SYI’AH Itu Pencetus KONFLIK,ANARKIS BUKAN RETORIK

Editor  by Wilhelmina

| Freelance Writer-Malaysia

Khamis-8 Safar 1435 / 12 Disember 2013


Prof Datuk Mohamad Abu Bakar

Variety Explorer.com--Membaca kenyataan seorang pakar hubungan antarabangsa Malaysia,Prof Datuk Mohamad Abu Bakar, pensyarah Jabatan Hubungan Antarabangsa Universiti Malaya,tentang  sikap tegas /keputusan  Malaysia baca; JAKIM(Jabatan Kemajuan Islam Malaysia)/ MAIWP(Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan) /Majlis Agama Islam Negeri Seluruh Malaysia ((MAIN)  yang telah mengeluarkan Fatwa dan Hukum bahwa ajaran Syiah itu terkeluar dari Islam-Ahlussunnahwaljamaah atau Kafir  adalah tidak wajar dan menyalahi akta Hak Asasi Manusia(HAM) dan hanya retorik semata,

(baca selengkapnya disini: http://wargamarhaen.blogspot.com/2013/12/retorik-anti-syiah-boleh-jejas-imej.html)

 


Saya sebagai penulis yang telah banyak membahas tentang aktiviti  Syiah di Indonesia dan Malaysia dan dunia Islam amnya  membuat kenyataan awal-awal lagi bahwa Syi’ah yang berkembang di Asia khususnya di Kepulauan Nusantara ini bukanlah terdiri dari mazhab Ahlussunnah Waljamaah dan juga bukan mazhab yang berlandaskan AlQuran dan AlHadis tetapi hanya sebuah aliran-ajaran /sekte sesat lagi menyesatkan yang tiada hubungan langsung dengan Aqidah Islamiyah ,Ijma’Ulama Dunia Islam.

“Sesungguhnya pendapat Prof Datuk Mohamad Abu Bakar diatas adalah pendapat golongan Liberalisme yang tiada menilai Islam dari sudut Aqidah Islamiyah tetapi hanya dari sisi pandangan kaum Liberalisme Kapitalism”

-Untuk ulasan panjang atas pendapat Prof Mohamad ini  akan saya tulis dilain artikel

Untuk pengetahuan kita serta kebaikan ummah Islam   tentang Syi’ah,disini saya paparkan sebuah kenyataan rasmi sebuah Organisasi Masyarakat(NGO) yang besar organisasinya  di Indonesia yaitu MUHAMMADIYAH (Ditubuhkan; 18 November 1912) dengan anggotanya ;35 juta orang .Alhamdulillah kita merasa gembira  atas kenyataan tegas pimpinannya  tentang kesesatan aliran Syi’ah:

Logo Muhammadiyah

Dikutip dari Majalah Tabligh, yang merupakan terbitan Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, edisi No. 7/IX/Jumadal Awal-Jumadil Akhir 1433 H, hal 5, disebutkan bahwa akhir-akhir ini Syi’ah kembali mendapat sorotan, terlebih setelah muncul kasus  di Sampang Madura dan yang terakhir di Syria, dan lain sebagainya. Bahkan di forum-forum pengajian pun persoalan Syiah ini selalu diangkat menjadi tema pengajian.

Hal tersebut juga mendapat perhatian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sehingga dalam sidang plenonya telah mengeluarkan sikap yang berhubungan dengan kelompok Syi’ah tersebut. Di antaranya adalah sebagaimana disampaikan Ketua PP Muhammadiyah yang memimpin Tarjih dan Tajdid, Prof. Dr. KH. Yunahar Ilyas, MA yang beliau juga Ketua MUI/Majelis Ulama Indonesia, bahwa:

BismillahiRRahmaaniRRahiim
Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh:

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Segala puji Syukur bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha mengetahui seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi dengan benar selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata. Saya bersaksi pula bahwa Nabi Muhammad Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam adalah hamba dan utusan-Nya, penutup para Nabi yang tidak ada nabi setelahnya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan beserta keluarganya, serta para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti petunjuknya.

Kepada seluruh Warga Kehormatan Muhammadiyah dimanapun berada, dan Para simpatisan Muhammadiyah, Dengan ini Muhammadiyah ingin memurnikan Ajaran Agama Islam dan Membersihkan dari Fahaman  Ajaran Sesat & Menyesatkan dari SYIAH RAFIDHAH. Dengan ini Menyatakan :

PERTAMA : Muhammadiyah meyakini bahwa Hanya Nabi Muhammad Rasullullah Shallallahu ‘allaihi was sallam yang Ma’shum. Oleh sebab itu, Muhammadiyah MENOLAK  konsep kesucian Imam-imam 12 (ma’shumnya imam-imam) dalam ajaran Syi’ah.

 

KEDUA : Muhammadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad Rasullullah shallallahu ‘allaihi wa sallam tidak menunjuk siapa pun pengganti beliau sebagai Khalifah. Kekhalifahan setelah beliau diserahkan kepada musyawarah umat, jadi kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhum (Khulafa’arrRasyidin) adalah SAH. Oleh sebab itu, Muhammadiyah MENOLAK Konsep khilafah Rafidhahnya Syi’ah.

 

KETIGA : Muhammadiyah menghormati Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiallah ‘anhu sebagaimana sahabat-sahabat yang lain, tetapi Muhammadiyah MENOLAK  Meng-Kultus-kan individu terhadap Ali bin Abi Thalib dan keturunannya dan MENOLAK Konsep Ahlul Bait versi Syiah.

 

KEEMPAT : Syi’ah hanya menerima hadis dari jalur Ahlul Bait, ini berakibat ribuan Hadis Shahih –walaupun diriwayatkan Bukhari Muslim- ditolak oleh Syi’ah. Dengan demikian, banyak sekali perbedaan antara Syi’ah dan Ahlussunnah baik masalah Aqidah, Ibadah, Munakahat, dan lain-lainnya.

Sikap tersebut hendaknya menjadi pedoman bagi Warga Muhammadiyah membersihkan dari dalam dari ajaran dan pengaruh Syiah khususnya dan umat Islam pada umumnya, sehingga dengan demikian kita bersikap waspada terhadap ajaran dan doktrin Syi’ah yang memang sangat berbeda dengan faham Ahlussunnah/Sunni yang banyak dianut oleh majoriti  umat Islam Indonesia dan Kepulauan Nusantara,

Di samping itu, realiti, fakta dan kenyataan menunjukkan pada kita bahwa di manapun suatu negara di belahan ada Syi’ah hampir dapat dipastikan terjadi konflik horizontal, kerusuhan, anarkis, dan memberontak kepada pemerintahan yang Sah (Kudeta). Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian kita semua jika ingin negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh dan ukhuwah Islamiyah tetap terjaga. Jangan Sampai terjadi REVOLUSI SYIAH INDONESIA, Seperti yang terjadi di Negara Iran dengan Revolusi Syiah Iran.

 

Demikian sikap rasmi Muhammadiyah setelah melalui sidang pleno(plenum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sehingga pendapat pribadi/individual  tokoh Muhammadiyah tidak dapat dijadikan pegangan dan sandaran sikap kaum Muslimin pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya.

Dengan demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kehidupan yang baik di dunia serta memberikan balasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah diperbuat di akhirat kelak sebagaimana yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala janjikan. Aamiin.

Naskah asal oleh :

Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd/Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Redaktur Situs SDL-Sunnah Defence League yakni: http://www.sunnahdefenceleague.com (nahimunkar.com)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s