidak hairan, jika daging babi itu berbahaya untuk dikonsumsi. [berbagaisumber]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s