NSA Intip dan Awasi Teroris di Game “Xbox Live,World of Warcraft”

Editor by Wilhelmina
| Freelance Writer-Malaysia

Selasa-6 Safar 1435 / 10 Disember 2013

Variety Explorer.com —Dokumen baru dirilis oleh Whistleblower Edward Snowden mengungkapkan Inteligen Amerika Syarikat(AS)  dan United Kingdom(UK) memiliki kemampuan untuk mengintip  percakapan di Xbox Live , dan bahkan menempatkan agen-agen  di permainan-game termasuk World of Warcraft dan Second Life .

Informasi terbaru yang dikeluarkan oleh The Guardian mengungkapkan agen pemerintah di kedua sisi Atlantik itu telah membiayai pengintipan dekat dengan komuniti  game online setidaknya sejak 2008.

Pada September 2008 memo dari NSA Unit Spy rahasia seperti di UK – GCHQ mengungkapkan bahwa organisasi itu ” berhasil bisa mendapatkan diskusi antara pemain game yang berbeda pada Xbox Live , ” sementara agen ditempatkan di kedua World of Warcraft dan Second Life dalam upaya untuk memantau pengguna ” buddylists dan interaksi ” .

Permainan online seperti “World of Warcraft” atau “Second Life” yang jumlah pemainnya hingga jutaan orang telah lama dikhawatirkan oleh agen intelijen berfungsi sebagai kedok bagi teroris atau penjahat lain untuk saling menukar informasi. Dalam salah satu dokumen yang dikutip Isnin kemarin oleh media, NSA memperingatkan bahwa permainan online bisa memberikan informasi akan tempat target intelijen.

Pihak pengembang permainan online seperti Linden Labs dan Microsoft Inc belum memberi komen  banyak terkait masalah ini. Namun dalam sebuah pernyataan, pengembang permainan Blizzard Entertainment mengatakan bahwa mereka tidak menyadari adanya pengawasan terhadap permainan online mereka.

Microsoft mengeluarkan pernyataan yang sama. Mereke mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan pengawasan. Menurut Microsoft, jika hal itu memang ada harusnya dilakukan dengan persetujuan pihak mereka.

Dokumen NSA yang bocor setebal 82-halaman dan dipublikasikan pada situs surat kabar The New York Times, juga mencatat bahwa lawan bisa menggunakan permainan online untuk merekrut pengguna lain atau melakukan pelatihan senjata maya. Hal ini merujuk pada serangan 11 September 2001, di mana para pembajak  menggunakansoftware simulasi penerbangan untuk mengasah ketrampilan mereka.

“World of Warcraft” bukan satu-satunya sasaran. Memo lain mencatat bahwa GCHQ (Badan Intelijen UK) diklaim telah berhasil mendapatkan hasil diskusi antara pemain game yang berbeda di  di Xbox Live.

(IGN/The Guardian/islampos)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s