Mengkafirkan Syiah Bererti Malaysia “Intolerant Agama”?!


Upacara Ibadat Sesat Syi’ah

Written  by Wilhelmina

| Freelance Writer-Malaysia

Juma’at-9 Safar 1435 / 13 Disember 2013

Variety Explorer.com–Begitu saya membaca berita atau makalah yang diberi tajuk: “Retorik anti-Syiah boleh jejas imej Malaysia”TheMalaysiaInsider12Disember2013
Dengan  mengutip pendapat seorang penganalisis antarabangsa,juga pensyarah Jabatan Hubungan Antarabangsa Universiti Malaya,Prof Datuk Mohamad Abu Bakar,

Maka saya merasa ada keanehan-keanehan. Ada yang janggal, ada yang kurang pas, ada yang mengusik hati, yang perlu diluruskan supaya tidak menyesatkan. Di sana ada Hak Allah, ada HakRasulullah -Shalallahu alaihi wa salam-, ada Hak Shahabat, ada Hak Ahlulbait dan Hak Ulama Ahlussunnah yang harus dibela. Secara singkat boleh saya paparkan ungkapan Prof Mohamad tersebut:

1)”Malaysia harus mencontohi negara Islam di Timur Tengah dalam menguruskan perbezaan mazhab, di mana penganut mazhab Sunni tidak pernah mendakwa kumpulan Syiah di negara mereka terkeluar dari Islam”

2)”Malaysia tidak berhati-hati dalam perkara ini, imej negara akan terjejas dan pendukung hak asasi manusia akan menuduh Malaysia tidak mengamalkan toleransi sesama umat Islam”

3) “Di peringkat antarabangsa sekali pun seperti di Arab Saudi bukan sedikit penganut Syiah termasuk di Madinah. Walaupun ada pertembungan politik di kawasan tertentu dengan mazhab Syiah, tidaklah mereka ini sampai ke peringkat mengatakan Syiah terkeluar daripada Islam,” katanya

Jika Prof Datuk Mohamad Abu Bakar sebagai “ahlisunnah” merasa risau akan ketegasan dan fatwa pihak berkuasa agama Malaysia -JAKIM(Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) MAWIP(Majelis Agama WilayahPersekutuan)MAIM(Majlis Agama Islam Seluruh Malaysia)

Bahwasanya agama Syi’ah bukan mazhabAhlussunnahWaljamaah Dan JAKIM (Jabatan Kemajuan ISLAM Malaysia) telah mengeluarkan artikel khas bagi memberi penjelasan tentang kesesatan SYIAH. Tuan/puan boleh membacanya di laman JAKIM seperti berikut:

http://www.islam.gov.my/e-rujukan/syiah.html#seleweng

Maka apatah sikap syiah di kepulauan Nusantara (Malaysia-Indonesia-Singapore-Thailand)  yang bukan hanya gemar tapi Aqidahnya mewajibkan mengkafirkan sahabat Nabi -Shalallah alaihi wa salam-, melaknat dan menyebar kebencian kepada para Khulafaurrasyidin dan sahabat Nabi -Shalallah alaihi wa salam-, serta istri Nabi -Shalallah alaihi wa salam-, seperti dalam bukti-bukti di atas tidak membuat Prof Mohamad geram dan marah?!

Manakah yang lebih berbahaya, mengkafirkan orang muslim biasa, ataukah mengkafirkan para Khulafaurrasyidin dan para sahabat Nabi, dan istri Nabi yang itu artinya menghancurkan seluruh bangunan Islam dan menolak al-Qur’an dan as-Sunnah?!

Manakah yang lebih berbahaya, yang mengkafirkan muslim biasa diluar kelompoknya ataukah yang mengkafirkan Khalifah Abu Bakar dan Umar dan secara dusta mengatas namakan kepada ahlulbait, mengatasnamakan kepada Sayyidah Fatimah al-Zahra`?!

Penutup

Setelah saya menulis dua artikel terbaru tentang sanggahan dua orang akademik ;

1) https://helmysyamza.wordpress.com/2013/12/13/sesiapa-yang-membela-syiahpasti-orang-bermasalah/

2) https://helmysyamza.wordpress.com/2013/12/12/syiah-itu-pencetus-konflikanarkis-bukan-retorik/

Seorang sahabat ustadz  meminta saya untuk menulis bagian penutup sebab sikap yang diambil oleh dua akademik Malaysia ini Dr Mohd Faizal Musa dan Prof Datuk Mohamad Abu Bakar itu juga yang banyak diambil oleh beberapa tokoh-tokoh terkenal di Malaysia dan Indonesia . Maka sayapun mengiyakan permohonan tersebut untuk memuliakan beliau dan untuk melanjutkan nasihat bagi umat Islam.

Sebagai orang muslim yang mempelajari aqidah islam yang diwariskan oleh salaf shalih sampai Imam Ahmad dan kemudian imam Abul Hasan al-Asy’ari dan beberapa Ulama muktabar yang tidak dapat disebutkan semua namanya

Maka saya mengetahui bahwa “setiap orang yang membela syiah, atau memuji-muji syiah, atau mengunggulkan syiah, atau tidak mau menyesatkan apalagi mengkafirkan syiah” maka bisa dipastikan orang itu bermasalah!

Bermasalah bagaimana?

Boleh  jadi :

1. Orang itu tidak tahu (atau jahil) tentang syiah, sehingga tidak layak bicara soal syiah. Atau,

2. Tahu kesesatan syiah, tapi kerana ada kepentingan duniawi dengan syiah, meski harus mengkhianati (Khain) Hak Allah, Rasul-Nya, Sahabat dan Ahlulbaitnya, atau
3. Orang itu betul-betul orang syiah yang sedang bertaqiyyah!

Kenapa demikian?

Kerana sudah ada contohnya, yaitu seorang ustadz di Solo-Jawa Tengah yang tidak mau mengkafirkan Syiah, bahkan tidak mau menyebut dirinya Sunni –saat ditanya dan ditabayyuni- tapi hanya mengaku muslim saja, kemudian ustadz itu juga pernah dibela/disokong  oleh Habib Rizieq- Pimpinan FPI- Akhirnya ternyata terbukti beliau sebagai orang lulusan pondok syiah dan berbaiat ke syiah, tidak tanggung tanggung berbaiat langsung ke Khomaini!! Astaghfirullahal ‘azhim

Bahkan sampai begitu meyakinkannya kalau dia seorang syiah sampai seorang saksi melayangkan tantangan Mubahalah kepada Ustadz Solo tersebut. Tahu kan anda siapa ustadz tersebut? Yaitu ustadz Mudzakir.

Baca tantangan mubahalah untuknya di nahimunkar.com http://www.nahimunkar.com/giliran-ustadz-mudzakir-solo-yang-pernah-dibela-habib-rs-ditantang-mubahalah/

Nah di sini kita akan menambahkan bukti-bukti lain kalau orang yang enggan menyesatkan syiah apalagi mengkafirkannya itu adalah seorang Syiah.

Oleh kerana itu wahai saudaraku kaum muslimin, mari kita waspadai syiah dan orang-orang yang “bermasalah” yaitu orang yang membela syiah, dan tidak mau menyebut dirinya sebagai Muslim Sunni atau Ahlussunnah!

Mereka kemudiannya disambut oleh Ketua Pengarah JAKIM, Dato’ Mustafa Abd. Rahman, Pengarah JAWI, Haji Che Mat Che Ali, Imam Besar Masjid Wilayah, Haji Mohamad b. Mohamad Zin serta pegawai pegawai masjid.

Setelah selesai solat, Dr. Mahmoud Ahmadinejad sempat beramah mesra dan bersalam-salaman bersama hampir seribu jemaah yang menanti untuk bertemu beliau sebelum berangkat meninggalkan masjid. -jakim

Sebelum itu JAKIM pernah mengeluarkan artikel yang menerangkan kesesatan syiah bersama-sama dalil dan bukti dari AL Quran. Namun artikel yang bertajuk ‘Penjelasan Terhadap Fahaman Syiah’ dengan link address http://www.islam.gov.my/e-rujukan/syiah.html#seleweng tidak dapat diakses lagi. Tidak diketahui puncanya. Namun yang pasti artikel itu telah dipadam atau di simpan sebagai draf oleh pengendali laman web JAKIM.

Blog ini telah berjaya menemui dan menyiarkan semula artikel JAKIM tersebut dengan tajuk ‘Artikel khas penjelasan tentang kesesatan syiah oleh JAKIM’
(sumber;http://www.wasukalu.com/2013/08/inikah-punca-jakim-padam-artikel.html)

Referensi Info;
The Malaysia Insider,
http://www.nahimunkar.com/

Prof Datuk Mohamad Abu Bakar, pensyarah Jabatan Hubungan Antarabangsa Universiti Malaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s